Article
Jan 16

MRCA : My Inspiration

Posted at 12.17 PM | No Comments | POST A COMMENT

Kepemimpinan Gaya Ahok

 

Sosok yang baru muncul beberapa tahun belakangan ini seringkali mengundang kontroversi tersendiri, baik dari perkataannya maupun kebijakan yang ia telah ambil. Bahkan kehadirannya di kancah politik saja sudah membawa nuansa baru. Bagaimana tidak, etnisnya yang jarang ditemui di tengah-tengah lingkungan politik membuatnya mudah menjadi sorotan publik. Pria berdarah tionghoa yang berasal dari Bangka Belitung ini mengawali karirnya di lingkungan bisnis. Bisnis tersebut membawanya pada kesuksesan dan membuat orang lain berpikir bahkan mencurigai kehadirannya di politik karena buat apa masuk politik yang dikenal kotor kalau sudah punya bisnis yang berhasil dan bahkan menghasilkan pendapatan yang lebih banyak dibanding terlibat dalam pemerintahan. Sosok ini dikenal dengan sebutan Ahok. Kepemimpinannya di kancah pemerintahan membuatnya menjadi sosok inspirasi bagi saya. Semua orang ingin dan mengejar kekuasaan, tetapi sikap Pak Ahok dalam memimpin membuat saya berpikir ulang tentang arti kepemimpinan yang sesungguhnya. Berikut petikan wawancara saya dengan beliau soal Leadership atau Kepemimpinan.

Secara pribadi saya sangat terinspirasi dengan model kepemimpinan bapak. Harapan saya, lewat wawancara ini banyak anak muda yang akan terberkati dan termotivasi untuk menjadi pemimpin yang lebih baik bagi Indonesia. Menurut bapak secara pribadi, definisi pemimpin itu apa?

Seorang manusia biasa yang kebetulan mendapat amanah berat untuk membawa masyarakatnya ke arah yang lebih baik, dilaksanakan dengan sungguh-sungguh tanpa memperhitungkan pamrih dan konsisten antara perkataan dengan ucapannya, karena seorang pimpinan harus menjadi panutan bagi yang dipimpinnya.

 

Adakah panutan atau contoh yang bapak jadikan inspirasi dalam kepemimpinan bapak selama ini? Mengapa memilih orang tersebut?

Orangtua saya. Bapak dan ibu saya adalah contoh nyata untuk saya betapa kerja keras merupakan modal paling utama dalam kehidupan ini.

Muda. Nekat. Setuju atau tidak dengan pernyataan ini?

Tergantung konteksnya, tapi pada dasarnya kita perlu perhitungan yang baik dalam tiap tindakan kita, nekat juga kadang perlu tapi jangan sampai kenekatan itu menjadi kontraproduktif. Tapi mungkin saya bukan orang yang tepat untuk menjadi contoh dalam hal ini karena saya juga orangnya kadang ngomong dulu baru mikir hehehe

Menurut bapak, apa yang perlu dilakukan anak muda di Indonesia untuk bisa menjadi seorang pemimpin?

Memiliki dan memegang teguh idealismenya. Jadi pribadi yang penuh tangungjawab mulai dari hal yang kecil di kehidupan sehari-hari. Karena pengalaman dari hal yang kecil itu akan menempa kita untuk menghadapi sesuatu yang besar di masa mendatang.

Apa harapan bapak bagi pemimpin-pemimpin baru di Indonesia untuk masa yang akan datang? Mungkin, nilai-nilai seperti apa yang seharusnya mereka miliki?

Tiap masa memiliki tantangannya sendiri. Namun yang pasti kita butuh sosok negarawan yang rela berkorban untuk bangsa dan negaranya. Seorang yang takut kepada Tuhan, yang konsisten antara kata dan perbuatan. Dan juga memiliki keberanian untuk menghadapai masalah yang ada di depannya. Menurut saya, keberanian tersebut hanya bisa dimiliki oleh orang yang tidak punya kepentingan pribadi dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin.

 

 

Selama bapak terlibat dalam pemerintahan tentu ada kesulitan-kesulitan yang bapak telah alami. Situasi tersulit apakah yang pernah bapak alami? Bagaimana cara bapak, sebagai seorang pemimpin mengatasinya?

Masalah tentu banyak dan akan terus ada, tinggal bagaimana kita sebagai pemimpin untuk menyikapinya dan mencari solusi yang terbaik. Hal itu hanya bisa jika kita tidak punya kepentingan dan maksud pribadi yang tersembunyi. Selama kita bekerja dengan baik dan ikhlas, Tuhan pasti akan selalu menolong kita.

Pesan-pesan bapak untuk anak muda di Indonesia?

Masa muda adalah masa penting dalam kehidupan manusia. Gunakan waktu kalian dengan baik, sibukkan diri kalian dengan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, jangan alergi terhadap politik, sadari hak-hak kalian sebagai warga Negara agar tetap kritis dan dapat memberikan kontribusi bagi bangsa dan Negara.

Hal-hal yang saya pelajari dari pola kepemimpinan Pak Ahok yang paling utama adalah keberanian, tidak punya kepentingan pribadi, konsisten, tanggung jawab dalam hal-hal kecil, dan takut akan Tuhan. Penting bagi seorang pemimpin untuk tidak hanya terbuai dengan kekuasaan yang ada. Seperti yang dikatakan Pak Ahok tadi, pemimpin itu memegang amanah yang berat, jadi menjadi pemimpin sama saja dengan memegang tanggung jawab yang besar, walaupun kendali atas orang-orang yang dipimpin juga besar.

Pemimpin juga harus berani menjadi orang pertama yang mengakui kesalahan. Tidak hanya senang dengan pujian, tapi juga dengan lapang dada menerima kritikan dari orang lain. Selama yang dilakukan bertentangan dengan kewajiban yang harus dikerjakan, seorang pemimpin wajib bersikap tegas terhadap sebuah pelanggaran.

 

Hal ini pula yang menjadi beban seorang pemimpin, karena pemimpin secara otomatis menuntut bawahannya bekerja dengan baik dan jujur, tetapi apakah pemimpinnya juga berbuat demikian. Hanya pemimpin yang tidak mempunyai kepentingan saja yang bisa berkata dan bertindak benar. Sebelum Pak Ahok menduduki posisi pemimpin, beliau pun dibentuk dan diproses dalam hal – hal kecil yang menjadi tanggung jawabnya. Maka dari itu, beliau berpesan untuk anak – anak muda Indonesia agar tidak hanya mengejar karir sebagai pemimpin namun enggan melalui proses yang ada. Ketika kita setia dengan perkara kecil maka perlahan namun pasti kita akan dipercayakan sesuatu yang lebih besar lagi.

Konsisten juga menjadi salah satu hal yang saya kagumi dari sosok Pak Ahok. Dari hari pertama ia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta, ia senantiasa menunjukkan konsistensinya dalam menyelenggarakan program-program yang menyejahterakan masyarakat. Seperti yang beliau katakan, seorang pemimpin harus konsisten antara perkataan dan perbuatan. Hal itu juga yang beliau terapkan dalam pekerjaannya. Ketika ia berharap agar para bawahannya dapat bekerja dengan penuh tanggung jawab, maka dialah yang memulai dan menerapkan tanggung jawab tersebut dalam pekerjaannya. Intinya adalah, bila kita meminta orang lain untuk melakukan A, maka kitalah yang terlebih dahulu perlu melakukan A tersebut.

Hal terakhir yang sangat mengena di benak saya tentang sosok kepemimpinan Pak Ahok adalah soal takut akan Tuhan. Tidak henti-hentinya beliau menyatakan hal ini, bahwa seseorang yang takut akan Tuhan pasti bekerja dengan penuh kejujuran. Walaupun tidak ada orang yang melihat, namun saat seseorang tahu ada sepasang mata yang melihat apa yang kita lakukan, maka dapat dipastikan, orang tersebut akan bekerja dengan penuh integritas. Menjadi pengalaman yang luar biasa dan tidak dapat dilupakan ketika saya mendapat kesempatan untuk mendoakan beliau secara langsung supaya beliau dapat lebih luas lagi memberikan inspirasi dan contoh keteladanan seorang pemimpin yang sesungguhnya.

Pengalaman saya bertemu secara langsung dengan Pak Ahok bukanlah sekedar pengalaman seorang fans bertemu dengan bintang pujaannya. Bahkan lebih dari pada sekedar meminta foto bersama, saya jadi terjun melihat langsung bahwa pemberitaan atau image yang ditampilkan media mengenai sosok Ahok itu tidak semuanya benar. Secara pribadi pada saat saya bertemu dengan beliau saya melihat dan merasakan semangat kerja tanpa pamrih yang beliau miliki. Ia tidak se’galak’ yang saya bayangkan, malah beliau terkesan ramah dan menyenangkan. Kebijakan – kebijkan yang beliau laksanakan memang seringkali terlihat kejam, namun sebenarnya itulah yang dinamakan ketegasan seorang pemimpin. Pada akhirnya juga semua yang ia kerjakan adalah untuk kebaikan orang – orang yang dipimpinnya.

Tidak bisa dipungkiri, sekalipun sebagai seorang pemimpin telah melakukan yang terbaik, tetap saja tidak bisa menyenangkan semua orang. Maka dari itu haram hukumnya untuk melakukan kecurangan demi menyenangkan beberapa pihak saja, karena pada akhirnya tetap saja ada pihak yang dirugikan dengan perbuatan tersebut. Kalau sama – sama tidak dapat menyenangkan semua pihak, jauh lebih baik untuk tetap melakukan apa yang benar. Pada akhirnya orang juga akan melihat siapa yang tulus dan siapa yang melakukannya hanya untuk kepentingan pribadi semata. Maju Terus Pak Ahok! Buat sejarah yang lebih mengagumkan lagi bagi Indonesia, tanah air tercinta!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to MRCA : My Inspiration

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article
  • WhatsApp Image 2017-01-18 at 13.54.01

    Lowongan Kerja TRAINER

    Hallo, Saya Mariani, Executive HR Officer di MRI (PT Merry Riana Indonesia). Salah satu cara untuk membangun generasi yang lebih [ + ]