Article
Sep 02

The Merry Riana Show – Kemenangan Sejati

Posted at 10.50 AM | No Comments | POST A COMMENT

Kemenangan Sejati

Derap langkah wanita berparas tinggi dan cantik, menggema di studio Sonora. Merry Riana menyambut bintang tamunya hari itu dan mengajaknya masuk ke studio on air Sonora. Kulit sawo matang, rambut hitam pekat, dan senyuman yang manis membawa suasana persahabatan di The Merry Riana Show hari itu. Titi Rajo Bintang, wanita penabuh drum ini jauh sekali dari bayangan wanita tomboy. Memang ia sangat menyukai musik yang mayoritas di selami oleh kaum pria, tapi justru melalui drum lah ia menemukan passionnya.

“Kenapa enggak?” kata Titi menjawab Merry ketika ditanya, mengapa memilih drum dari sekian banyak alat musik yang ada. Melanjutkan jawabannya yang belum lengkap, Titi pun menuturkan pada Merry, meski drum menjadi pilihan hatinya tak lantas ia melupakan kodratnya sebagai wanita.

Menampik pendapat banyak orang tentang ketikdak mampuan seorang wanita melakukan pekerjaan yang sering dilakukan pria, Titi justru membuktikan bahwa ia mampu memberikan sentuhan yang berbeda di drum.

Kesukaannya pada drum mulai tumbuh sejak masih duduk di bangku SMP. Makin terpikat, ia memutuskan untuk menekuninya melalui Institut Musik Daya Indonesia, Jakarta. Sayang, restu tidak dikantongi Titi dengan mudah. Orangtua Titi khawatir kalau bidang seni yang ia pilih tidak bisa menjamin masa depan anaknya. Tetap pada pendiriannya, Titi mengambil keputusan ekstrim dengan berhenti di semester 5 jurusan Manajemen Informatika dan banting setir ke jurusan drum.

“Saya bukannya mau melawan tapi saya tidak mau membohongi diri saya sendiri. Saya cinta musik dan saya akan bertanggungjawab terhadap apa yang sudah saya ucapkan, dan saya akan kuliah bener-bener, saya tidak akan merusak diri saya, saya akan cari duit sendiri untuk kuliah, apapun yang terjadi nanti pokoknya i’ll do my best.” Kata Titi mengingat kembali bagaimana ia berusaha meyakinkan Papa nya waktu itu.

Komitmen yang Titi ucapkan tidak main-main. Perlahan tapi pasti, Titi meyakinkan semua orang yang meragukannya dengan prestasi. Mendapatkan kesempatan bermain di Istana Presiden RI bahkan pernah dikirim ke Jerman untuk berkumpul dengan pelajar terbaik di seluruh dunia, hanyalah segelintir dari sekian banyak pencapaian Titi yang membawa nama baik Indonesia.

“Semua itu berawal dari kecintaan.” Kata Merry mengapresiasi prestasi Titi. Ditanya Merry, Titi mengatakan bahwa dari tempat ia menimba ilmu, pintu menuju dunia film terbuka. Awalnya Titi enggan tapi karena dukungan teman-temannya, ia pun memberanikan diri untuk menerima tawaran film. Hasilnya? Debut pertamanya berakting di layar lebar, Titi langsung menyabet 2 penghargaan sekaligus sebagai Pendatang Baru Wanita Terbaik juga Pemeran Utama Wanita Terbaik.

“Lebih suka yang mana, main drum atau berakting?” tanya Merry kepada Titi yang saat itu mengenakan kaos lengan panjang hitam. Selama dalam ruang lingkup seni, Titi mengatakan akan menjalankan dua-duanya. Baginya, musik dan film adalah dua dunia berbeda yang tidak bisa dipisahkan dari Titi.

Terlibat dalam proyek film tentu memberikan banyak pengalaman menarik baginya. Titi menceritakan salah satu pengalamannya ketika berakting sebagai Rene, pelatih Marching Band di Bontang dalam film 12 Menit. Saat itu, Titi dituntut untuk bisa memberikan spirit yang besar, motivasi dan dorongan kepada ratusan orang, ditengah ia justru sedang memerlukan semua itu. “Gua gak mau nyerah. Gua gak mau cuma gara-gara masalah pribadi hal seperti ini, tapi pekerjaan dan ratusan orang akan terbengkalai gara-gara gue, jadi gua harus nerusin perjuangan ini.” Kata Titi, mengungkapkan bagaimana cara ia memotivasi dirinya untuk bangkit dari kegetirannya.

Merry yang sebelumnya diberi kehormatan untuk bisa menonton preview film 12 Menit, mengakui totalitas akting wanita kelahiran 10 Februari 1981 ini. Tokoh Rene sebagai pelatih yang kuat dan tegar meskipun diperhadapkan dengan banyak masalah, berhasil Titi lakoni dengan klimaks. Menjadi seorang pengajar tentu bukan pertama kalinya bagi Titi. Dalam kehidupan nyata, Titi pun pernah menjadi pengajar di almamaternya. Disiplin tinggi selalu Titi terapkan pada anak-anak muridnya, ia tidak ingin anak muridnya tidak mencapai impian mereka hanya karena sering menunda-nunda sesuatu.

Sesuai dengan tema The Merry Riana Show hari itu, Merry pun juga setuju kepada Titi bahwa faktor terbesar yang sering membuat manusia tidak bisa mencapai tujuan mereka adalah diri mereka sendiri. Kemenangan sejati bagi Merry, adalah ketika kita mampu mengalahkan diri sendiri. Apa yg dimaksud dengan mengalahkan diri sendiri? Saat segala potensi, bakat dan talenta yang Anda miliki bisa di optimalkan dengan sebaik-baiknya.

Berkaca dari pengalaman, Titi pun membagikan cara ia mengalahkan egonya. Menurutnya, mulai memikirkan orang lain adalah cara terbaik untuk bisa menjaga diri kita untuk tetap berada di jalur yang seharusnya. Semakin banyak Anda melakukan sesuatu buat orang lain, semakin besar pula energi positifnya akan kembali besar kepada Anda.

Perbincangan semakin seru. Merry pun ingin tau pendapat dari Titi, apa factor yang membuat anak muda sulit meraih mimpi mereka? “Karena ga fokus!” jawab Titi, spontan.

Menjalani passionnya bukan berarti mulus dari hambatan dan rintangan. Disaat teman-temannya banyak berguguran, Titi justru berhasil menyelesaikan pendidikan musiknya dengan predikat memuaskan dalam waktu 4 tahun. Bagaimana Titi melakukannnya? Selama menempuh pendidikan musik, ia tak pernah melanglang buana untuk menghabiskan waktu pada kegiatan diluar sana yang menggiurkan. Jarang berkumpul dengan teman-temannya, membuatnya dicap sebagai anak kutu buku yang tidak gaul. Tapi Titi tidak terusik sama sekali, ia malah lebih bersemangat untuk menjadi orang yang sukses di bidang yang ia pilih. Tak ada ruang bagi dirinya untuk terganggu dengan kesenangan duniawi.

Seperti yang Merry sering ucapkan, “Kalau hal itu penting, pasti kita selalu cari jalan. Tapi kalau gak penting pasti kita akan selalu cari alasan.” Jangan hanya berani bermimpi-mimpi saja, tapi kita harus berani untuk berusaha dan berdoa. Itulah kunci kesuksesan seorang Merry Riana yang sering ia ucapkan.

Tibalah Titi membacakan surat cintanya kepada Indonesia. Dalam suratnya, Titi mengucapkan janji kepada Indonesia untuk memberikan segudang prestasi yang akan membanggakan nama Tanah Air. Mimpi sejuta dollar Titi adalah mengeluarkan album yang telah lama tertunda. Album hasil karyanya sendiri dengan sentuhan aransement tangannya sendiri.

The Merry Riana Show hari itu pun ditutup dengan Catatan Inspirasi dari Merry Riana :

“Sebuah keberhasilan tidak selalu dengan cara membandingkan diri dengan pencapaian kesuksesan orang lain. Karena kemenangan sejati bukan karena Anda telah mampu mengalahkan orang lain, tetapi ketika Anda mampu memberdayakan semua talenta yang Anda miliki, melampaui standar yang Anda tentui.”

 

Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to The Merry Riana Show – Kemenangan Sejati

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article