Article
Mar 16

Perubahan di Tahun Baru

Posted at 08.11 PM | No Comments | POST A COMMENT

Article post

TAKJUB! Mungkin itulah satu kata yang mampu mewakili dari begitu banyak rasa yang campur aduk di hati Merry hari itu. Akhirnya, untuk pertama kalinya dalam hidup, Merry duduk di studio Sonora pagi itu dan menjadi host untuk radio shownya sendiri, The Merry Riana Show. Radio Show yang akan menandai salah satu langkah Merry dalam mewujudkan mimpinya untuk menginspirasi satu juta orang di Asia terutama di Tanah Air, Indonesia.
Mengudara bersama Sonora selama 1 jam, Merry hadir untuk berbagi nilai positif, berbagi kisah dan inspirasi. Saat itu, suasana tahun baru masih melekat dengan baik di pikiran pendengar. Tema yang diangkat pun begitu masuk pada momentum tersebut. “Perubahan di TahunBaru”.
Bila tahun baru tiba, semua orang pasti membicarakan soal resolusi, semua orang pasti telah membuat resolusi masing-masing di dalam dirinya.
Perjalanan mecapai sebuah resolusi memang tidaklah mudah, akan banyak rintangan dan halangan. Apabila Anda tidak berpegang teguh pada resolusi yang telah Anda tetapkan, sudah pasti Anda akan menyerah. Menurut artikel di Sidney Morning Herold, 31 Desember 2012, Sekitar 50% orang di Australia membuat resolusi untuk tahun baru. Tapi 88% dari mereka menyerah akan resolusinya.
Jika Anda benar-benar ingin berjuang mengubah nasib, bekerja keraslah dari sekarang. Lakukan sesuatu untuk memulai sejarah perubahan dalam hidup Anda.
“I believe there is no shortcut in success.” ungkap Merry percaya pada sebuah kerja keras dan ketekunan. Merry selalu yakin bahwa tidak ada yang mustahil dalam perjuangannya. Ia tidak pernah menganggap remeh arti ketekunan, karena ia percaya akan datang hari yang lebih cerah jika ia mau sungguh-sungguh bekerja. Jadi, jika Anda ingin resolusi Anda tercapai, lakukanlah perubahan dan tentukan perubahan seperti apa yang ingin Anda capai dari resolusi tersebut.
Di kesempatan perdana Merry menjadi host di The Merry Riana Show kali, ia kehadiran seorang tokoh yang sangat menginspirasi, Agung Adi Prasetyo, CEO Kompas Gramedia Group.
Siapa sangka, CEO yang satu ini dulu hanyalah seorang tukang cap koran di Kompas. Namun usaha dan kerja kerasnya telah menghantarkan ia kini keposisi CEO dari Kompas Gramedia Group.
Walaupun pernah menjadi tukang cap koran, Agung tetap bersyukur karena diberi kesempatan untuk mencoba berbagai pekerjaan yang ada. Dengan kerja keras dan keuletan, tangga karir mulai ia tapaki sedikit demi sedikit. Ia lalu diangkat menjadi General Manager di Kompas. Meski sudah berada di posisi yang nyaman, Agung tetap rendah hati dan selalu ingin belajar hal yang baru. Terbukti, ketika Kompas mengeluarkan koran baru bernama koran ekonomi, tanpa ragu beliau memberanikan diri untuk menjalankan Koran ekonomi tersebut.
Agung sadar keputusan itu akan membawanya kembali merintis karir dari bawah, kembali bersusah-susah. Seperti sudah kebal dimasa-masa yang susah, Agung bahkan menikmati tiap kesuksesan yang ia alami. Tak peduli berapa banyak orang yang mengatakan ia bodoh karena meninggalkan posisi yang telah nyaman, ia tetap bersyukur.
Kenapa ia bersyukur diletakkan di bawah? Menurut Agung, ketika ia berada di posisi bawah, satu-satunya kemungkinan yang ada adalah naik ke atas. Sebaliknya, ketika ia ditempatkan di atas bisa jadi satu-satunya kemungkinannya adalah tidak akan naik lagi karena sudah mentok ke atas tapi jatuh ke bawah.
Ditanya soal resolusi beliau di tahun 2013, Agung mengungkapkannya dengan mantap : Melawan Diri Sendiri. Agung sadar bahwa ketika orang hidup dalam zona aman (comfort zone) maka orang tersebut bisa lupa dan tidak peka akan apa yang akan terjadi di depan. Bila itu sudah terjadi, maka lama kelamaan orang tersebut bisa runtuh dari dalam. Hal yang bisa menghancurkan diri seseorang adalah dirinya sendiri.
Mendengar penuturannya ini Merry pun setuju dan sependapat. Yang namanya perubahan akan selalu berisiko. Tapi tantangan itulah yang buat kita bertumbuh. Tidak ada pertumbuhan dalam zona aman. Seperti yang Merry lakukan saat merintis bisnis. Begitu banyak rintangan, begitu banyak resiko, tapi disanalah Merry bertumbuh hingga seperti sekarang ini.
Membuka topik yang baru, Merry menanyakan karyawan-karyawan yang dipimpin oleh Agung. Karyawan, Agung ibaratkan seperti layang-layang. Tidak terus menerus menarik benangnya dan mencegah mereka terbang tinggi, juga tidak terus menerus ia ulur benangnya. Layang-layang yang terus menerus diulur lama kelamaan akan jatuh. Seperti halnya dalam perusahaan, bagi Agung tidak ada yang namanya superman, yang ada yaitu super team.
Sadar bahwa SDM adalah hal yang terpenting, Agung selalu berusaha untuk membuat suasana di kantor menjadi suasana yang baik. Sampai semua karyawannya terinfeksi oleh virus-virus positif yang telah ia tanamkan. Ia juga memberikan bonus bagi karyawannya yang berprestasi dan rajin. Karena beliau percaya, bahwa orang yang rajin nasibnya harus lebih baik daripada orang yang malas.
“Membuat perubahan harus dengan 3M yaitu mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang.” Kata Agung, mengulang kembali quote favoritenya dari Aa Gym.
Merry pun menambahkan kuncinya untuk mencapai sukses, yang ia singkat menjadi 3B ; Bermimpi, berusaha dan berdoa.
Kunci itulah yang bisa Anda pakai sebagai bahan bakar dalam mencapai resolusi yang telah Anda buat untuk tahun ini. Apapun resolusi yang Anda buat, kalau Anda yakin dan tekun untuk melaksanakannya, percayalah bahwa resolusi itu akan terwujud. Percayalah bahwa semua yang Anda alami dalam hidup ini, ada untuk mempersiapkan Anda menyambut masa depan. Tidak ada pertumbuhan dalam zona aman. Lakukan perubahan! Perubahan memang tidak selalu menjadi keberhasilan. Tapi tidak ada keberhasilan yang terjadi tanpa berusaha.
Berani untuk maju, berani untuk memulai sesuatu yang baru, berani untuk berubah.

Live Your Best Self for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Perubahan di Tahun Baru

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article