Article
Apr 28

Cinta Tanpa Syarat – Pepeng & Tami

Posted at 12.55 PM | 1 Comment | POST A COMMENT

“Cinta Tanpa Syarat”

 Mencintai haruslah total dari jiwa, hati, dan akal budi. Ketiga hal ini tentu tidak boleh dipisah-pisahkan atau hanya dilakukan salah satunya. Kalau berbicara soal cinta, seringkali orang memperlakukannya dengan rumus-rumus yang wajib dipenuhi. Saya mencintai kamu kalau kamu cantik, kalau kamu pintar, kalau kamu sukses, kalau kamu memberikan perhatian dan cinta yang sama besarnya. Mencintai pasangan sering disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang kita terima. Kalau dia perhatian, saya baru akan perhatian. Kalau dia peduli, baru saya akan peduli. Akhirnya makna cinta sesungguhnya pun bergeser 180 derajat. Cinta menjadi bersyarat dan penuh peraturan rumit untuk dijalani.

Cinta yang mestinya dijalani oleh setiap makhluk insan adalah cinta tanpa syarat, seperti cinta yang Merry pelajari dari pasangan Pepeng, Tami. 1 jam bercengkrama bersama mereka, membuat Merry tambah memahami makna cinta yang sesungguhnya, cinta yang tak kenal syarat, cinta yang tak rapuh karena kondisi maupun situasi.

Pepeng adalah salah satu komedian Sersan Prambors, yang mengawali karirnya ketika ia memenangkan Lomba Lawak Mahasiswa pada tahun 1978 sebagai juara pertama. Sebelum menderita penyakit Multiple Sclerosis, nama Pepengmencuat dimasyarakat sebagai seorang pembawa acaraTV program “Jari-Jariiii..” di RCTI dengan ciri khasnya yang unik.

Pernikahan Pepeng dan Tami sudah menginjak 30 tahun. Dan sudah selama 8 tahun mereka terpaksa menghabiskan waktu berdua di dalam sebuah kamar yang ia sebut dengan ‘goa’. Kata ‘bosan’ menjadi kata yang tepat untuk dideskripsikan oleh Mas Pepeng atas perasaannya yang harus terpaksa terkukung dalam kamar sepanjang hari. Tapi apa boleh buat, Mas Pepeng memang tidak punya pilihan lain selain mendekam di dalam goa, karena kelumpuhann dari bagian pinggang ke kakinya.

Keteguhan Pepeng membuat Merry terkagum-kagum. Fisik Pepeng memang terlihat sakit, namun itu tak lantas menjadi alasan baginya untuk berhenti berkarya. Ia sadar bahwa masih banyak sekali hal yang bisa dilakukan, salah satunya dengan dengan menulis dan membawakan acara, meski tempat tidur membatasi ruang geraknya.

Beruntung Pepeng senantiasa ditemani oleh Tami yang selalu setia membantu semua kebutuhannya. Merry benar-benar menemukan cinta tanpa syarat dari keharmonisan mereka berdua. Bagi Pepeng, apa yang mereka jalani ini bukan hanya sekedar cinta tapi sebuah komitmen. Komitmen yang membuatnya bukan hanya belajar bagaimana jatuh cinta, tapi sama-sama membangun cinta dari waktu ke waktu bersama Tami.

Keputusan untuk mencintai pasangan tanpa syarat tentu ada ditangan kita masing-masing. Memutuskan untuk berumah tangga memang tidak menjamin Anda akan terus bersama dengan pasangan yang kita nikahi. Mengarungi rumah tangga juga tidak menjamin bahwa Anda akan merasakan perasaan yang sama ketika jatuh cinta dulu. Apalagi bila cintanya dijalani dengan syarat, yang tentu akan mudah pudar ketika syarat-syaratnya hilang.

Berada di posisi Pepeng tentu sangat tidak mudah. Rasa sakit pada bagian tubuhnya bisa kapan saja menyerang tanpa permisi. Tapi Pepeng tetap berjiwa besar dan menerima keadaan dirinya sebagai mukjizat.

Dalam hidup, cobaan mungkin akan diijinkan datang menghampiri Anda. Bukan mengeluh, bukan kecewa, bukan berhenti melangkah yang harus kita lakukan, tapi menerimanya dan meminta pertolongan dari Tuhan.

Bagi Pepeng hidup selalu merasa harus belajar. Pepeng yang sejak kecil dikenal oleh ibunya sebagai anak yang tidak mudah sabar, kini lebih menghargai setiap detik dalam hidupnya sebagai kesempatan untuk belajar bersabar lebih banyak lagi.

Ornamen-ornamen karikatur yang terpajang disetiap sudut tembok kamar Mas Pepeng, memang membuat suasana terasa hangat. Tapi sebenarnya ada 1 hal lagi yang selalu membuat Pepeng tidak pernah patah semangat, yaitu sosok Tami yang selalu setia disampingnya.

Tuhan menciptakan wanita sebagai penolong bagi pria. Mungkin kata-kata itulah yang tepat untuk menggambarkan pengorbanan Tami selama merawat Pepeng. Tami sadar bahwa ia bukan Tuhan yang bisa menyembuhkan penyakit, tugas ia hanyalah merawat Pepeng.

Kepada Merry, Tami membagikan cara unik dalam membesarkan ke 4 anak laki-lakinya hingga bertumbuh menjadi pria yang dewasa dan matang seperti sekarang ini. Tami selalu berdongeng dan bercerita tentang sosok Pepeng kepada anaknya ketika mereka kecil. Dengan cara itu, semua anak-anak mereka tidak pernah merasa jauh dari tokoh Bapaknya.

Tetap fun dan rileks, itu juga yang selalu Pepeng dan Tami tanamkan pada anak-anaknya dalam menjalani kerasnya hidup. Memang akan selalu ada hal yang baik dan hal yang buruk, tapi Pepeng selalu percaya bahwa Tuhan menginjinkan persoalan hidup lengkap dengan jalan keluarnya.

Melakukan kesalahan adalah keadaan yang normal bagi setiap manusia. Karena tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Namun hal yang terpenting adalah mau belajar dari kesalahan untuk mendapatkan hidup yang lebih baik.

Merry makin sangat salut dengan Pepeng, meski dalam keadaan sakit ia masih bersemangat dan selalu ceria. Begitupula dengan Tami, yang dengan ketulusan dan kesetiaannya menemani Pepeng.

Lewat ketegaran pasangan Pepeng dan Tami, Merry pun kembali dikuatkan. “The greatest gift that you can give to your loved one is the gift of unconditional love.” Kata Merry menutup The Merry Riana Show hari ini.

 

The Merry Riana Show

15 Februari 2013

Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

One Response

  1. Menciptakan cinta tanpa syarat pada pasangan lebih sulit dibanding menciptakan cinta tanpa syarat pada anak 😉

Post a comment

Post a comment to Cinta Tanpa Syarat – Pepeng & Tami

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article
  • WhatsApp Image 2017-01-18 at 13.54.01

    Lowongan Kerja TRAINER

    Hallo, Saya Mariani, Executive HR Officer di MRI (PT Merry Riana Indonesia). Salah satu cara untuk membangun generasi yang lebih [ + ]