Article
Jul 11

MRCA Role Model : Sukses Karena Mimpi (Choky Sitohang)

Posted at 04.50 PM | No Comments | POST A COMMENT

“Sukses itu ada di diri kamu sendiri. Ketika kamu berjalan, kamu berlari, maka sukses itu juga berjalan dan berlari bersama kamu.”

Itu adalah jawaban Kak Choky Sitohang, yang kutemui di Starbucks, Pasific Place pada tanggal 7 Maret 2014 lalu ketika aku meminta Kak Choky untuk menyemangati anak muda di Indonesia. Aku tidak mengira akan bertemu dengan Kak Choky di sana, karena memang sebelumnya belum ada perjanjian tempat untuk mewawancarai Kak Choky. Merasa kebetulan bisa bertemu, tapi bagi-Nya tidak ada yang kebetulan. Ini sudah bagian dari rancangan Tuhan untukku. Pertemuanku dengan Kak Choky menambah pengetahuanku tentang betapa pentingnya bersyukur, komitmen, dan pantang menyerah dalam mengejar mimpi.

 

Binsar Choky Victory Sitohang adalah nama lengkap pria berdarah Batak yang lahir di Bandung pada tanggal 10 Juli 1982, dan lebih dikenal dengan panggilan Choky Sitohang. Kak Choky, begitulah panggilanku ketika mewawancarainya, adalah anak pertama dari tiga bersaudara dan satu-satunya anak laki-laki dalam keluarga. Kak Choky berasal dari keluarga yang sederhana.

 

Sejak kecil Kak Choky sudah memiliki impian untuk menjadi seorang tentara. Namun impian ini berubah seiring bertambahnya usia. Pada usia 15-16 tahun, impian Kak Choky berubah. Ia ingin menjadi pembawa acara, karena Kak Choky melihat banyak pembawa acara yang sangat inspiratif. Hal inilah yang membuat Kak Choky tidak jadi masuk ke akademi militer, tetapi justru memilih untuk berkuliah di Universitas Katolik Parahyangan, Bandung. Di sinilah awal karir Kak Choky di mulai.
 
Kak Choky memulai karirnya pada tahun 1999 sebagai seorang penyiar radio Oz yang berfrekuensi di 103.1 FM. Dengan menjadi penyiar radio ini, Kak Choky banyak mempelajari tentang public speaking untuk pertama kalinya. Karena kesukaannya pada dunia broadcasting membuat Kak Choky betah menjadi penyiar radio selama 3 tahun. Namun sangat disayangkan, akibat krisis moneter tahun 1998 membuat usaha orangtua Kak Choky menjadi anjlok. Kak Choky terpaksa harus berhenti kuliah karena biaya yang sudah mahal. Ibu Kak Choky pun juga menyarankannya untuk pergi ke Jakarta. Karena kebutuhan ekonomi tersebut, di tahun 2002, Kak Choky pergi ke Jakarta.
 
Sesampainya di Jakarta, Kak Choky mencari pekerjaan untuk biaya hidupnya. Kak Choky melamar ke semua stasiun televisi di Jakarta. Ternyata Kak Choky diterima oleh divisi pemberitaan di salah satu stasiun televisi dan jadilah Kak Choky seorang jurnalis televisi.

 

Tidak ada cita-cita atau niat untuk menjadi seorang wartawan sebelumnya. “Saya mengira dulu itu sebagai sebuah kecelakaan, tapi ternyata tidakk. Bagi Tuhan tidakk ada yang kecelakaan, tidakk ada yang kebetulan,” kata Kak Choky sambil bersyukur pernah menjadi wartawan.

 

Selama 3 tahun Kak Choky bekerja sebagai wartawan, mulai dari wartawan sosial, ekonomi, sampai politik. Tidak mudah bagi Kak Choky menjadi wartawan untuk pertama kalinya. Kak Choky harus belajar dengan tekun, belajar menulis, harus beradaptasi dengan lingkungan baru, dan harus selalu memperkaya diri, apalagi dulu Kak Choky memang tidak suka menulis. Tetapi Kak Choky mau berusaha terus dan terus, sehingga lama kelamaan Kak Choky pun semakin memiliki banyak pengetahuan dan menambah rasa percaya dirinya.

 

Tahun 2005, akhirnya Kak Choky memutuskan untuk keluar dari profesinya sebagai wartawan. Menjadi wartawan bukanlah cita-cita awal Kak Choky. “Masih ingat kan apa cita-cita saya? Saya ingin menjadi seorang presenter, seorang pembawa acara. Saya tidak akan bisa menjadi presenter suatu acara kalau saya tetap menjadi wartawan,” jawab Kak Choky dengan penuh keyakinan. Aku pun tertegun mendengar apa yang dikatakan Kak Choky. Kak Choky rela meninggalkan profesinya sebagai wartawan, yang sudah jelas merupakan pekerjaan dengan gaji yang bagus, demi mengejar mimpinya. Kata Kak Choky, “Saya harus memilih dan akhirnya saya memutuskan untuk mengejar mimpi sebagai pembawa acara di TV atau on-air.”

 

Keinginannya untuk mengejar mimpi membuat Kak Choky tidak pantang menyerah. Kak Choky mulai belajar casting. Semua iklan, casting di setiap production house diikuti. Tidak jarang juga Kak Choky mengambil semua pekerjaan yang memberikan penghasilan.

 

Perjalanan Kak Choky menjadi seorang presenter mulai dari tahun 2005 adalah perjalanan yang panjang. Kak Choky mengalami banyak kegagalan dan membuat Kak Choky terus mencoba,mencoba, dan mencoba dengan penuh semangat. Kak Choky percaya kegagalan-kegagalan yang digabungkan itu akan berhasil pada waktunya.

 

Memang betul apa yang dipercayai Kak Choky. Di tahun 2007, Kak Choky mulai dikenal oleh orang-orang karena program TV yang dibawakan Kak Choky mengenalkannya pada audience yang lebih banyak dan lebih nasional. Kak Choky penah menjadi presenter program Good Morning on The Weekend di TransTV, StarDut, Happy Song dan Take Me Out di Indosiar.
Ada satu cerita Ka Choky yang sempet membuatku merinding mendengarnya. Ketika karir Ka Choky yang sedang naik daun, tiba-tiba Ka Choky ambruk. Ka Choky divonis oleh dokter terkena penyakit hepatitis dan selama 4 bulan Ka Choky harus bed rest. Dengan kondisinya yang sakit seperti ini, Tuhan ingin menyadarkan Ka Choky untuk kembali ke jalan-Nya, karena pada waktu itu Ka Choky tau bahwa dirinya sudah jauh dari Tuhan. Setelah pulih dari sakitnya, ada rasa takut yang menghantui Ka Choky. Ia takut kalau-kalau ia tidak dapat lagi sukses, tetapi Tuhan mengingatkan. “Lakukanlah apa yang menjadi bagianmu dan Aku akan melakukan bagian-Ku,” itulah suara yang didengar oleh Ka Choky dan suara itu juga yang menguatkannya untuk tetap maju dan bisa menjadi sukses sampai sekarang.
Selain sebagai seorang presenter, Kak Choky juga seorang public speaking coach di sekolah public speaking yang dibangunnya. Kak Choky juga seorang entrepreneur dengan membuka usaha toko roti di salah satu mall di Jakarta Barat. Dan inilah yang disyukuri oleh Kak Choky atas jalan yang sudah dibukakan Tuhan untuknya. Bahkan dengan begini, Kak Choky bisa menemukan potensi baru dalam dirinya. Kesuksesan Kak Choky ini membuatku kagum mendengarnya dan semakin penasaran dengan hal-hal lain dalam kehidupan Kak Choky.

 

Begitu banyak kesuksesan yang sudah Kak Choky dapatkan membuatku ingin tau siapa saja orang-orang yang memotivasi dan menginspirasi Kak Choky. Buat Kak Choky, inspirasi pertamanya adalah orang tuanya. Ketekunan dan keuletannya didapatkan dari orangtuanya, serta hati yang mengasihi keluarga diwarisi oleh ayahnya. Kata Kak Choky soal ayahnya, “Meskipun ayah saya tidak memiliki pekerjaan tetap, tapi pekerjaan-pekerjaan baik yang dilakukannya semuanya didedikasikan untuk keluarga.” Hal inilah yang membuatku tidak heran kalau Kak Choky sangat memprioritaskan orangtua. Inspirasi kedua Kak Choky adalah kedua adik perempuannya. Kedua adiknya ini menjadi motivasi Kak Choky untuk bekerja. Dan lagi-lagi Kak Choky sangat peduli dengan keluarganya, membuatku semakin tertegun mendengar ceritanya. Inspirasi lain yang membuat Kak Choky bisa menjadi presenter terkenal seperti sekarang adalah pembawa-pembawa acara senior seperti Om Bob Tutupoly, Koes Hendratmo, (Alm) Kris Briantoro, Tantowi Yahya, Oprah Winfrey, Jay Leno, Ryan Stiles, sampai Bung Karno dan Obama.
Setiap pembawa acara senior atau public speaker itu memiliki keunikan masing-masing yang bisa dipelajari oleh Kak Choky.

 

Aku mengenal Kak Choky lewat program Take Me Out Indonesia yang disiarkan di Indosiar. Kepiwaiannya membawakan acara membuatku bertanya-tanya bagaimana bisa Kak Choky berbicara begitu lancarnya dan mampu menarik penonton untuk stay on that tv show. Kak Choky pun berbagi tips tentang how to be a good public speaker. “Public speaker tidak bisa mengandalkan spontanitas, ia harus bisa menginspirasi pendengar dan mau mendengarkannya berbicara,” jawab Kak Choky.

 

Ada lima hal penting yang dikatakan oleh Kak Choky, yang pertama Ketahuilah potensi terbesarmu
“Kita sadar akan talenta kita, mencari tahu talenta terbesar kita, lalu dilatih.” Selanjutnya adalah, Berlatih dan bertekun
“Practice makes perfect. Kita tidak akan hebat tanpa latihan, dan kita akan lebih hebat lagi kalau tekun berlatih dan public speaker adalah panggilan kita.” Berwawasan yang cukup, adalah yang ketiga
“Kita mau terbuka menerima segala informasi. Kita menjadi orang jujur dari hatinya dan akan terlihat smart.”
Lalu, Empati. “Seorang public speaker dapat bertahan di puncak dengan karakter yang muncul dari rasa empatinya itu. Empati bisa membedakan kita dengan orang lain, karena kita bisa memberikan kasih kepada orang lain.”
Dan yang terakhir adalah Keterampilan
“Keterampilan yang diasah akan menginspirasi pendengar untuk menjadi seperti kita.”

 

Nobody’s perfect. Sulit buatku percaya kalau waktu kecil Kak Choky adalah orang yang kurang percaya diri. Latar belakang keluarga yang sederhana dan tidak selalu harmonis, membuat Kak Choky kecil merasa minder di antara teman-temannya. Untuk mengatasi perasaan itu, Kak Choky kecil selalu berusaha bersyukur dengan situasi apapun dan membuat Kak Choky tidak mudah kecewa dengan keadaan. Tau akan kelemahannya, Kak Choky mulai mengasah talentanya. Do what he can do rather than think what he can’t do. Kak Choky tidak mau gagal fokus dalam mengejar mimpinya, terus melakukan yang terbaik dan mempercayakan hasilnya kepada Tuhan.

 

Yang kulihat dari sosok Kak Choky adalah orang yang religius dan sangat dekat dengan Tuhan.
Dalam hidup, manusia pasti memiliki prioritas-prioritas hidup. Bagi Kak Choky, ada tiga prioritas, yaitu, Tuhan, Keluarga, dan Pekerjaan. Ketiga prioritas ini tidak boleh ditukar-tukar! Sudah jelas cara Kak Choky Sitohang berbagi waktu dengan Tuhan dari setiap cara Kak Choky bersyukur dan mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.

 

Dalam setiap kesibukannya bekerja, Kak Choky pasti akan meluangkan waktu terbaiknya untuk keluarga. Tidak jarang istri dan anak perempuan Kak Choky ikut menemaninya bekerja.
Kak Choky yang sangat peduli pada anak muda dan mengajak anak muda juga agar tidak takut sukses di usia muda. “Sukses bukanlah tujun akhir hidupmu. Sukses adalah alat untuk mencapai panggilan terbesar dalam hidupmu, yaitu menjadi berguna untuk membangun hidup orang lain, membantu diri mereka dalam menemukan tujuan hidupnya dan menjadi bersyukur kepada Tuhan,” motivasi Kak Choky untukku dan anak muda Indonesia.

 

Benar-benar pengalaman yang tidak terlupakan bisa bertemu dan berbagi cerita dengan Kak Choky Sitohang. Cerita Kak Choky yang inspiratif membuatku semakin tertarik dengan dunia public speaker, apalagi sudah ada tips-tips sukses dari Kak Choky. Aku memimpikan suatu saat nanti dua orang public speaker favoritku, Miss Merry Riana dan Kak Choky Sitohang bersama dalam satu panggung.

“Do the best you can do and let God take care of the rest”
“Lakukan yang terbaik sebisamu dan Tuhan akan melakukan sisanya untukmu.”
-Binsar Victory Choky Sitohang-


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to MRCA Role Model : Sukses Karena Mimpi (Choky Sitohang)

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article
  • WhatsApp Image 2017-01-18 at 13.54.01

    Lowongan Kerja TRAINER

    Hallo, Saya Mariani, Executive HR Officer di MRI (PT Merry Riana Indonesia). Salah satu cara untuk membangun generasi yang lebih [ + ]