Article
Sep 09

The Merry Riana Show – Start Taking Action

Posted at 10.51 AM | No Comments | POST A COMMENT

“Start Taking Action”

 

Dulu, setiap pagi ada seorang anak laki-laki yang tak pernah absen untuk singgah di jalan Hayam Wuruk, Gajah Mada. Menepikan roda sepedanya pada bahu jalan, menghentikan kayuhannya sejenak, dan menyeka keringat yang berlomba-lomba terjun dari atas kepala. Sembari mencari angin segar ditemani fajar yang mulai menyingsing, sang anak laki-laki itupun berikrar “Suatu hari nanti aku harus bekerja disalah satu kantor disepanjang jalan ini.” Angan-angan sederhana yang berubah seperti mantra. Jeritan hatinya didengar sang khalik. Tahun 1979, anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa itu melamar pekerjaan di salah satu toko buku. Seperti sebuah keajaiban, ia justru diterima tepat dikantor yang sering ia lalui semasa kecil.

Sulaiman Budiman, pria rendah hati yang akrab dipanggil Sule ini adalah bintang tamu di salah satu episode The Merry Riana Show. Sebelum mengudara bersama Merry di Sonora, Sule sempat mengutarakan salah satu mimpinya kepada Merry. Ia pernah ingin diundang menjadi bintang tamu di The Merry Riana Show. Dan mimpi itu telah terwujud, seperti mimpi-mimpi lainnya yang pernah ia capai.

 

“Saya suka gak percaya bahwa saya bisa juga mengubah kehidupan saya.” Ungkap Sule dengan suara yang bergetar. Jika mengulas kembali perjalanan hidup Sule, tentu membuat hatinya terenyuh karena mengingat masa-masa sulitnya dulu.

 

Menjadi anak pertama dari 10 bersaudara, membuat Sule harus bekerja keras sejak kecil. Kala itu, setiap hari Sule harus sudah bangun jam 4 pagi untuk menyusun barang dagangannya di atas keranjang sepeda. Dari rumahnya di Jelambar, ia membonceng sayur mayur segar ke pasar daerah Sawah Besar. Sule lahir dari keluarga sederhana. Ayahnya hanya seorang petani yang menanam sayur lalu menjualnya ke pasar.  Sebagai anak paling besar, Sule sudah dipersiapkan sang ayah untuk mewariskan profesi sebagai penjual sayur, yang telah dilakoni sang ayah sejak turun temurun. Dari sanalah Sule memulai perjuangan hidupnya sebagai penjual sayur, sejak kelas 6 SD.

 

Kalau Merry terpaksa ngumpet di toilet untuk menutupi rasa malunya yang hanya mampu makan roti tawar ketika kuliah di Singapur. Sule terpaksa menyamarkan wajahnya dengan topi dan kacamata saat berjualan sayur. Mengapa? Karena Sule tak berani menunjukkan jati dirinya kepada teman-teman sekolahnya yang sering berbelanja di pasar, tempat ia berjualan. “Kadang mau menangis.” kata Sule mengingat rasa malu yang pernah meliputinya.

 

Sule tak bermaksud membangkak, ia hanya prihatin dengan kondisi ekonomi keluarganya yak tak pernah cukup dengan hasil penjualan sayur. Cita-cita Sule tidak muluk-muluk, ia ingin bekerja untuk melepaskan kehidupan yang dulu dan membahagiakan orangtuanya. Yang ia lakukan adalah bekerja jujur, bekerja rajin. Kerja keras dan kesungguhan yang Sule lakukan membawanya menapaki karier yang gemilang. Dari seorang pramuniaga, ia diangkat menjadi supervisor, kepala seksi, store manajer, lalu kini sebagai regional manajer pada toko buku Gramedia terbesar di Indonesia.

Mahasiswa Abadi di Universitas Kehidupan ini bukan hanya berani bermimpi tapi juga berani bertindak. Langkahnya untuk selalu take action Sule tuangkan dalam buku “Berani Teriak Bertindak Bertindak”. Sama halnya dengan Sule, Merry pun menuliskan kisah perjalanan hidupnya yang penuh lika-liku dalam buku terbarunya, Langkah Sejuta Suluh.

 

Action adalah salah satu kunci untuk menggapai sukses. Karena tak ada kesuksesan yang diraih dengan tidak melakukan apa-apa. Lewat Langkah Sejuta Suluh, Merry berbagi pengalaman hidupnya, memimpin sekelompok anak muda yang berawal dari kelompok pemula yang selalu dianggap sebagai underdog menjadi tim nomor satu di industri jasa keuangan di Singapura dalam waktu satu tahun. Dalam buku ini, Merry memberikan formula-formula sukses yang dapat di pelajari dan di aplikasikan ke semua orang dengan pekerjaan dan umur yang beragam.

 

“Langkah pertama apa yang harus kita lakukan untuk mengubah kata-kata menjadi tindakan?” tanya Merry kepada Sule.

Sule berbagi pengalaman. Omongkan kebanyak orang, menurutnya. Dengan begitu, Anda tidak bisa lari lagi dan mau tak mau harus mewujudkannya. Memulai sesuatu memang tidak mudah. Akan ada banyak sekali keraguan dan rasa malas yang harus dipatahkan. Tapi dengan mendeklarasikan impian ke banyak orang, Anda akan terpacu untuk bertanggung jawab mewujudkan apa yang telah Anda katakan.

Apakah dengan memulai langkah, menjamin impian Anda terwujud? Belum tentu. Namun, Sule percaya “Bila ada satu pintu yang tertutup, pasti ada pintu lain yang terbuka.” Yang penting Anda harus berani melangkah.

Tidak semua hal yang direncanakan itu berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Merry mengatakan, “Kata-kata tidak berarti apa-apa jika tidak dibarengi dengan tindakan nyata.” Apapun langkah yang Anda ambil dalam hidup Anda baik sulit maupun berat, tidak ada langkah yang sia-sia.

Perbincangan semakin seru dan mengalir spontan. Kisah Sule yang inspiratif membuat Merry hampir lupa membacakan pertanyaan yang sudah membanjiri account twitternya. Aliong, salah satu pendengar The Merry Riana Show bertanya, bagaimana caranya agar kita bisa konsisten dalam bertindak?

Sule menjawab, “Kita harus punya mimpi yang benar-benar serius. Bukan mimpi-mimpi biasa.” Menurutnya, yang sering mencuri impian seseorang adalah diri mereka sendiri. Kadang, manusia suka bertanya-tanya apakah saya pantas? Pertanyaan-pertanyaan itulah yang kemudian menghentikan langkah mereka dalam bertindak. Jangan hanya bertanya apakah Anda pantas, tapi sebaliknya buatlah diri Anda pantas.

Sule paham bahwa langkah pertama adalah langkah yang sulit. Namun ia kembali mengingatkan kepada pendengar untuk “Mulai saja. Salah benar, nanti kita evaluasi.” Ia yakin dengan berani mengambil langkah pertama, langkah selanjutnya akan jauh lebih mudah karena orang akan lebih percaya diri. Jangan menunggu. Waktu yang terbaik adalah sekarang.

“Mereka yang menunggu akan mendapatkan sisa dari mereka yang bertindak.” Merry membaca salah satu kutipan dari buku Sule.

Tidak terasa, 1 jam berlalu begitu cepat. Merry bersiap undur diri dari The Merry Riana Show hari itu. Sebelum mengakhiri acara, Merry kembali membagikan catatan inspirasinya. Kali ini, Merry mengajak semua pendengar untuk belajar untuk menertawakan diri sendiri.

“Terkadang manusia terlalu serius menjalani hidup ini, sampai lupa cara untuk tertawa. Hidup memang begini, penuh misteri dan kejutan. Kalau semua begitu mudah, tentu Anda tidak akan tertarik untuk berusaha. Jangan hanya jago menertawakan kesialan orang lain. Tapi beranilah untuk menertawakan diri Anda sendiri, saat ketidak beruntungan ada didekat Anda. Jangan bersedih tapi tertawalah untuk membuat hidup Anda lebih mudah.”

 

Live Your Best Life for Indonesia!

 

 

 


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to The Merry Riana Show – Start Taking Action

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article