Article
Apr 20

Suara Merdu Indonesia di Australia

Posted at 12.10 PM | No Comments | POST A COMMENT

Suara Merdu Indonesia di Australia

 

Kita pasti ikut bangga, bila melihat warga Indonesia yang sukses di negri orang. Contohnya Merry Riana, yang mengharumkan namanya lewat prestasinya sebagai milyader muda dengan pendapatan 1 juta dolar di Singapura. Begitupula dengan yang dilakukan oleh Julius Firdaus, pemuda Indonesia yang mengharumkan nama bangsa di kancah Internasional lewat acara Australia Got Talent.

Julius mulai dikenal publik Australi setelah berhasil memukau juri Australia’s Got Talent saat membawakan sebuah lagu seriosa dengan penuh penghayatan. Disebut-sebut sebagai Voice of An Angel (Suara Seorang Malaikat), Julius mendapatkan standing applause dari penonton dan berhasil mengumpulkan empat kata “yes” dari juri Geri Halliwell Spice Girl, Timomatic, Kyle Sandilands dan Dawn French.

Dalam rangka liburan akhir tahun di Indonesia, Julius menyempatkan hadir sebagai bintang tamu di The Merry Riana Show. Dengan sangat ramah, Julius menjawab setiap pertanyaan yang diajukan Merry kepadanya.

Dari kecil, Julius memang sudah suka menyanyi seperti anak kecil pada umumnya. Namun di umur 15 tahun, Julius baru mulai belajar menyanyi dengan teknik yang benar.

Hidup itu penuh kejutan. Disaat banyak orang yang hidupnya susah, Tuhan selalu mengirimkan bala bantuan dengan cara yang unik. Ketika tau Julius punya keinginan kuat untuk belajar menyanyi, Tuhan menuntunnya pada satu beasiswa ke beasiwa lainnya.

“Saya ga pernah milih musik, musik yang pilih saya.” Kata Julius.

Julius berpendapat, setiap orang punya talenta masing-masing sesuai dengan porsinya. Orang yang bijaksana mau menerima dan melakukan tugasnya dengan baik. Hidup akan menjadi peaceful, kalau tiap-tiap orang sudah tau siapa mereka, tempatnya dimana dan apa yang harus mereka lakukan dalam hidup.

Lalu bagaimana Julius bisa terdampar sampai ke  Austalia?

Beberapa tahun ini, Julius memang berada di Sydney karena mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pelajaran musiknya di Australian International Conservatorium of Music di Rozelle, Sydney.

Ia menjadi satu-satunya orang Indonesia yang mendapatkan beasiswa penuh, karena kebanyakan pelajar  Conservatorium  berasal dari Iran, Irak, Amerika, Perancis, Spanyol, dan negara lainnya.

Karena kinerja yang bagus dan sangat bertalenta, Julius sempat ditawarkan untuk menjadi permanent resident di Australi. “Cuma ya masih mikir-mikir nih Merry karena saya cinta Indonesia sih ya.” ucap Julius. Meski bertahun-tahun tinggal di negara Kangguru, Indonesia tetap menjadi rumah yang tepat bagi Julius.

Keputusan Julius untuk menekuni dunia nyanyi sempat ditentang oleh orangtua. Sebagai anak laki-laki satu-satunya di keluarga, sang ayah sangat berharap agar Julius meneruskan jejak sang ayah sebagai pebisnis. Tapi Julius tetap bersikeras dan memutuskan untuk menghidupi dirinya sendiri dari hasil menyanyi. Ketekunannya untuk membuktikan keseriusannya, berbuah hasil. Dari hasil menyanyi panggung ke panggung, Julius bisa membeli mobil dan punya rumah sendiri. Sayang, sang ayah lebih dulu dipanggil Tuhan tanpa punya kesempatan melihat Julius perfomance.

Julius menceritakan sebuah cerita mengharukan kepada Merry. Tentang seorang kakek-kakek yang menggagalkan niat bunuh diri, setelah mendengar suara Julius yang mengingatkan sang kakek kepada Tuhan. Hidup Julius menjadi sangat indah, karena ia bisa menjadi berkat untuk orang lain melalui suaranya.

Merry sangat kagum dengan Julius. Pria yang satu ini tak pernah kehabisan energi untuk bersyukur. Ia menemukan banyak berkat-berkat yang bisa ia syukuri dari hal-hal kecil. Nafas kehidupan, makan yang cukup, keluarga dan teman-teman yang selalu ada disisinya, menjadi pelengkap hidup Julius. “Semua tergantung cara kita lihat hidup ini.” kata Julius menambahkan.

Suara matang dan mempesona yang dimiliki Julius, bukan sembarangan didapat. Dengan konsistensi, Julius melatih vokalnya agar terus mendekati angka sempurna. Merry setuju dengan salah satu yang Julius katakan, tetap setia pada pilihan. Jadi bukan hanya bisa memulai sesuatu, tapi juga bisa menyelesaikannya dengan baik.

Perbincangan dengan Julius memberikan sebuah pelajaran menarik yang patut ditiru. Julius tak pernah menunggu waktu yang tepat untuk memulai sesuatu. Tapi ia memulai dengan melakukan apa yang ia miliki saat ini.

Jangan pernah menyerah untuk mencoba. Dan jangan mencoba untuk menyerah. Karena seorang pemenang tidak pernah menyerah, dan orang yang menyerah sesungguhnya adalah orang yang tidak pernah menang.

Live Your Best Life for Indonesia!

 


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Suara Merdu Indonesia di Australia

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article