Article
Dec 30

MRCA Updates – William Hendarming

Posted at 10.12 AM | No Comments | POST A COMMENT

MRCA Updates – William Hendarming

 

“Bibit, bebet, dan bobot bukanlah suatu alasan untuk kita bisa menjadi sukses!”

Kehidupan anak muda tidak selamanya indah, tidak selamanya mulus, dan tidak selamanya sesuai dengan apa yang kita harapkan. Namun itu semua bukanlah alasan untuk kita sebagai anak muda tidak bisa meraih sukses kita sendiri dalam kondisi apapun. Salah satu contohnya adalah rekan MRCA batch 2 kita yang bernama William Hendarming, atau biasa disapa Will. Di malam dengan cuaca yang pancaroba, di sela kesibukannya, Will sempat berbagi cerita kehidupannya selama ditinggal oleh ayah dan ibunya sejak SMP.

William sejak SMP bersama adiknya harus tinggal di rumah keluarga dari ibundanya. Timbul pertanyaan saat mewawancara, “Will, kemana perginya sang ibunda?” Lalu Will menjawab kalau ibunya pergi meninggalkan dunia ini di tangan ayahnya sendiri, dan kejadian itulah yang menyebabkan ayahnya harus pergi meninggalkan Will yang masih SMP, dan adiknya yang masih SD, untuk mendekam di penjara dan menjalani hukuman selama 20 tahun. Semenjak kepergian ibunya, William dan adiknya harus berjuang melanjutkan kehidupan mereka tanpa kehadiran kedua orang tua mereka. William mulai menetap di kediaman tante nya hingga SMA. Saat menjalani masa SMA pun William masih harus mengurus hak asuk adiknya, yang hendak di ambil oleh pihak ayahnya. Dengan usaha yang tak sedikit, wiill pun berhasil mendapatkan hak asuh adiknya dan bisa melanjutkan hidup dengan tenang.

Masa SMA ternyata tak seindah yang dikatakan oleh banyak orang. Di kala menjalani kehidupannya yang masih labil, William terpaksa harus meninggalkan rumah tante nya karena bertengkar dengan sepupunya yang seusia dengannya, ia pun harus pindah dari satu kontrakan ke kontrakan lainnya untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak. Will mulai mengalami krisis financial yang mau tidak mau dia harus menghidupi dirinya sendiri dan adiknya. Mulai dari berjualan USB, dan berdagang online shop. Usahanya di bidang awalnya membuat ia berfikir bisa bertahan, namun seiring berjalannya waktu, usahanya mulai sepi dan tiak menunjukkan hasil yang signifikan. Memasuki awal perkuliahan, Will pun memulai usaha barunya sebagai Financial Consultant di salah satu perusahaan asuransi terkemuka di jakarta. Namun di karenakan ia ditipu oleh orang lain dari perusahaan asuransi lain, ia terpaksa harus menjalani skors selama 1 tahun, dan tidak diperbolehkan memperoleh klien selama 1 tahun. Itu berarti ia juga tidak bisa memperoleh keuntungan dari usaha nya tersebut selama 1 tahun pula. Namun itu semua tidak membuat Will patah semangat, justru ia memanfaatkan waktu 1 tahun itu untuk belajar dibidang keuangan bersama perusahaan asuransi tersebut.

Selama perjuangannya dalam bisnis, ia pun juga berjuang dalam hal pendidikan dan bersosialisasi. Will yang memasuki semester 2 mulai banyak aktif di berbagai organisasi mulai dari organisasi penerimaan mahasiswa baru, hingga organisasi marketing yang membawanya tour keliling kota, mewakili kampusnya di Atmajaya, untuk melakukan acara goes to campus dan berbicara di depan banyak orang. Selain itu, ia juga berusaha untuk mendapatkan beasiswa, karena ia tahu biaya kuliah semakin mahal, karena itu ia terus melihat perkembangan dan update beasiswa yang ada di kampusnya. Ia sempat mendapatkan tawaran beasiswa dengan potongan 50% . namun Will yakin bahwa ia mampu mendapatkan beasiswa hingga 100%. Will pun kembali berusaha mencari beasiswa yang ia mau, hingga pada akhirnya, Tuhan menjawab doa Will. Ia diberi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa yang diperuntukan bagi 3 mahasiswa saja dari 300 mahasiswa yang telah lolos seleksi. Berbekal iman, Will mengikuti semua proses seleksi yang ada di PT. Triputra. Singkat kata, dengan kerja keras, kemauan, dan iman, Will menjadi salah satu dari 3 mahasiswa yag mendapatkan Triputra Scholarship dan ia tidak perlu membayar uang kuliahnya di Teknik mesin hingga ia lulus. Bahkan Will tidak hanya bebas biaya kuliah, Triputra Scholarship pun juga memberikannya uang saku sebesar 5 juta rupiah setiap semesternya.

1 tahun sudah berlalu, Will mendapatkan hak nya untuk mendapatkan klien dari perusahaan asuransi yang ia geluti, berbekal ilmu yang ia peroleh selama 1 tahun, ia berhasil mengumpulkan dan membentuk team Financial Consultant nya sendiri sebanyak 5 orang, dan dapat membeli kendaraan bermotor, dan gadget-gadget yang ia inginkan dalam waktu yang singkat. Ia juga tiak perlu khawatir dalam menjalani hari-harinya bersama adiknya lewat usahanya di bidang Financial ini. Berkat usahanya, adiknya pun sekarang juga bisa berkuliah di Atmajaya di jurusan Akuntansi.

Will membuktikan bahwa tak semua remaja yang berlatar belakang Broken Home tidak bisa meraih sukses mereka sendiri, apapun yang terjadi di dalam kehidupan kita, Will membuktikan bahwa dengan usaha yang keras, keyakinan dan tekad yang kuat, mimpi setinggi apapun bisa kita raih.


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to MRCA Updates – William Hendarming

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article
  • WhatsApp Image 2017-01-18 at 13.54.01

    Lowongan Kerja TRAINER

    Hallo, Saya Mariani, Executive HR Officer di MRI (PT Merry Riana Indonesia). Salah satu cara untuk membangun generasi yang lebih [ + ]