Article
Dec 30

Pilot Wanita Penjelajah Angkasa

Posted at 11.33 AM | No Comments | POST A COMMENT

Pilot Wanita Penjelajah Angkasa

 

Mungkin banyak orang sering menaiki pesawat untuk bepergian, tetapi kalau mengendarainya? Tentu tidak semua orang bisa melakukannya. Apabila jika ditelusuri lebih jauh bahwa sebenarnya profesi pilot ini sebagian besar yang menekuninya adalah laki-laki. Lalu bagaimana kalau profesi pilot ini justru bisa ditekuni oleh seorang wanita? Jawabannya ada pada episode The Merry Riana Show kali ini bersama bintang tamu spesial pilot wanita termuda di Indonesia, yaitu Patricia Yora Wenas. Sesuai dengan tema kali ini, Pilot Wanita Penjelajah Angkasa, Yora akan berbagi kisah dan pengalamannya menjelajah angkasa dunia dengan lebih dari 400 jam terbang.

Menjadi wanita tangguh satu-satunya ditengah-tengah kaum laki-laki dalam profesinya sebagai pilot di maskapai penerbangan, Tiger Mandala Air tidak membuat Yora menjadi minder. Ia justru mengatakan bahwa pilot wanita harus bangga dan merasa eksklusif. Yora menambahkan,“You are different than others. Berbeda. Justru itu yang membuat Anda unik”.

Tentu Anda penasaran dengan apa yang membuat seorang Yora memutuskan untuk menjadi pilot yang resikonya lumayan besar. Suatu hari, sang ayah yang juga berprofesi sebagai seorang pilot mengenalkan Yora dengan temannya yang seorang pilot wanita. Hal ini dengan maksud untuk meyakinkan Yora agar mau mendaftarkan dirinya di sebuah sekolah penerbangan. Dan benar saja, ia pun memberanikkan dirinya untuk masuk ke sekolah penerbangan, walau sebenarnya ada pertentangan di batinnya, “Apakah benar ini jalan saya?”. Apalagi Yora juga tidak kepikiran sebelumnya untuk menjadi seorang pilot.

Yora menceritakan keluh kesahnya kepada Merry. Cobaan, tempaan, dan hambatan dimulai saat ia mulai belajar di sekolah penerbangan. Ia yang menjadi satu-satunya wanita disana, tak jarang ia diganggu oleh teman-teman sepermainannya yang notabene adalah laki-laki. Contohnya, saat Yora melewati koridor kelas, terkadang teman laki-lakinya dari dalam kelas sengaja menggodanya. Bahkan saat di kosan pun, setiap kali Yora ingin keluar untuk belanja ke supermarket, ia diganggu oleh teman laki-lakinya tersebut. Untungnya Yora termasuk pribadi yang tidak terlalu ambil pusing akan hal ini. Ia melihat sisi cerah dari segala hal dan selalu berpikir positif.

Sama dengan Miss Merry kala dulu. Disaat ia berada di Singapura dengan kondisi yang serba terbatas, baik uang maupun makanan, Merry senantiasa berpikir positif dalam kondisi apapun. Yang patut dikagumi adalah Miss Merry juga tidak tinggal diam didalam kondisi terpuruknya itu, ia terus mencari cara untuk keluar dari keterbatasannya.

Tak selamanya Yora ingin menjadi seorang pilot. Sebagai seorang wanita yang kodratnya mengurus anak dan tumah tangga, ia akan pensiun jika sudah berumah tangga. “Karena aku juga tidak mau melawan kodratku sebagai seorang wanita, aku tetap harus bisa mengurus anak dan rumah tangga. Jadi, jika berumah tangga, aku tetap ingin bekerja di bidang penerbangan, tetapi hanya sebatas menjadi instruktur pilot saja.”, terangnya.

Titik yang dirasa sulit bagi Yora adalah saat pertama kali ia mencoba menerbangkan pesawat. Ia menjelaskan detailnya kepada Merry juga Friends Sonora. Menerbangkan pesawat CESNA ternyata berbeda dengan menerbangkan pesawat komersil. Pesawat CESNA berukuran kecil, sehingga jarak pandang terhadap sekitar lebih luas, awan pun juga terasa lebih dekat karena pesawatnya sendiri mempunyai banyak jendela. Sedangkan menerbangkan pesawat komersil resikonya lebih besar. Ada tantangan tersendiri baginya, dimana pilot tidak hanya memikirkan bagaimana supaya bisa mendaratkan pesawat dengan selamat, tetapi juga memikirkan kenyamanan penumpang di kabin. Pada intinya, pilot tidak hanya memikirkan keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga keselamatan awak pesawat dan semua penumpang pesawat.

Paras cantik Yora, acapkali menjadi sorotan mata banyak penumpang pesawat. Seringkali seusai pesawat mendarat para penumpang mengirimkan salam kepada Yora, “Titip salam ya sama Mbak pilot di cockpit!” tutur Yora. Hal ini sebenarnya mengasyikkan dibandingkan dengan kata-kata komplain dari penumpang. Selain itu, Yora juga dipilih menjadi ikon maskapai penerbangan Tiger Mandala Air.

Meskipun terkadang Yora merasa a bit insecure dengan kenyataan bahwa berdasarkan survey di Inggris, sekitar 51% orang tidak mempercayai pilot wanita karena kurang bisa mengontrol emosi diri, belum lagi ditambah tekanan batin karena banyak orang yang mencibirnya sebagai seorang pilot wanita, tetapi ia justru bangkit dari cercaan dan cibiran tersebut dengan menunjukkan bahwa ia bisa dengan tangguh menerbangkan burung besi tersebut menjelajahi angkasa. Terbukti dengan mengantongi lebih dari 400 jam terbang, Yora tetap menunjukkan eksistensinya.

Sama dengan pengalaman dari Miss Merry sendiri dalam buku terbarunya Langkah Sejuta Suluh. Saat Miss Merry memperkenalkan dirinya di depan teman-teman kerjanya di Singapura, ia sempat diledek karena berwajah Tionghoa dan tidak bisa berbahasa Mandarin. Namun, apa reaksi dari Miss Merry sendiri? Ia tentu paham akan kekurangannya tersebut, tetapi ia tidak berhenti untuk menunjukkan kelebihannya dalam menjalankan bisnis sales & marketing. Ia tidak bisa berbahasa Mandarin, tetapi mahir dalam berbahasa Inggris. Pada akhirnya, Merry bisa menjadi yang terbaik melebihi kolega-koleganya yang lain. Itulah kekuatan sebuah tekad.

Ketika ditanya apa yang menjadi mimpi sejuta dolar seorang Patricia Yora Wenas? Ia bermimpi untuk mempunyai sekolah penerbangan khusus wanita di Indonesia. Ia percaya suatu saat, hal ini akan terwujud asalkan disertai iringan doa dan kerja keras yang tinggi.

 

Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Pilot Wanita Penjelajah Angkasa

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article
  • WhatsApp Image 2017-01-18 at 13.54.01

    Lowongan Kerja TRAINER

    Hallo, Saya Mariani, Executive HR Officer di MRI (PT Merry Riana Indonesia). Salah satu cara untuk membangun generasi yang lebih [ + ]