Article
Nov 26

Sales in You

Posted at 06.40 AM | No Comments | POST A COMMENT

“Aku ga jago berkomunikasi!”, “Aku ga jago ngomong!”, “Aku ga percaya diri”. Alasan klise yang sering dilontarkan seseorang bila ditantang menjadi sales.

 

Semua orang punya bakat selling bahkan semenjak ia lahir. Coba ingat-ingat lagi, bagaimana Anda ketika kelaparaan saat masih bayi? Tentu Anda akan menangis untuk menarik perhatian sang bunda. Analogi ini disampaikan oleh seorang praktisi perbankan bernama Remaja Tampubolon lewat bukunya berjudul Sales in You. Buku ini berhasil booming di market sebagai best seller dengan penjualan 15.000 kopi dalam waktu 2 bulan.

 

Pria yang akrab dipanggil Bang Jaja menjadi salah satu bintang tamu The Merry Riana Show dibulan September 2013. Bang Jaja memulai kisahnya dengan menceritakan perjalanan karirnya yang dirintis dari posisi sebagai Assisten Account Officer di Bank Niaga sampai ke posisi Vice President of Head Corporate Communication di Bank Mandiri.

 

Pada usia 45 tahun, ia memutuskan untuk pensiun dini dan mengikuti passionnya untuk menjadi seorang trainer. Kini Bang Jaja telah banyak memberikan pelatihan dan motivasi dihampir seluruh perbankan di Indonesia termasuk di dunia asuransi, telekomunikasi, pertambangan, dan otomotif.

 

Mungkin masih ada yang beranggapan sales bukan pekerjaan yang menjanjikan. Tapi, Merry Riana adalah bukti nyata yang mematahkan anggapan tersebut. Merry membagikan sepenggal kisahnya dulu ke Friends Sonora, dimana ia berhasil meraih 1 juta dolar di usia ke 26, melalui sales.

 

Bang Jaja membuka lembar demi lembar buku Sales In You yang ia bawa. Kepada Merry ia menerangkan, bahwa letak sales bukan di dalam produk yang ditawarkan, bukan juga pada perusahaan tempat mereka bekerja, tapi pada dalam diri orang yang menjualnya. “Berapapun diskonnya, 90% pun orang tidak beli jika dia tidak suka. Katanya kepada Merry.

 

Apakah semua orang itu bisa berjualan? Apakah mempunyai kemampuan untuk bisa terjun di bidang sales?” tanya Merry kembali.

 

Ya, semua orang bisa melakukan sales. Hanya saja banyak orang tak sadar kalau mereka sedang berjualan. Contoh simple, saat Anda memberikan ide presentasi kepada atasan atau saat Anda tengah di interview dalam sebuah wawancara kerja. Pada moment itulah sebenarnya Anda tengah menjual ide / diri Anda.

 

Lalu, apa yang membedakan sales berhasil dan tidak berhasil? Yang membedakan cuma satu yaitu penghayatan pekerjaannya. Seorang sales dilarang mengeluh! Dengan menghayati pekerjaan, Anda akan dipermudahkan dalam melakukan sesuatu.

Bang Jaja berpendapat selain dari segi Operasional dan Pelayanan, Sales merupakan tombak utama sebuah perusahaan. Tanpa seorang sales, perusahaan tidak akan bertumbuh. Itu sebabnya ia melihat kesempatan seorang sales di Indonesia amat sangat besar.

 

Masing-masing pekerjaan tentu memiliki keuntungan tersendiri. Dari pekerjaan sales, Anda punya kesempatan berinteraksi yang luar biasa besarnya dengan banyak orang. Interaksi ini bukan hanya untuk berjualan tapi untuk membentuk networking.

 

Bagaimana dengan penolakan yang selalu mengiri perjalanan seorang sales? Merry pun penasaran. Bang Jaja yang sudah kebal dengan penolakan mengatakan bahwa Job Desc dari sales adalah ditolak. Yang paling penting dari sebuah penolakan adalah sikap. Anda tidak bisa mengontrol orang yang menolak Anda, tapi Anda bisa mengontrol diri Anda untuk tidak kecewa. Pelajari faktor penolakannya. Karena belum tentu penolakan terjadi karena faktor diri Anda. Bisa jadi penolakan karena kebutuhan konsumen belum ada, sumber pembayaran belum tepat, atau produk yang ditawarkan sudah dimiliki customer. Setelah tau penyebabnya, barulah Anda merubahlah diri dengan belajar cara presentasi yang lebih baik lagi.

 

Merry Riana yang sependapat dengan Bang Jaja pun ikut berbagi cerita. Merry menambahkan bahwa keberhasilannya di dunia sales bukan karena keberuntungan tapi karena ia telah melalui banyak sekali penolakan dan kegagalan. “Yang gagal bukan dirinya tapi usahanya jadi kalo usahanya gagal ya usaha lagi. Kata Merry. “Professional bukan personal.” Tambah Bang Jaja melengkapi pernyataan Merry Riana.

 

Ada 7 dosa mematikan sales person yang diungkap oleh Bang Jaja.

  1. Banyak omong yang tidak seharusnya diomongkan, seperti membandingkan produknya dengan produk lainnya.
  2. Sales not make in a day but make daily. Aktifitas adalah ciri-ciri seorang sales jadi tidak berhenti di satu orang atau satu hari saja tapi dilakukan seperti aktifitas sehari-hari.
  3. Tidak mengenal produk dengan baik.
  4. Malas melakukan prospecting.
  5. Menjelekkan pesaing.
  6. Penjelasan yang bertele-tele.
  7. Terlalu begesa-gesa menjawab keberatan customer. Terbiasa memotong pembicaraan customer.

 

“Bagaimana cara kita membedakan antara orang orang yang benar tidak tertarik dengan produk yang kita tawarkan dengan yang sebenarnya tertarik dan masih punya peluang?” kata Merry Riana membacakan salah satu pertanyaan dari pendengar.

 

Menurut Bang Jaja, proses penjualan selalu diawali dengan mengetahui kebutuhan. Jika jenis kebutuhan customer sudah dikuasai, Anda pun mampu memprediksi penolakan dari bahasa tubuh dan gerakan customer.

 

Jangan menawarkan produk kepada orang yang sedang terburu-buru. Begitu kira-kira salah satu tips yang dibagikan Bang Jaja di The Merry Riana Show episode kali ini.

 

1 jam berlalu. Sebelum undur diri, Merry tak lupa merangkum pembelajaran yang ia dapatkan dari perbincangannya bersama Bang Jaja hari ini. Melalui catatan inspirasi, Merry berpesan untuk berani totalitas, hargai proses dan jalani semua dengan sepenuh hati.

 

Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Sales in You

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article