Article
Mar 24

Aktor Legendaris 3 Zaman

Posted at 10.03 AM | No Comments | POST A COMMENT

Aktor Legendaris 3 Zaman

 

Perfilman Indonesia memiliki sejarah yang panjang. Walaupun sekarang masyarakat sudah mulai beralih ke film asing, perfilman Indonesia sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an. Salah satu film yang sepat terkenal saat itu adalah Catatan Si Boy.

Mengenang masa-masa kejayaan perfilman Indonesia, The Merry Riana Show kali ini mengundang salah seorang aktor Indonesia yang juga menjadi pemain film Catatan Si Boy. Ia adalah Didi Petet.

Di dunia perfilman, kemampuan Didi Petet tidak usah diragukan lagi. Kepiawaiannya dalam memainkan peran membawanya mencapai berbagai penghargaan seperti : Aktor Pembantu Terbaik pada Piala Citra FFI 1988, Aktor Terpuji Festival Film Bandung, Lifetime Achievement MTV Indonesia Movie Award 2004, dan banyak sekali. Eksistensinya menghiasi dunia layar kaca, membuat Didi dikenal sebagai Aktor Legendaris 3 Zaman.

Didi Petet telah menghabiskan lebih dari setengah hidupnya untuk bergelut di bidang seni. Awalnya ia memulai karier dibidang musik. Suatu hari, Didi ditawarkan untuk berperan sebagai tukang bakso disebuah Opera. Disanalah, ia menemukan bakat diri yang sebenarnya. Ia jadi suka seni peran, hingga akhirnya ia serius menggeluti bidang seni melalui IKJ (Institut Kesenian Jakarta).

Rahasia sukses Didi Petet adalah kreatif dan berlatih. Orang-orang kreatif akan terus berkarya, walau zaman berubah mereka akan terus mampu untuk mengikuti perkembangan zaman. Selain kreatif rahasia lainnya adalah berlatih. Walau bakat itu penting hal utama adalah berlatih. Seringkali orang-orang yang memiliki bakat tidak melatih bakatnya dan membiarkan bakatnya tenggelam.

Ada sebuah quote dari Didi Petet yang sangat disukai Merry Riana, “Akting itu bukan hanya penopang hidup, tapi juga sekolah kehidupan.” Didi Petet menambahkan, belajar akting yang benar bukan dari film saja tapi dari kehidupan. Karena akting, merefleksikan dan menyampaikan pesan dari sekeliling kita.

Setiap orang punya cara-cara sendiri untuk membangun Indonesia. Kalau Merry Riana dengan buku-buku dan seminar nya, Didi Petet melalui sekolah seni peran yang ia dirikan, Didi Petet Acting School. Sekolah ini sudah memasuki tahun ke-6. Uniknya semua orang dapat belajar seni peran disana, karena sekolah ini terbuka bukan hanya untuk orang-orang yang ingin menjadi aktor atau aktris saja.

Meski Didi kini sibuk mengajar, wajahnya acapkali menghiasi film layar lebar. Salah satunya, adalah film 12 Menit. Film ini diambil dari kisah nyata, tentang grup Marching Band asal Bontang yang dengan kegigihannya berhasil memenangkan kompetisi tingkat nasional. Kerjasama dan kekompakan tim, serta keuletan dalam berlatih menjadi kunci sukses.

Di film 12 Menit , Didi Petet berperan sebagai kakek dari Tara, salah satu anggota Marching Band. Tak ada kesulitan untuk mendalami perannya sebagai seorang kakek. Ia justru mendapat banyak sekali pengalaman baru selama proses shooting. Diceritakan kepada Merry, salah satu adegan seru yang tak terlupakan bagi Didi adalah ketika ia harus shooting di sebuah sungai yang ada buayanya, untuk mengejar sang cucu yang sedang marah. Meski mendebarkan, Didi tak ambil pusing atas tantangannya tersebut. Sebalinya, justru itulah yang paling disukai Didi Petet dari Seni peran, dengan berakting ia dapat menjalani kehidupan lainnya yang sebelumnya tak pernah ia lakukan.

Merry Riana juga punya komentar tersendiri untuk film ini. Ada 1 adegan yang berkesan baginya. Adegan ketika grup Marching Band Bontang sedang melakukan latihan bersama-sama, tapi disuruh mengulang beberapa kali oleh pelatih karena dirasa masih memiliki kekurangan. Menurut pelatih kekurangan timbul karena masing-masing pemain memiliki ego untuk tampil baik sendiri, bukan tampil baik untuk grup mereka.

Bukan hanya di Marching Band saja yang memerlukan harmonisasi, dalam seni peran harmonisasi diperlukan agar seseorang bisa membuat orang lain lebih bagus dari dirinya sendiri saat berakting. Karena  akting adalah aksi rekasi. Jika aksi bagus, maka reaksi akan bagus.

“Apa mimpi sejuta dolar Anda?” Pertanyaan yang selalu Merry Riana lontarkan untuk semua bintang tamu The Merry Riana Show. Dengan tegas, Didi menjawab ingin terus berkarya. Tak ada yang dapat menghentikannya berkarya, kecuali Tuhan.

Tuhan memang tak pernah meminta Anda untuk selalu berhasil, yang ia inginkan agar Anda terus mencoba.  Maksimalkan hidup dan jangan pernah menyerah.

 

Live Your Best Life for Indonesia!

 


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Aktor Legendaris 3 Zaman

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article