• All Articles
  • TMRS Articles
  • Aku & Merry Riana
  • MR Blog
  • MRCA
IMG-20170417-WA0007

Hallo, Saya Mariani. Di MRI (PT Merry Riana Indonesia), saya bertugas sebagai Executive HR Officer.   Apakah Anda merupakan seseorang yang memiliki ide kreatif? Apakah Anda merupakan seseorang yang memiliki keahlian dalam mengedit video? Atau Anda merupakan seseorang yang memiliki kegemaran dalam mengupload video Anda di social media seperti Instagram dan Youtube?   Anda memiliki ide kreatif, memiliki kegemaran dalam mengupload video dan memiliki keahlian dalam mengedit video tetapi Anda belum memiliki jam terbang yang tinggi dan lingkungan positif. Itu

Continue reading »
mrbaa

Hallo, Saya Budi, Community Specialist di MRI (PT Merry Riana Indonesia). Apakah Anda merupakan seorang anak muda yang ingin sekali sukses di usia muda tetapi bingung bagaimana caranya? Anda melihat teman-teman Anda yang berusia muda seperti Anda sudah memiliki business sendiri dan Anda ingin sekali seperti mereka? Atau Anda ingin sekali memiliki penghasilan 1 juta Dolar di usia 26 tahun seperti Miss Merry Riana? Sekarang Anda tidak perlu kebingungan dalam meraih kesuksesan di usia muda, karena apa? Karena saat ini Ms Merry Riana membuka Merry Riana Business Academy yang akan

Continue reading »
alban

SESI PERKENALAN SUPER MEMORY (Khusus untuk anak usia 8-19 tahun)   Hallo,   Saya Khezia, Senior Supervisor di MRI (PT Merry Riana Indonesia).   Apakah Anda sering melihat anak teman Anda mendapatkan penghargaan dan anak Anda tidak seperti temannya? Apakah Anda sering mendengar anak Anda kehilangan konsentrasi ketika belajar di sekolahnya? Apakah Anda sering melihat anak Anda tidak menyukai kehidupan sekolahnya karena pelajaran yang dirasa terlalu sulit?   Kalau semua jawaban Anda adalah IYA, saya akan membagikan sebuah solusi untuk semua

Continue reading »

SESI PERKENALAN LIFE ACADEMY (Khusus untuk anak usia 7-19 tahun)   Hallo,   Saya Hertian, Assistant Supervisor di MRI (PT Merry Riana Indonesia).   Saya yakin semua orang tua menginginkan setiap anaknya memiliki tujuan hidup yang jelas. Hal ini dikarenakan kehidupan anak tidak akan selalu bergantung dengan orang tua, dan orang tua menginginkan anaknya bisa hidup mandiri dan meraih semua impiannya.   Orang tua akan sangat mementingkan kebutuhan anaknya. Sebagai contoh, apabila anak Anda sangat berkeinginan menjadi seorang pemusik, pasti Anda akan

Continue reading »
Mar 17

LOWONGAN KERJA: OFFICE BOY

Posted at 04.04 PM | No Comments | POST A COMMENT
WhatsApp Image 2017-03-13 at 10.57.21

Hallo,   Saya Mariani, Executive HR Officer di MRI (PT Merry Riana Indonesia).   Miss Merry Riana adalah seorang motivator wanita No.1 di Asia dan Indonesia. Dan salah satu resolusinya adalah untuk menciptakan dampak positif di dalam kehidupan jutaan orang di Indonesia.   Untuk meraih resolusi beliau, banyak cara yang dilakukan oleh Ms Merry Riana. Salah satunya adalah dengan mendirikan Merry Riana Learning Centre (MRLC). Saat ini MRLC sudah terdapat di Puri Indah, BSD dan Kelapa Gading.   Bayangkan berapa banyaknya orang terutama anak muda yang

Continue reading »
wa

  Saya Tian, Executive Supervisor di PT Merry Riana Indonesia (MRI). Apakah Anda sering melihat rekan kerja Anda bisa presentasi dengan baik di meeting dan Anda pun ingin seperti rekan kerja Anda? Apakah Anda ingin meningkatkan kemampuan Anda agar dapat menyusun presentasi yang menarik di hadapan atasan Anda? Atau Anda pernah presentasi di depan atasan Anda tapi merasa grogi dan akhirnya presentasi Anda tidak dapat meyakinkan atasan Anda? Jika iya, Anda tidak perlu khawatir karena Anda bisa mengubah hal-hal tersebut. Lalu bagaimana caranya? Salah satu program

Continue reading »

Dalam waktu kurang dari 2 minggu, film Merry Riana telah ditonton oleh 500.000 penonton. Presiden RI ke-3, Bpk BJ Habibie dan puluhan artis Indonesia juga sudah menonton dan memberi pujian. Merry sangat bersyukur. Sebuah kehormatan baginya, mimpi untuk menginspirasi banyak orang melalui film terwujud sudah. Film Merry Riana adalah film biografi tentang  bagaimana perjuangan hidup Merry Riana, dari seorang mahasiswi pas-pasan yang merantau ke Singapura dan meraih sejuta dolar pertamanya di usia 26 tahun. Namun kesuksesan film Merry Riana tidak akan terjadi bila tak ada orang-orang

Continue reading »

Kemampuan komunikasi erat kaitannya dengan kepercayaan diri seorang anak. Bahkan kebanyakan anak yang terampil dalam komunikasi biasanya mampu tampil lebih percaya diri dibanding anak-anak yang lain.  Tapi gimana cara untuk mendidik anak agar percaya diri berbicara didepan umum? The Merry Riana Show episode kali ini bisa menjawab pertanyaan Anda.   Seperti biasa, jumat pagi Merry Riana kembali menyapa Friends Sonora dengan hangat. Kali ini, Merry mengajak Becky Tumewu, MC kondang Tanah Air yang nampak eksis diberbagai acara dan sering diundang sebagai pembicara dalam seminar

Continue reading »

Kemampuan komunikasi erat kaitannya dengan kepercayaan diri seorang anak. Bahkan kebanyakan anak yang terampil dalam komunikasi biasanya mampu tampil lebih percaya diri dibanding anak-anak yang lain.  Tapi gimana cara untuk mendidik anak agar percaya diri berbicara didepan umum? The Merry Riana Show episode kali ini bisa menjawab pertanyaan Anda.   Seperti biasa, jumat pagi Merry Riana kembali menyapa Friends Sonora dengan hangat. Kali ini, Merry mengajak Becky Tumewu, MC kondang Tanah Air yang nampak eksis diberbagai acara dan sering diundang sebagai pembicara dalam seminar

Continue reading »

Gado-gado. Makanan khas Indonesia yang berisi campuran sayur-sayuran yang telah direbus lalu disiram oleh bumbu kacang tanah yang ditumbuk halus. Makanan ini, menjadi salah satu makanan favorite orang Indonesia. Bukan hanya enak, gado-gado juga bergizi, harga terjangkau dan mudah ditemukan.   Pada umumnya, gado-gado bisa dijumpai di pinggir jalan. Tapi gado-gado yang satu ini beda dari yang lain. Disajikan dalam sebuah restaurant besar bergaya modern dan menjadi menu utama. Adalah Gado-gado Boplo, sebuah bisnis kuliner level bergengsi yang saat ini menjadi favorite banyak

Continue reading »

Sukses memang bisa diraih dengan usaha dan kerja keras. Tapi masih ada satu hal yang penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu mempertahankan kesuksesan itu sendiri.   Kalau dari kemarin kita sudah belajar tentang bagaimana cara sukses. The Merry Riana Show episode kali ini, Merry Riana akan mengajak semua pendengar untuk sama-sama belajar bagaimana cara mempertahankan kesuksesan melalui seni leadership yang baik.   Dan bintang tamu hari ini pun sangat luar biasa, ia adalah Group CEO Bank Mandiri, Budi G Sadikin.   Ini bukan kali pertamanya Budi G Sadikin

Continue reading »

Aku dan Merry Riana

 

Saya Vienna Chandra, mahasiswi S2 (full scholarship) perguruan tinggi swasta London School of Public Relations. Saya pertama mengenal kak Merry Riana (MR) dari brosur-brosur atau reklame-reklame besar mengenai informasi seminar motivasinya. Jujur, saya termasuk orang yang kurang tertarik dengan motivator, mungkin karena saya belum merasakan ‘hubungan keterikatan’ antara saya dengan motivator tersebut. Contohnya: saya termasuk orang yang lumayan aktif dalam kegiatan di vihara, kebetulan divihara saya ada seorang motivator ternama di Indonesia yang juga menjadi umat, yaitu bapak Andri Wongso. Saya telah berkali-kali diajak untuk ikut seminar beliau dan selalu saya tolak, padahal seminar itu gratis. Akhirnya pada suatu hari saya menyempatkan diri untuk mengikuti seminar pak Andri karena merasa tidak enak dengan teman yang telah menawarkan saya untuk ikut. Setelah mengikuti seminar itu, memang semangat saya terbakar dan mengebu-gebu untuk ingin sukses, tetapi selang beberapa jam setelah seminar itu usai, saya kembali menjadi Vienna yang biasa.

 

Saya pun merasakan hal yang sama pada pertama kali melihat kak MR, saya hanya menganggap motivator hanyalah orang yang pintar ngomong dan ‘berjualan teori’. Walaupun saya telah belajar bahwa semangat sukses yang diutarakan oleh Pak Andri merupakan hasil dari kerja keras beliau selama ini, saya tetap merasa tidak ada keteriakatan antara saya dan dirinya. Beliau berjuang mati-matian pada jaman beliau yang saya anggap berbeda dengan jaman saya sekarang. Kembali kepada kak MR, karena penasaran saya pun mulai melakukan pencarian cepat diinternet dan berujung pada memfollow twitter kak MR.

 

Yang saya lakukan hanyalah memantau kultwit motivasi yang diberikan kak MR. Itu saja. Suatu hari, saya memberanikan diri untuk mengirimkan sebuah ‘direct message’. Dipikiran saya adalah orang seperti MR yang sudah sukses, tidak mungkin punya waktu untuk membalas pertanyaan saya, tetapi pertanyaan saya terjawab. Pada saat itu kak MR memberikan saran kepada saya yang tengah putus asa karena mengalami penolakan terus menerus saat melamar pekerjaan. Yang dikatakan kak MR hanyalah terus kirimkan CV, dan jangan lupa untuk membeli buku Mimpi Sejuta Dolar. Karena pikiran negatif saya terhadap para motivator, saya sama sekali tidak ada minat untuk membeli buku itu. Tetapi karena rasa penasaran, akhirnya saya tertarik untuk mengenal MR lebih jauh melalui bukunya.

 

Sebuah pengalaman luar biasa telah saya dapatkan dari membaca buku kak MR, baru kali ini saya merasakan ‘keterikatan nasib’ dengan seorang motivator. Hal ini dalam arti : MR hampir sama seperti saya, berjuang pada era 21 dan bukan seperti pak Andri yang berjuang pada era 18/19an. Saya melihat diri saya pada sosok MR, saya datang dari kalangan yang bisa dibilang berkecukupan dari sebuah kota kecil di Sumatera Selatan. Orang tua saya bertekad menyekolahkan saya hingga jenjang pendidikan setinggi-tingginya (karena keterbatasan uang, mereka terpaksa hanya sampai SMA). Saya memilih UPH sebagai kampus saya, dan pada saat awal masuk kuliah, saya juga merasakan hal yang sama bahwa saya tidak bisa terus menerus bersenang-senang menghabiskan uang. Walaupun papa sudah bersedia mengirimkan uang setiap saya membutuhkan dan selalu mengingatkan saya untuk ‘jangan terlalu memikirkan keadaannya’.

 

Ongkos hidup di UPH bisa dibilang cukup tinggi bagi pendatang dari kota kecil seperti saya. 1 kali makan dikantin UPH bisa menghabiskan Rp 20.000 – Rp30.000. Itu baru satu kali makan, sedangkan saya butuh makan 3x (belum termasuk cemilan), karena itu saya mencoba untuk mencari tempat makan yang jauh lebih murah, yaitu kantin pegawai mal Lippo. Saya tahu jika orang tua saya tahu saya makan disana, mereka pasti akan sangat sedih dan terpukul. Beberapa kali papa berkata bahwa dia masih sanggup untuk membiayai saya, jadi saya tidak perlu sampai begitu merananya. Tapi bagi saya, yang saya makan, dan sebagian uang bisa ditabung atau digunakan untuk keperluan lain.

 

Tetapi perbedaan saya dengan kak MR adalah yang saya tahu hanya teori, ketika dihadapkan pada praktik, saya menyadari bahwa ada ketakutan besar dalam diri saya saat membayangkan harus keluar dari ‘zona aman’ saya saat ini. Saya telah mencoba banyak pekerjaan dari menjadi crew EO/WO sampai menjadi SPG. Memang tidak ada yang bisa mengalahkan rasa kepuasan yang didapat ketika memengang uang hasil keringat sendiri maka dari itu setelah melihat perjuangan kak MR, saya merasa perjuangan saya belum ada apa-apanya.

 

Oleh karena itu, saya sangat ingin belajar banyak dari kak MR. Cita-cita saya dari dulu adalah ingin membawa Papa dan Mama saya pergi ke Vienna. Iya, dari kecil saya selalu mendengar celotehan Papa kalau dia sangat mengagumi kota Vienna (ibukota negara Austria), sampai-sampai saya diberi nama Vienna. Dan saya tahu kepergian kesana bukanlah hal yang mudah, saya masih punya 2 adik lagi (19th dan 15th). Dengan karakter Papa dan Mama yang sangat mementingkan anaknya, akan sangat mustahil menurut saya jika mereka memakai uang mereka untuk berjalan-jalan sedangkan masih ada 3 anak tanggungan.

 

Karena itu saya benar-benar ingin merasakan sebuah ketidak khawatiran akan maslah finansial agar saya bisa membuat keluarga dan orang tua saya bangga. Dan yang terpenting bisa membawa Papa dan Mama mencicipi manisnya kota Vienna dari hasil jerih payah saya sendiri. Karena itu saya sungguh menanti kesempatan bisa dilatih langsung oleh kak MR dan meraih kesuksesan seperti yang telah diraih oleh kak MR serta menjadi kebanggaan orang tua.

Aku dan Merry Riana

 

Siang itu, aku berada di ruangan yang berisi pemuda-pemuda yang antusias. Aku sedang mengikuti seminar Entrepreneur muda, dan aku adalah salah satu dari enam orang yang harus berpidato. Tiba-tiba aku mempunyai ide gila untuk berpidato dengan bahasa inggris, dan aku menunggu giliranku maju dengan luar biasa percaya diri dan gugup. Saat giliranku maju, aku mengatakan : “Good morning, ladies and gentlemen. I’am windra, i’m from Institut Pertanian Bogor. My dream is to be a 10 Million dollar philanthropist veterinarian and entrepreneur from Indonesia in 2019.”

 

Ya, itu adalah impianku yang telah aku sebut berkali-kali di depan cermin sejak Juni 2012. aku akan menceritakan salah satu tokoh yang telah membuatku mempunyai impian sebesar itu.

 

Waktu itu aku diajak ibu ke toko buku. Ibu menceritakan kepadaku tentang tokoh pengusaha muda yang sedang ramai dibicarakan, namanya Merry riana. Aku sedikit mencibir, yang aku percaya hanyalah tokoh sukses di bisnis yang sedang aku kerjakan. Ibu memperlihatkan bukunya, judulnya A gift from a friend dan bukunya berwarna pink, “lucu juga”, pikirku. Luar biasanya, Buku ini benar-benar mengubah sudut pandang dan kepercayaanku, aku membaca habis buku ini dengan cepat sambil berdiri di toko buku. Inilah pertama kalinya aku mengenal Merry Riana lewat buku dan motivasinya.

 

Beberapa bulan telah berlalu, dan aku tetap menjalani kuliah sambil berbisnis. Suatu hari Ayah memberikanku uang untuk membeli buku, aku langsung ke toko buku. Saat aku akan membayar buku yang aku beli, aku tengok kanan dan ada buku terbaru Merry Riana, “Mimpi sejuta Dollar”. Entah karena Merry Riana, atau karena tertarik melihat tulisan “sejuta dollar”nya, aku langsung membeli bukunya. Pembelian buku ini merupakan rekor termahalku dalam pembelian buku. Bravo!

 

Suatu hari aku ingin berlatih menjual makanan sendirian di lapangan Sempur, Bogor. Melihatnya banyaknya orang, nyaliku ciut karena saat itu aku masih pemula dalam hal penjualan. Air mata sempat menetes, aku langsung duduk di trotoar dan membuka buku “Mimpi sejuta dollar”. Setelah beberapa saat membaca, aku mulai merasa “senasib” dengan penulis buku ini. Mungkin menjual di keramaian merupakan hal mudah bagi Merry riana maupun anak muda lain yang lebih supel, tapi aku belum menguasai hal ini sehingga perlu motivasi. Akhirnya, setelah membaca, mendapat motivasi dari ibu tercinta, dan mencoba untuk “action” aku berhasil menjual semua makanan yang jumlahnya 70 buah, Alhamdullilah.

 

Merry Riana memang merupakan salah satu tokoh yang tertanam di benakku selama beberapa bulan aku menjalani bisnis, dan setelah membaca bukunya aku mulai membaca buku berbagai tokoh lainnya. Mataku benar-benar terbuka untuk belajar dari orang lain yang sudah sukses. Satu hal lagi yang aku sadari adalah bahwa ilmu yang telah kita pelajari harus segera diajarkan kepada orang lain. Karena, “saat seseorang mengajarkan ilmunya, dua orang mendapatkan ilmu”. Inilah yang dinamakan duplikasi, dan dunia akan menjadi lebih baik dengan cara ini. Merry Riana telah melakukannya, dan aku juga akan melakukannya dan mengajak orang lain untuk melakukannya.

 

“Dunia punya kebiasaan memberi tempat bagi orang yang kata-kata serta tindakannya menunjukkan ia tahu akan ke mana” – Napoleon Hill

Aku dan Merry Riana

 

Awal mula saya bertemu dengan mbak Ria adalah di suatu acara yang bernama “Pesta Wirausaha TDA” pada awal tahun 2012 lalu di gedung SMESCO. Di acara tersebut mbak Ria mengisi seminar motivasi yang membahas seputar kisah suksesnya yang pernah ia tuliskan di dalam bukunya yaitu “Mimpi Sejuta Dollar”. Energi mbak Ria sangat luar biasa, meski dari kejauhan, energi positif yang ditransfer oleh mbak Ria lewat kisahnya mampu menembus hati saya dan mengguncang hati saya untuk terus bermimpi dan beraksi demi merealisasikan mimpi-mimpi saya. Seminar singkat dari mbak Ria yang sungguh menginspirasi. Namun bukan hanya itu, seringkali kata-kata indah yang terangkai dalam balutan motivasi mampu menginspirasi diri saya ketika membuka jejaring sosial khususnya twitter.

 

Saya teringat kisah saya ketika empat tahun lalu yaitu pada pertengahan tahun 2008, ketika pertama kali saya menginjakkan kaki di dunia kampus. Saya adalah seorang mahasiswa yang biasa, tidak ada sesuatu yang bisa dibanggakan dari seorang Fahmi. Berbicara pun ketika itu saya terbata-bata layaknya seorang artis yaitu Ajiz Gagap. Bila bicara saja saya tak sempurna, apalagi harus berbicara di depan orang banyak, itu sungguh hal yang menakutkan bagi saya. Pernah saya mencoba memberanikan diri untuk mempresentasikan hasil tugas saya ketika itu, namun yang terjadi adalah presentasi yang hancur luar biasa, saya keringat dingin, sulit bicara, bila pun bicara saya gelagapan.

 

Namun saya tak ingin menyerah dengan segala keterbatasan yang saya miliki. Saya mengikuti berbagai kegiatan kampus untuk melatih soft skill saya khususnya komunikasi dan public speaking. Di tahun pertama saya mengikuti sebuah pelatihan dan pengkaderan pemimpin dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) 2008. Disana saya mendapatkan banyak pelatihan yang diberikan secara gratis untuk menghadapi dinamika dunia kampus sesungguhnya. Pada tahun ke dua hingga tahun terakhir ini, di dunia organisasi saya selalu fokus pada dunia perdanusan (fundraising), dan bila di kepanitiaan kampus saya selalu fokus pada dunia sponsorship. Selama empat tahun saya melatih diri berkomunikasi dan berbicara di depan umum lewat organisasi dan kepanitiaan kampus yaitu Dana dan Usaha (Danus) BEM UI 2009, Danus BEM UI 2010, dan terakhir adalah Danus BEM UI 2011. Dan kini, hidup saya sungguh berubah, sebuah batu pun akhirnya berlubang oleh air karena air tersebut selalu fokus kepada satu titik, dan hal tersebut terjadi pada diri saya. Kini, saya seringkali diundang menjadi pembicara di berbagai pelatihan yang diadakan oleh hampir seluruh BEM Fakultas di UI untuk membagi pengetahuan saya di dunia “fundraising” dan sponsorship yang selama empat tahun saya geluti di dunia kampus. Di tengah-tengah pelatihan yang saya berikan kepada para aktifis kampus adalah saya mencoba menginspirasi mereka lewat kisah-kisah saya dimana tak ada sesuatu yang mustahil di dunia ini bila kita mau dan percaya untuk meraihnya. Dan oleh karena itu saya percaya bahwa kolaborasi antara saya dan mbak Ria akan menghasilkan sebuah perpaduan yang sempurna dan luar biasa untuk terus mampu menginspirasi mahasiswa dan anak muda Indonesia. Kata terakhir dari saya yang akan selalu saya ingat dan memotivasi hidup saya, “Kerasnya batu akan luntur oleh tetesan air”.

IMG-20170417-WA0007

Hallo, Saya Mariani. Di MRI (PT Merry Riana Indonesia), saya bertugas sebagai Executive HR Officer.   Apakah Anda merupakan seseorang yang memiliki ide kreatif? Apakah Anda merupakan seseorang yang memiliki keahlian dalam mengedit video? Atau Anda merupakan seseorang yang memiliki kegemaran dalam mengupload video Anda di social media seperti Instagram dan Youtube?   Anda memiliki ide kreatif, memiliki kegemaran dalam mengupload video dan memiliki keahlian dalam mengedit video tetapi Anda belum memiliki jam terbang yang tinggi dan lingkungan positif. Itu

Continue reading »
mrbaa

Hallo, Saya Budi, Community Specialist di MRI (PT Merry Riana Indonesia). Apakah Anda merupakan seorang anak muda yang ingin sekali sukses di usia muda tetapi bingung bagaimana caranya? Anda melihat teman-teman Anda yang berusia muda seperti Anda sudah memiliki business sendiri dan Anda ingin sekali seperti mereka? Atau Anda ingin sekali memiliki penghasilan 1 juta Dolar di usia 26 tahun seperti Miss Merry Riana? Sekarang Anda tidak perlu kebingungan dalam meraih kesuksesan di usia muda, karena apa? Karena saat ini Ms Merry Riana membuka Merry Riana Business Academy yang akan

Continue reading »
alban

SESI PERKENALAN SUPER MEMORY (Khusus untuk anak usia 8-19 tahun)   Hallo,   Saya Khezia, Senior Supervisor di MRI (PT Merry Riana Indonesia).   Apakah Anda sering melihat anak teman Anda mendapatkan penghargaan dan anak Anda tidak seperti temannya? Apakah Anda sering mendengar anak Anda kehilangan konsentrasi ketika belajar di sekolahnya? Apakah Anda sering melihat anak Anda tidak menyukai kehidupan sekolahnya karena pelajaran yang dirasa terlalu sulit?   Kalau semua jawaban Anda adalah IYA, saya akan membagikan sebuah solusi untuk semua

Continue reading »

SESI PERKENALAN LIFE ACADEMY (Khusus untuk anak usia 7-19 tahun)   Hallo,   Saya Hertian, Assistant Supervisor di MRI (PT Merry Riana Indonesia).   Saya yakin semua orang tua menginginkan setiap anaknya memiliki tujuan hidup yang jelas. Hal ini dikarenakan kehidupan anak tidak akan selalu bergantung dengan orang tua, dan orang tua menginginkan anaknya bisa hidup mandiri dan meraih semua impiannya.   Orang tua akan sangat mementingkan kebutuhan anaknya. Sebagai contoh, apabila anak Anda sangat berkeinginan menjadi seorang pemusik, pasti Anda akan

Continue reading »
Mar 17

LOWONGAN KERJA: OFFICE BOY

Posted at 04.04 PM | No Comments | POST A COMMENT
WhatsApp Image 2017-03-13 at 10.57.21

Hallo,   Saya Mariani, Executive HR Officer di MRI (PT Merry Riana Indonesia).   Miss Merry Riana adalah seorang motivator wanita No.1 di Asia dan Indonesia. Dan salah satu resolusinya adalah untuk menciptakan dampak positif di dalam kehidupan jutaan orang di Indonesia.   Untuk meraih resolusi beliau, banyak cara yang dilakukan oleh Ms Merry Riana. Salah satunya adalah dengan mendirikan Merry Riana Learning Centre (MRLC). Saat ini MRLC sudah terdapat di Puri Indah, BSD dan Kelapa Gading.   Bayangkan berapa banyaknya orang terutama anak muda yang

Continue reading »

MRCA Updates – Abang Adry

 

Berawal dari sebuah teman yang mengabarkan untuk mendaftarkan diri di sebuah komunitas yang pada saat itu masih sangat terasa asing bagi diri saya, Merry Riana Campus Ambassadors. Jangankan nama komunitasnya yang panjang itu, dua nama depannya saja saya baru dengar saat itu.

“Merry Riana???”

 

Akhirnya, setelah melihat informasi selengkapnya melalui media sosial, saya pun memutuskan untuk mendaftar. Ternyata ada beberapa tahap seleksi yang harus diikuti oleh para peserta. Kirim CV, menjawab pertanyaan yang dikirim via email, membuat video. Setelah melewati tiga tahap seleksi tersebut dengan sistem eliminasi, saya pun berhasil lolos ke tahap seleksi akhir. Bukan main gembiranya perasaan saya di tiap email yang mengabarkan saya lolos dan berhak malanjutkan ke tahap selanjutnya dan selanjutnya. Saat mengikuti seleksi di tiap tahap itulah yang membuat saya untuk kali pertama tahu siapa Merry Riana. Untuk pertama kalinya dalam hidup saya menemukan sosok yang sangat menginspirasi, yaitu Merry Riana.

 

Namun…

 

Ternyata tidak semudah itu. Selama hampir kurang lebih dua minggu saya harus melewati masa-masa sulit. Penyakit Demam Berdarah atau yang dikenal dengan DBD dan gejala Typhus secara bersemaan menyerang tubuh saya tepat dimana dua minggu sebelum Seleksi Tahap Akhir MRCA. Saya pun harus menjalani rawat inap selama satu minggu. Saat itu yang terlintas di dalam pikiran saya yaitu…

 

“Menyerah, dan merelakan Seleksi Tahap Akhir MRCA begitu saja”

 

Kalau pun saya sembuh sebelum waktu Seleksi yang telah ditentukan dapat dipastikan saya belum diperbolehkan keluar oleh keluarga saya. Kalau pun saya diperbolehkan, apakah sanggup diri saya mengikuti seleksi akhir tersebut? Sedangkan peserta lain yang mengikuti seleski tersebut pasti dalam keadaan prima, tidak ada yang payah seperti saya ini.

Hingga akhirnya saya mendengar satu kutipan kalimat dari Miss Merry…

 

“Bukan Karena tidak ada rintangan maka kita menjadi Optimis. Tapi justru karena kita Optimism maka rintangan itu menjadi tidak ada” dan “Lebih baik kita gagal setelah berusaha hingga kita bisa belajar dari kegagalan itu, dibandingkan kita gagal tanpa belum pernah berusaha sedikit pun”

 

Dengan menguatkan tekad serta memberanikan diri, 17 Desember 2013, tepat dua hari setelah pulang dari menjalani rawat inap di Rumah Sakit, saya melangkahkan kaki untuk mengikuti Seleksi tahap Akhir. Sesampainya di tujuan dan mengikuti berlangsungnya acara, secara ajaib rasa lesu dan letih layaknya orang yang habis mengalami DBD, hilang begitu saja. Saya pun melewati seleksi tersebut dengan bersemangat dan hingga akhirnya…

 

Saya Lolos menjadi bagian dari Merry Riana Campus Ambassadors Batch 2

 

Selama di MRCA, bagitu banyak hal yang saya dapatkan dan saya yakin bahwa itu semua adalah bekal yang diberikan oleh orang-orang hebat di MRCA untuk perjalanan hidup saya kedepannya nanti menuju mimpi saya. Tidak ada satupun rasa penyesalan dalam diri saya bergabung di MRCA, dengan sepenuh hati dan sukacita saya menjalankannya. Bukan hanya ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan selama di MRCA, lebih dari itu semua. Hal itu saya menyebutnya sebagai sebuah “HARTA”,

 

Ya, MRCA adalah sebuah Harta di dalam diri saya yang belum pernah saya temukan sebelumnya. Bagaimana bisa ada seseorang yang telah sukses namun bersedia membagikan segala pengalaman serta ilmu yang ia punya kepada orang lain tanpa imbalan apapun dan dalam waktu yang sangat lama, yakni 1 tahun? Tidak hanya teori, tapi juga dilibatkan secara langsung kepada kegiatan nyata di lapangan.

Di MRCA saya menemukan keluarga baru,

Di MRCA saya melihat adanya harapan untuk meraih mimpi,

Di MRCA saya merasakan gairah semangat untuk terus berjuang,

Di MRCA saya melompat menjadi pribadi yang jauh lebih baik dari sebelumnya,

Dan di MRCA saya mendapatkan satu hal baru yang baru saya sadari., yaitu

 

Dalam hidup, kita harus BERANI BERMIMPI BESAR.

 

Setelah bertemu dengan kalian semua , saya tumbuh dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik. Saya pun semakin yakin bahwa saya bisa meraih mimpi-mimpi saya kelak suatu saat nanti. Hal itu semua saya rasakan berawal dari keinginan saya diawal yang begitu besar untuk bisa terpilih menjadi MRCA hingga akhirnya terpilih. Mengikuti seleksi menjadi leaders, hingga akhirnya terpilih menjadi Leaders. Diberikan kesempatan untuk dapat bekerjasama dengan Miss Merry, Pak Alva dan MRI untuk menjadi seorang coach, saya pun terpilih. Hingga akhirnya kesempatan berharga tidak terlupakan yang diberikan kepada saya oleh teman-teman MRCA, MRI, Pak Alva dan Miss Merry tentunya, yaitu menjadi. . . PRESIDEN MRCA BATCH 2

Show u What we Got

 

FRIENDS!, tidak terasa sudah hampir satu tahun kami melewati hari-hari sebagai Merry Riana Campus Ambassadors batch 2.

Selama satu tahun ini begitu banyak kegiatan-kegiatan seru yang kami ikuti, mulai dari pertemuan rutin tiap bulan, outing, charity, menghadiri book launch Langkah Sejuta Suluh, project sales, sampai yang paling luar biasa adalah mengadakan event seminar Indonesia Inspire Conference (IIC), dan yang terakhir dan yang paling ditunggu-tunggu tentunya Camp yang akan diadakan pada bulan desember nanti sekaligus sebagai perpisahan kami dengan kakak MRI dan Miss Merry, Pak Alva tentunya.

 

Kami ingin mengulas kembali momen-momen terindah selama kami berada di MRCA batch 2.

Monthly Meeting :

Ini adalah pertemuan rutin kami tiap bulan. Di setiap bulannya, kami belajar hal-hal baru dari materi yang dibawakan oleh Miss Merry. Tidak hanya mendengarkan materi saja, Miss Merry juga mengajak kami bermain games sehingga pembelajaran menjadi lebih seru.

 

Outing :

Outing merupakan program rutin MRCA, outing kali ini bertempat di Taman Jogging Kelapa Gading, Jakarta. Kami diberi games seru dan harus menyelesaikan misi tertentu selama outing berlangsung, kami bersaing secara sportif sesama house. Kegiatan ini sangat menyenangkan.

 

Project LSS :

Setelah menghadiri peluncuran buku Miss Merry yang terbaru yaitu Langkah Sejuta Suluh, kami dipercaya untuk menjual buku tersebut melalui project sales. Disini kami belajar praktek langsung bagaimana caranya menjual suatu produk. Kami sangat bangga, karena hasil penjualannya tidak mengecewakan.

 

Charity :

Selain mendapatkan ilmu, kami juga berbagi. Kami mengikuti program rutin MRCA lainnya yaitu Charity. Kami mengunjungi panti tuna grahita di jakarta barat. Disana kami membawa keceriaan dengan mengadakan games seru bersama teman-teman panti. Indahnya berbagi sangat kami rasakan saat kami mengikuti kegiatan ini.

 

Seminar :

Lagi-lagi kami sangat beruntung, karena kali ini kami dipercaya untuk berpartisipasi dalam program yang besar, yaitu seminar. Seminar ini menghadirkan 4 pembicara hebat. Disini kami belajar bagaimana caranya mengadakan suatu event besar dimana melibatkan lebih dari 2500 orang peserta yang hadir.

 

Itu tadi sedikit keseruan kami selama satu tahun, masih ada yang tidak kalah seru yaitu CAMP yang menjadi akhir dari rangkaian seluruh kegiatan MRCA Batch 2 ini, kami semua tentunya sangat tidak sabar menantikannya.

 

Nah, dibalik semua rangkaian kegiatan seru MRCA, tentu ada orang-orang berjasa dibaliknya. Di MRCA kami memiliki Executive Committee atau yang biasa disebut dengan Exco yang membawahi beberapa divisi yang ada di MRCA, selain itu ada juga House Chief yang membawahi setiap house di MRCA ini. Siapa aja sih mereka?

 

President : Abang Adry M Firmansyah

Vice President : Cindy Owada

Exco Event : Filemon Michael

Exco event memberikan kesempatan bagi MRCA yang senang mengorganisir suatu event. Exco ini bertanggung jawab kepada seluruh kegiatan yang ada di MRCA, seperti Outing, Charity, dan Seminar.

 

Exco Operation : Liesa Kanisius (Sisca Utami)

Exco Operation sangat cocok bagi MRCA yang suka akan sesuatu yang detail dan berhubungan dengan administrasi. Karena Exco ini nantinya akan bertugas mengurus semua data dan administrasi MRCA sekaligus mengurus kegiatan Monthly Meeting MRCA.

 

Exco Publication : Eka Fitriyani

Untuk MRCA yang menyukai dunia menulis dan jurnalistik, Exco Publication lah tempatnya. Karena disini MRCA akan belajar soal membuat tulisan, editing, sampai desain. Tugas pokok Exco ini adalah menerbitkan newsletter FRIENDS setiap bulannya, dan menerbitkan satu majalah per tahun.

 

Exco Sponsorship : Grace Tania

Nah, kalau MRCA ingin mendapatkan banyak relasi juga ingin belajar lebih banyak cara mendapatkan sponsor, MRCA bisa masuk ke Exco Sponsorship nih. Exco ini bertugas untuk mencari sponsor yang mau beriklan di newsletter maupun majalah MRCA, juga menjadi sponsor dalam event-event yang ada di MRCA.

 

Exco Merchandise : Charlie Coulson

Sama-sama berhubungan dengan uang seperti Exco Sponsorship, exco yang satu ini juga mengajarkan MRCA mendapatkan uang tapi dengan cara yang berbeda. Exco yang baru dibentuk perdana ini memproduksi barang-barang souvenir yang berhubungan dengan MRCA yang kemudian dijual dan kemudian hasilnya bisa dipakai untuk mendanai kegiatan MRCA.

 

Exco Social Media : Stella Oktaviani

Buat MRCA yang suka sekali dengan dunia sosial media, cocok banget masuk Exco ini. Exco Social Media adalah tim yang berada dibalik akun twitter, instagram, facebook, website, dan youtube Komunitas MRCA.

 

Exco TV Research : Jessica Theresia

Setiap anggota MRCA memiliki tugas untuk mewawancarai Role Modelnya masing-masing yang nantinya harus dibuat juga artikelnya. Nah, Exco yang bertanggung jawab dalam tugas ini adalah TV Research, selain itu mereka juga bertugas dalam mengatur jadwal shooting, properti, tema script, dan segala hal yang berhubungan dengan program Friends Of Merry Riana yang juga dikerjakan oleh tim TV Production.

 

Exco TV Production : Cornelia Yang

Seperti yang sebelumnya disebutkan, bahwa Exco TV Research berhubungan dengan Exco yang satu ini. Nah tugasnya Exco ini adalah memproduksi acara TV atau Radio yaitu Friends Of Merry Riana yang bisa bekerja sama dengan TV/Radio Online atau Kampus di jakarta. Dimana setiap anggotanya akan terlibat langsung dalam pembuatan script, presenting, sampai pada proses shooting atau tapingnya. Seru kan!

 

Exco Documentation : Cindy Owada

Buat MRCA yang gemar dunia fotografi, mungkin bisa mencoba untuk masuk di Exco ini. Ini adalah Exco yang berjasa dalam mengabadikan setiap momen yang ada di MRCA, juga membuat video profile di akhir periode setiap MRCA.

 

Exco Membership : Melinda Paramitha

Untuk memastikan agar member MRCA selanjutnya lebih banyak dan lebih berkualitas adalah tugas Exco yang satu ini. Di setiap angkatan, Exco ini bertanggung jawab untuk segala urusan yang berhubungan dengan perekrutan MRCA selanjutnya. Selain itu juga memperkenalkan MRCA dengan mengadakan MRCA Goes To Campus.

 

Selain ada Executive committee, ada juga House Chief, Siapa aja Mereka?

 

House Funtastic : Chai Yun

House Rhythm : Abang Adry

House Istimewa : Matius Mico

House Exclusive : Marinna Halim

House Network : Andy

House Domino : Jean Geisena

House Shiny : Khezia Stevi L

Jan 16

MRCA : My Inspiration

Posted at 12.17 PM | No Comments | POST A COMMENT

Kepemimpinan Gaya Ahok

 

Sosok yang baru muncul beberapa tahun belakangan ini seringkali mengundang kontroversi tersendiri, baik dari perkataannya maupun kebijakan yang ia telah ambil. Bahkan kehadirannya di kancah politik saja sudah membawa nuansa baru. Bagaimana tidak, etnisnya yang jarang ditemui di tengah-tengah lingkungan politik membuatnya mudah menjadi sorotan publik. Pria berdarah tionghoa yang berasal dari Bangka Belitung ini mengawali karirnya di lingkungan bisnis. Bisnis tersebut membawanya pada kesuksesan dan membuat orang lain berpikir bahkan mencurigai kehadirannya di politik karena buat apa masuk politik yang dikenal kotor kalau sudah punya bisnis yang berhasil dan bahkan menghasilkan pendapatan yang lebih banyak dibanding terlibat dalam pemerintahan. Sosok ini dikenal dengan sebutan Ahok. Kepemimpinannya di kancah pemerintahan membuatnya menjadi sosok inspirasi bagi saya. Semua orang ingin dan mengejar kekuasaan, tetapi sikap Pak Ahok dalam memimpin membuat saya berpikir ulang tentang arti kepemimpinan yang sesungguhnya. Berikut petikan wawancara saya dengan beliau soal Leadership atau Kepemimpinan.

Secara pribadi saya sangat terinspirasi dengan model kepemimpinan bapak. Harapan saya, lewat wawancara ini banyak anak muda yang akan terberkati dan termotivasi untuk menjadi pemimpin yang lebih baik bagi Indonesia. Menurut bapak secara pribadi, definisi pemimpin itu apa?

Seorang manusia biasa yang kebetulan mendapat amanah berat untuk membawa masyarakatnya ke arah yang lebih baik, dilaksanakan dengan sungguh-sungguh tanpa memperhitungkan pamrih dan konsisten antara perkataan dengan ucapannya, karena seorang pimpinan harus menjadi panutan bagi yang dipimpinnya.

 

Adakah panutan atau contoh yang bapak jadikan inspirasi dalam kepemimpinan bapak selama ini? Mengapa memilih orang tersebut?

Orangtua saya. Bapak dan ibu saya adalah contoh nyata untuk saya betapa kerja keras merupakan modal paling utama dalam kehidupan ini.

Muda. Nekat. Setuju atau tidak dengan pernyataan ini?

Tergantung konteksnya, tapi pada dasarnya kita perlu perhitungan yang baik dalam tiap tindakan kita, nekat juga kadang perlu tapi jangan sampai kenekatan itu menjadi kontraproduktif. Tapi mungkin saya bukan orang yang tepat untuk menjadi contoh dalam hal ini karena saya juga orangnya kadang ngomong dulu baru mikir hehehe

Menurut bapak, apa yang perlu dilakukan anak muda di Indonesia untuk bisa menjadi seorang pemimpin?

Memiliki dan memegang teguh idealismenya. Jadi pribadi yang penuh tangungjawab mulai dari hal yang kecil di kehidupan sehari-hari. Karena pengalaman dari hal yang kecil itu akan menempa kita untuk menghadapi sesuatu yang besar di masa mendatang.

Apa harapan bapak bagi pemimpin-pemimpin baru di Indonesia untuk masa yang akan datang? Mungkin, nilai-nilai seperti apa yang seharusnya mereka miliki?

Tiap masa memiliki tantangannya sendiri. Namun yang pasti kita butuh sosok negarawan yang rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Seorang yang takut kepada Tuhan, yang konsisten antara kata dan perbuatan. Dan juga memiliki keberanian untuk menghadapai masalah yang ada di depannya. Menurut saya, keberanian tersebut hanya bisa dimiliki oleh orang yang tidak punya kepentingan pribadi dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin.

 

 

Selama bapak terlibat dalam pemerintahan tentu ada kesulitan-kesulitan yang bapak telah alami. Situasi tersulit apakah yang pernah bapak alami? Bagaimana cara bapak, sebagai seorang pemimpin mengatasinya?

Masalah tentu banyak dan akan terus ada, tinggal bagaimana kita sebagai pemimpin untuk menyikapinya dan mencari solusi yang terbaik. Hal itu hanya bisa jika kita tidak punya kepentingan dan maksud pribadi yang tersembunyi. Selama kita bekerja dengan baik dan ikhlas, Tuhan pasti akan selalu menolong kita.

Pesan-pesan bapak untuk anak muda di Indonesia?

Masa muda adalah masa penting dalam kehidupan manusia. Gunakan waktu kalian dengan baik, sibukkan diri kalian dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, jangan alergi terhadap politik, sadari hak-hak kalian sebagai warga Negara agar tetap kritis dan dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan Negara.

Hal-hal yang saya pelajari dari pola kepemimpinan Pak Ahok yang paling utama adalah keberanian, tidak punya kepentingan pribadi, konsisten, tanggung jawab dalam hal-hal kecil, dan takut akan Tuhan. Penting bagi seorang pemimpin untuk tidak hanya terbuai dengan kekuasaan yang ada. Seperti yang dikatakan Pak Ahok tadi, pemimpin itu memegang amanah yang berat, jadi menjadi pemimpin sama saja dengan memegang tanggung jawab yang besar, walaupun kendali atas orang-orang yang dipimpin juga besar.

Pemimpin juga harus berani menjadi orang pertama yang mengakui kesalahan. Tidak hanya senang dengan pujian, tapi juga dengan lapang dada menerima kritikan dari orang lain. Selama yang dilakukan bertentangan dengan kewajiban yang harus dikerjakan, seorang pemimpin wajib bersikap tegas terhadap sebuah pelanggaran.

 

Hal ini pula yang menjadi beban seorang pemimpin, karena pemimpin secara otomatis menuntut bawahannya bekerja dengan baik dan jujur, tetapi apakah pemimpinnya juga berbuat demikian. Hanya pemimpin yang tidak mempunyai kepentingan saja yang bisa berkata dan bertindak benar. Sebelum Pak Ahok menduduki posisi pemimpin, beliau pun dibentuk dan diproses dalam hal – hal kecil yang menjadi tanggung jawabnya. Maka dari itu, beliau berpesan untuk anak – anak muda Indonesia agar tidak hanya mengejar karir sebagai pemimpin namun enggan melalui proses yang ada. Ketika kita setia dengan perkara kecil maka perlahan namun pasti kita akan dipercayakan sesuatu yang lebih besar lagi.

Konsisten juga menjadi salah satu hal yang saya kagumi dari sosok Pak Ahok. Dari hari pertama ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, ia senantiasa menunjukkan konsistensinya dalam menyelenggarakan program-program yang menyejahterakan masyarakat. Seperti yang beliau katakan, seorang pemimpin harus konsisten antara perkataan dan perbuatan. Hal itu juga yang beliau terapkan dalam pekerjaannya. Ketika ia berharap agar para bawahannya dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, maka dialah yang memulai dan menerapkan tanggung jawab tersebut dalam pekerjaannya. Intinya adalah, bila kita meminta orang lain untuk melakukan A, maka kitalah yang terlebih dahulu perlu melakukan A tersebut.

Hal terakhir yang sangat mengena di benak saya tentang sosok kepemimpinan Pak Ahok adalah soal takut akan Tuhan. Tidak henti-hentinya beliau menyatakan hal ini, bahwa seseorang yang takut akan Tuhan pasti bekerja dengan penuh kejujuran. Walaupun tidak ada orang yang melihat, namun saat seseorang tahu ada sepasang mata yang melihat apa yang kita lakukan, maka dapat dipastikan, orang tersebut akan bekerja dengan penuh integritas. Menjadi pengalaman yang luar biasa dan tidak dapat dilupakan ketika saya mendapat kesempatan untuk mendoakan beliau secara langsung supaya beliau dapat lebih luas lagi memberikan inspirasi dan contoh keteladanan seorang pemimpin yang sesungguhnya.

Pengalaman saya bertemu secara langsung dengan Pak Ahok bukanlah sekedar pengalaman seorang fans bertemu dengan bintang pujaannya. Bahkan lebih dari pada sekedar meminta foto bersama, saya jadi terjun melihat langsung bahwa pemberitaan atau image yang ditampilkan media mengenai sosok Ahok itu tidak semuanya benar. Secara pribadi pada saat saya bertemu dengan beliau saya melihat dan merasakan semangat kerja tanpa pamrih yang beliau miliki. Ia tidak se’galak’ yang saya bayangkan, malah beliau terkesan ramah dan menyenangkan. Kebijakan – kebijkan yang beliau laksanakan memang seringkali terlihat kejam, namun sebenarnya itulah yang dinamakan ketegasan seorang pemimpin. Pada akhirnya juga semua yang ia kerjakan adalah untuk kebaikan orang – orang yang dipimpinnya.

Tidak bisa dipungkiri, sekalipun sebagai seorang pemimpin telah melakukan yang terbaik, tetap saja tidak bisa menyenangkan semua orang. Maka dari itu haram hukumnya untuk melakukan kecurangan demi menyenangkan beberapa pihak saja, karena pada akhirnya tetap saja ada pihak yang dirugikan dengan perbuatan tersebut. Kalau sama – sama tidak dapat menyenangkan semua pihak, jauh lebih baik untuk tetap melakukan apa yang benar. Pada akhirnya orang juga akan melihat siapa yang tulus dan siapa yang melakukannya hanya untuk kepentingan pribadi semata. Maju Terus Pak Ahok! Buat sejarah yang lebih mengagumkan lagi bagi Indonesia, tanah air tercinta!

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article
  • IMG-20170417-WA0007

    Lowongan Kerja: Video Editor

    Hallo, Saya Mariani. Di MRI (PT Merry Riana Indonesia), saya bertugas sebagai Executive HR Officer.   Apakah Anda merupakan seseorang [ + ]