Article
Jul 02

Tradisi dan Inovasi – Irwan Hidayat

Posted at 10.29 AM | No Comments | POST A COMMENT

Kata tradisi mungkin diidentikan sebagai sesuatu yang kuno. Makanya, tidak sedikit dari orang-orang modern meninggalkan tradisi dari nenek moyang mereka. Zaman memang sangat cepat sekali berubah. Bahkan ada yang berpendapat bahwa, jika Anda tak bisa mengikuti perubahan itu maka Anda akan tertinggal oleh zaman. Pemikiran itu memang tidak salah, lantas bukan berarti kita harus meninggalkan semua tradisi yang telah ada. Bagaimana kalau tradisi tetap dilakukan dan dijalani dengan bumbuhan inovasi? Seperti halnya pada produk dalam negri yang dilahirkan oleh PT Sido Muncul.

 

PT Sido Muncul adalah pabrik jamu tradisional terkenal di Indonesia yang berdiri pada tahun 1940 di Yogyakarta, dan dikelola oleh Ny. Rahkmat Sulistio. Semula Sido Muncul adalah industri rumahan yang secara perlahan berkembang menjadi perusahaan besar seperti sekarang ini.

 

Saat pertama kali membuat logo Sido Muncul, Ny. Rahmat Sulistio meminta untuk di foto bersama cucu kesayangannya yang masih berusia 4 tahun. Dan cucu yang berdiri di samping sang nenek di foto tersebut, menjadi bintang tamu Merry Riana di program The Merry Riana Show pada bulan April. Bersahaja, sederhana, dan humble. Begitulah kesan yang didapatkan saat Irwan Hidayat mengudara bersama Merry Riana di studio Sonora.

 

Sido Muncul merupakan usaha keluarga yang dikelola secara turun-temurun. Irwan sendiri adalah generasi ketiga yang hingga kini masih memegang pimpinan perusahaan. Awalnya keputusan Irwan dalam menjalankan bisnis keluarga adalah seperti sebuah kewajiban yang harus ia tanggung sebagai anak sulung dalam keluarga. Pada usia 24 tahun, ia harus membimbing adik-adiknya di perusahaan keluarganya sendiri. Tak disangka, keterpaksaan tersebut justru membawa Irwan sadar bahwa tradisi turun temurun dari neneknya merupakan peluang usaha yang bagus.

 

Irwan yang kala itu hanya tamatan SMA dan tidak memiliki pegalaman dalam menjalani bisnis, nekat menyelam pada dunia bisnis. “20 tahun yang pertama itu tidak ada hal yang berarti yang bisa saya lakukan.” jawab Irwan pada salah satu pertanyaan yang Merry ajukan.

 

Terinspirasi dari industry farmasi dan dunia kedokteran, Irwan pun memanage perusahannya dengan prinsip rasional, aman, dan jujur dengan hati, akal, dan peraturan.

 

Menurutnya, mengurus bisnis bukanlah sekedar mencari keuntungan tapi semuanya harus dilakukan dengan hati nurani. Ia tak pernah menginginkan Sido Muncul untuk membuat produk yang merugikan konsumen ataupun lingkungan. Karena yang ia inginkan adalah bukan sekedar membawa perusahaannya menjadi besar tapi juga bertahan hingga ke generasi berikutnya. “Ya gunanya apa nanti saya kaya, lingkungannya rusak. Gunanya apa nanti saya kaya, tapi banyak yang terganggu kesehatannya.” seru Irwan menambahkan.

 

Perbincangan semakin seru dan menginspirasi. Merry pun kembali melanjutkan pertanyaannya dengan menggali sisi lain dari Irwan Hidayat.

 

“Saya juga denger di awal bahwa menjalankan bisnis keluarga ini Pak Irwan juga pernah belajar dari orang yang kurang waras atau bahkan orang gila katanya. Pernah juga belajar dari tukang bajaj, pernah juga belajar dari biro iklan. Bisa diceritakan Pak Irwan?” tanya Merry, penasaran.

 

Penggemar lumpia dan nasi liwet itu pun berbagi akan pengalaman unik yang ia dapatkan waktu lampau. Dalam hidupnya, Irwan selalu belajar dari orang yang ia temui setiap hari. Ketika bertemu orang kurang waras yang mengkomentari jamu ciptaannya bau dan pahit, Irwan mendapatkan ilham untuk membuat jamu dengan rasa yang lebih baik. Saat melihat seorang tukang bajaj yang mampu memberikan sedekah lebih banyak dari yang sering ia berikan, Irwan pun belajar bahwa kaya itu bukan sekedar memiliki pundi-pundi yang banyak dalam tabungan tapi juga mampu berbelas kasih pada sesama. Inilah yang menjadi salah satu inovasi yang Irwan lakukan kepada warisan neneknya, Sido Muncul.

 

Slogan “Orang Pintar Minum Tolak Angin” yang berhasil melekat di benak masyarakat, bukanlah sembarang slogan asal jadi ataupun slogan yang menyindir. “Itu adalah sebuah penghargaan kepada setiap orang. Yaitu setiap orang itu pinter pada panggilan hidupnya masing-masing.” Ungkap Irwan pada Merry.

 

Sudah ada banyak sekali pertanyaan dan komentar dari para pendengar Sonora yang masuk melalui twitter maupun sms, pada saat itu. Dan Merry pun membacakan beberapa pertanyaan untuk dijawab Irwan Hidayat.

 

“Pernahkah perusahaan Bapak mengalami masa krisis dan apa tindakan Pak Irwan pada saat itu?” tanya Merry membacakan pertanyaan dari seorang pendengar.

 

Sebagai bisnis keluarga yang dikelola turun-temurun, krisispun tak luput dari perusahaannya. Ketika tahun 1972, Irwan Hidayat mencoba tetap bertahan menghadapi pasang surut bisnis jamunya yang menanggung hutam sampai 46 juta, sedangkan omzet perusahaannya pada saat itu hanya 900 ribu. Meskipun hampir mengalami kebangkrutan pada tahun 2004, Irwan memang adalah pribadi yang pantang putus asa.

 

Terbukti, di tangan Irwan Hidayat, Sido Muncul berhasil menjelma menjadi industri jamu yang setara dengan industri farmasi dan menjadi produk mendunia yang sudah teruji secara klinis. Bahkan pada tahun 2000, Departemen Kesehatan memberikan sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) kepada PT Sido Muncul, sebuah sertifikat yang biasanya hanya diberikan kepada industri farmasi.

 

“Pokoknya apa saja yang kita miliki, itu bisa digunakan untuk seperti pisau yang punya dua mata sisi. Satu untuk pemerintah, untuk masyarakat, untuk negeri ini.” ucap Irwan Hidayat.

 

Dalam The Merry Riana Show episode ini, Merry Riana pun menyimpulkan bahwa :

“Setiap manusia perlu nilai-nilai dalam hidupnya. Nilai-nilai yang diyakini benar untuk dijalani, Untuk diteladani, dan untuk dilakoni. Salah satunya yang mungkin sering terlupakan adalah Nilai tradisi yang diciptakan untuk diturunkan ke generasi-generasi, yang bermaksud untuk membangun generasi muda menjadi individu yang sukses dan mandiri. Ajaran-ajaran ini mengajar kita untuk bersikap baik dan menghadapi hidup dengan benar.Bawalah dalam setiap langkah anda nilai-nilai positif. Kerja keras, perjuangan, ketekunan,kesungguhan, ternyata bukan slogan mustahil. Bergeraklah dengan nilai-nilai itu, dan kita akan melihat perubahan!”

 

The Merry Riana Show

Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Tradisi dan Inovasi – Irwan Hidayat

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
Master TMRS - 2015 - side bar 300x340px
News & Article