Article
Oct 09

Speaking With Confidence

Posted at 10.55 AM | No Comments | POST A COMMENT

Bekerja diluar bidang yang pernah Merry ambil waktu kuliah, terkadang menimbulkan keraguan dari beberapa orang disekelilingnya. Sering kali, Merry mendapatkan pertanyaan “Apa gak sayang Merry, sudah belajar teknik elektro 4 tahun, sekarang malah menjadi entrepreneur?”
 
Tidak pernah memikirkan, bagaimana sulitnya, bagaimana kesusahannya, saat pertama kali berkecimpung di dunia entrepreneur. Pada saat itu, Merry hanya berpikir bahwa entrepreneurlah yang bisa membuatnya mencapai tujuan utama untuk memiliki kebebasan finansial dalam jangka waktu yang lebih singkat.
 
Merry percaya bukan mata pelajarannya tapi proses pembelajarannya. Dan kalo Anda mengerti proses pembelajarannya, kita bisa mengaplikasikan itu ke bidang apapun juga.
 
Itu juga yang menjadi alasan Prabu Revolusi, nara sumber saya di The Merry Riana Show kali ini. Prabu memberanikan diri untuk terjun ke dunia broadcast, suatu bidang yang jauh sekali dari ilmu yang ia pelajari di perkuliahan. Namun ternyata, keberaniannya mengambil keputusan tersebut metenarkan namanya sampai dikenal masyarakat sebagai News Anchor yang sering anda lihat di televisi.
 
Meski Prabu memiliki prestasi yang bagus di pendidikan, namun ia terkenal bandel ketika kecil. Ketika sekolah ia tergabung dengan geng motor dan bangga dicap sebagai preman sekolah. Meski bandel, prestasi Prabu tetap bagus. Sampai suatu hari, rankingnya menurun dan orangtuanya terpaksa dipanggil ke sekolah.
 
Sepulang dari pertemuan dengan guru, ayah Prabu menjadi serius dan dingin kepadanya “kalau kamu kaya gini terus, kamu mau jadi apa? Papa gak bangga kalo kamu kaya gini” tutur Prabu, mengingat kata-kata ayahnya waktu itu.
 
Singkat tapi tajam, kata-kata itu membuat Prabu terhenyak dan berpikir untuk berubah menjadi pribadi yang lebih bertanggung jawab atas hidupnya. Itulah titik dimana Prabu bukan hanya menemukan turning point tapi juga memperbaiki sikap hidup dan pandangan hidupnya.
 
Cita-cita di masa kecil Prabu adalah menjadi seorang ilmuan. Namun, siapa sangka bahwa Prabu saat ini sukses berkancah didunia broadcast. Hampir 7 tahun ia bekerja di engineering. Namun, ada kekosongan dihati kecil Prabu. Ia merasa bahwa ini bukan tempat yang tepat untuknya. Prabu memberanikan untuk resign dari perusahaan tempat ia bekerja, dan berusaha mencari tau apa passionnya.
 
6 bulan menganggur untuk mencari jati diri, dan ia tidak tau harus berbuat apa dan tidak tau ingin apa. Tuhan memberikan titik terang atas pergumulannya. Suatu hari ia pergi ke sebuah mall di Bandung untuk bertemu dengan teman lamanya, yang kebetulan sedang mengadakan acara pencarian news presenter untuk sebuah TV lokal.
 
Karena kejahilan temannya, Prabu kemudian didaftarkan ke lomba tersebut, tanpa sepengetahuannya. Tiba-tiba namanya dipanggil sebagai peserta, dan ia terpaksa melakukan casting. Siapa sangka, Prabu justru terpilih menjadi pemenang dan dihubungi oleh beberapa TV untuk bisa masuk ke dunia broadcast. Inilah yang kemudian menjadi awal karir seorang Prabu. Kini Prabu juga aktif sebagai public speaker coach yang bermimpi untuk memiliki 1000 sekolah Public Speaking di Indonesia, ia ingin banyak rakyat Indonesia bisa berbicara hebat di dunia.
 
Merry sempat tak percaya kalau Prabu dulu adalah seorang yang pendiam dan pemalu. Karena sosok Prabu yang Merry lihat selama ini, bahkan sampai waktu Prabu menjadi nara sumber di The Merry Riana Show, adalah seorang yang pintar dan memiliki keluwesan untuk berbicara didepan banyak orang.
 
Sms maupun mention di twitter pun banyak yang masuk dan bertanya kepada Prabu, bagaimana menjadi pembicara yang baik didepan banyak orang. Hal pertama yang harus ditaklukan ketika berbicara di depan public adalah mental. Karena hal yang terpenting dalam seni public bukanlah bagaimana intonasi bicara, atau apa yang akan dikatakan didepan banyak orang, tapi lebih kepada mengatur emosi terlebih dahulu. “Selama kamu merasa bahwa kamu layak menjadi seorang speaker, kamu akan jadi pembicara yang hebat.” tambah Prabu.
 
Berbicara didepan banyak orang memang memerlukan percaya diri. Perasaan grogi, nervous dan takut memang menjadi makanan seorang pembicara. Tapi jangan biarkan ketakutan itu membatasi kita. Bertemanlah dengan ketakutan, dan rilekskan diri beberapa menit sebelum tampil dengan berbagai aktivitas yang dapat menyenangkan hati. Jika Anda bisa tenang dengan minum secangkir kopi, minumlah secangkir kopi. Jika Anda bisa tenang dengan mendengarkan lagu, dengarkanlah lagu. Carilah cara yang bisa membuat Anda merasa lebih aman dan nyaman dan lebih tenang. Semua orang punya cara yang beda-beda. Tidak pernah ada cara yang sama untuk bisa mengatasi ketegangan. Sambutlah rasa tegang itu, dan bersahabatlah dengannya, kemudian redamkan ketegangan dengan cara yang telah Anda temukan.
 
Anda juga perlu berlatih terus-menerus agar intonasi suara bisa jelas dan terstruktur. Karena banyak sekali orang yang sekalipun punya banyak informasi dikepala mereka, namun susah sekali untuk mengungkapkannya melalui kata-kata. Sampai saat ini, Prabu masih melatih dirinya dengan berbicara didepan cermin dan membaca koran dengan suara yang keras, 15 menit- 30 menit setiap harinya. Dengan berbicara keras, kita merekam kata-kata baru dan melatih untuk mengucapkannya. Semakin sering latihan, maka semakin dapat berbicara dengan lebih baik.
 
Beranilah berbicara spontan terhadap hal-hal yang ada disekitar Anda. Seperti, mengomentari kemacetan lalu lintas yang Anda temui dan mendeskripsikannya dengan detail melalui kata-kata. Karena hal ini juga akan melatih diri Anda untuk berpikir secara kritis dan melatih diri untuk berbicara panjang tanpa teks atau secara spontan. Dan jangan takut untuk melakukan improvisasi.
 
Jangan takut untuk meminta maaf, jika Anda membuat kesalahan dalam pengucapan kata, membacakan nama, atau dalam memberikan informasi. Karena semua orang pasti bisa berbuat salah, dan pendengar akan memakluminya bila Anda tak malu untuk meminta maaf.
 
Beralih profesi dari ilmu fisika menjadi seorang News Achor memang pernah membuat Prabu dilema. Namun setelah melihat dirinya pada posisi sekarang ini, Prabu sadar bahwa ia telah menjadi orang yang paling bahagia. Karena andai saja, Prabu tidak berani mengambil keputusan tersebut, mungkin ia tidak akan ada bersama Merry di The Merry Riana Show saat itu.
 
Ilmu fisika yang pernah Prabu dapatkan dibangku perkuliahan tidak semerta-merta mubazir begitu saja. Kini Prabu justru suka memakai satu teori fisika yang bernama “teori kontrol”, dalam melakukan interview. Teori itu mengatakan bahwa semua output bisa dikontrol. Artinya, sebuah sistem yang sangat rumit, atau bahkan tak terduga sekali pun, itu bisa tetap dikontrol. Dengan pendekatan ini, memudahkannya untuk memahami bagaimana cara menjadi speaker yang hebat di depan publik.
 
Perbincangan dengan Prabu Revolusi hari itu mengajarkan kepada Merry bahwa seni Public Speaking adalah masalah mental, bukan keterampilan. Anda dapat berbicara karena berpikir bahwa Anda bisa. Begitu pun sebaliknya. Dan hal penting yang kadang terlupakan oleh kita saat berkomunikasi, adalah penguasaan diri. Menurut Merry, untuk dapat berbicara dengan orang lain, Anda harus dapat mengontrol diri, emosi dan kata-kata yang akan digunakan saat berbicara.
 
Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Speaking With Confidence

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article