Article
Aug 12

Aku dan Merry Riana by Gisela Eugenia

Posted at 11.28 AM | No Comments | POST A COMMENT

Sejujurnya, membutuhkan waktu lama untuk Aku agar bisa menuliskan essay ini. Aku telah melihat lewat pengumuman mengenai event ini dari twitter Merry Riana sejak beberapa minggu yang lalu. Tetapi karena sibuknya jadwal kuliah, rapat dan lomba membuat Aku tidak sempat meluangkan waktu untuk berpikir sejenak dan menulis essay ini.

 

Tetapi semalam, suatu kabar yang mengejutkan membuat Aku akhirnya terduduk didepan komputer dan aliran kata – kata mengalir dengan deras. Dan meskipun begitu banyak hal yang ingin Aku tuliskan, Aku terpaksa harus mempersingkatnya karena adanya batasan 500 kata dalam essay. Sesuatu telah membuat Aku menulis essay ini, dan lucunya topik inspirasi yang membuatku menulis adalah kegagalan…

 

Selama bulan Agustus hingga September, Aku bersama lima orang lainnya menjadi Tim untuk mewakili kampus kami, Unika Atma Jaya Jakarta yaitu mengikuti kompetisi Bussines Law Competition 2012 Negotiation & Contract Drafting yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kami sangat berharap untuk bisa lolos ke dalam tahap final dimana dalam tahap tersebut akan diadakan simulasi negosiasi untuk menjadi penentuan pemenang dari kompetisi tersebut.

 

Pada tanggal 29 Sept 2012, sekitar Pukul 22.00 WIB, perwakilan dari BLC FHUI memberitahu kami bahwa berkas contract yang kami susun tidak cukup baik untuk masuk ke dalam babak final.

 

Kabar itu mengejutkan, karena sesungguhnya kami cukup yakin akan lolos. Hal yang membuat kabar itu terasa lebih sulit diterima karna kami merasa telah menaruh usaha yang sangat besar dalam kompetisi ini. Memang harus diakui jika tim kami tidak memiliki dosen pembimbing ataupun tim riset sebagaimana yang biasa dimiliki tim lainnya ketika mengikuti kompetisi, oleh sebab itu kami pun melakukan segala sesuatunya sendiri. Ditambah lagi, jarak kampus (Jakarta) dan rumahku (Bogor) sangat jauh ditempuh dan Aku harus menggunakan kendaraan umum. Pengorbanan yang telah kami lakukan seperti pulang larut malam, menginap, berusaha membagi waktu antara kuliah dengan rapat organisasi, mengerjakan berkas kompetisi yang sangat menyita waktu dan tenaga, membuat kami percaya akan membuahkan hasil. Tapi ketika mendengar kenyataan mengatakan sebaliknya, secara personal maupun tim kami sangat kecewa & sekaligus sedih mengenai hal itu.

 

Setelah mendengar kabar tersebut, Aku lalu berusaha memastikan kebenarannya dengan lekas-lekas menyalakan internet untuk membuka website resmi BLC FHUI. Dan ternyata benar, kami tidak lolos ke dalam tahap final kompetisi ini.

 

Setelah menyudahi melihat website FHUI tentang kegagalan yang Aku alami, Aku membuka twitter pribadiku, dan muncul dalam timeline twitt dari Merry Riana…

@MerryRiana:

Banyak gagal, banyak belajar. Tapi coba dan coba terus. Jangan patah semangat. #MimpiSejutaDolar hal 305

Dalam cara yang tidak bisa dijelaskan, kata – kata itu memberikan sedikit penghiburan dan inspirasi untukku.

 

Aku hanya mengenal Merry Riana lewat jejaring sosial seperti twitter & blog, bahkan Aku belum sempat membaca bukunya, tapi secara garis besar Aku telah mengetahui mengenai apa yang telah Ia alami untuk bisa menjadi dirinya yang sekarang. Aku mengaguminya dan ingin belajar darinya atas kegigihan tersebut. Sesungguhnya, Merry Riana telah banyak menginspirasiku dalam kehidupan, tidak hanya ketika kegagalan menghimpitku, tetapi juga dalam banyak hal lainnya, seperti jangan pernah menyerah akan cita – cita, dan untuk selalu berpikir positif dalam hidup.

 

Sedikit banyak, Merry Riana telah menyentuh kehidupanku…

Dan untuk itu, Aku berterima kasih…


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Aku dan Merry Riana by Gisela Eugenia

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article