Article
Nov 25

Aku dan Merry Riana by Retno

Posted at 06.46 AM | No Comments | POST A COMMENT

Siang itu, aku berada di ruangan yang berisi pemuda-pemuda yang antusias. Aku sedang mengikuti seminar Entrepreneur muda, dan aku adalah salah satu dari enam orang yang harus berpidato. Tiba-tiba aku mempunyai ide gila untuk berpidato dengan bahasa inggris, dan aku menunggu giliranku maju dengan luar biasa percaya diri dan gugup. Saat giliranku maju, aku mengatakan : “Good morning, ladies and gentlemen. I’am windra, i’m from Institut Pertanian Bogor. My dream is to be a 10 Million dollar philanthropist veterinarian and entrepreneur from Indonesia in 2019.”

 

Ya, itu adalah impianku yang telah aku sebut berkali-kali di depan cermin sejak Juni 2012. aku akan menceritakan salah satu tokoh yang telah membuatku mempunyai impian sebesar itu.

 

Waktu itu aku diajak ibu ke toko buku. Ibu menceritakan kepadaku tentang tokoh pengusaha muda yang sedang ramai dibicarakan, namanya Merry riana. Aku sedikit mencibir, yang aku percaya hanyalah tokoh sukses di bisnis yang sedang aku kerjakan. Ibu memperlihatkan bukunya, judulnya A gift from a friend dan bukunya berwarna pink, “lucu juga”, pikirku. Luar biasanya, Buku ini benar-benar mengubah sudut pandang dan kepercayaanku, aku membaca habis buku ini dengan cepat sambil berdiri di toko buku. Inilah pertama kalinya aku mengenal Merry Riana lewat buku dan motivasinya.

 

Beberapa bulan telah berlalu, dan aku tetap menjalani kuliah sambil berbisnis. Suatu hari Ayah memberikanku uang untuk membeli buku, aku langsung ke toko buku. Saat aku akan membayar buku yang aku beli, aku tengok kanan dan ada buku terbaru Merry Riana, “Mimpi sejuta Dollar”. Entah karena Merry Riana, atau karena tertarik melihat tulisan “sejuta dollar”nya, aku langsung membeli bukunya. Pembelian buku ini merupakan rekor termahalku dalam pembelian buku. Bravo!

 

Suatu hari aku ingin berlatih menjual makanan sendirian di lapangan Sempur, Bogor. Melihatnya banyaknya orang, nyaliku ciut karena saat itu aku masih pemula dalam hal penjualan. Air mata sempat menetes, aku langsung duduk di trotoar dan membuka buku “Mimpi sejuta dollar”. Setelah beberapa saat membaca, aku mulai merasa “senasib” dengan penulis buku ini. Mungkin menjual di keramaian merupakan hal mudah bagi Merry riana maupun anak muda lain yang lebih supel, tapi aku belum menguasai hal ini sehingga perlu motivasi. Akhirnya, setelah membaca, mendapat motivasi dari ibu tercinta, dan mencoba untuk “action” aku berhasil menjual semua makanan yang jumlahnya 70 buah, Alhamdullilah.

 

Merry Riana memang merupakan salah satu tokoh yang tertanam di benakku selama beberapa bulan aku menjalani bisnis, dan setelah membaca bukunya aku mulai membaca buku berbagai tokoh lainnya. Mataku benar-benar terbuka untuk belajar dari orang lain yang sudah sukses. Satu hal lagi yang aku sadari adalah bahwa ilmu yang telah kita pelajari harus segera diajarkan kepada orang lain. Karena, “saat seseorang mengajarkan ilmunya, dua orang mendapatkan ilmu”. Inilah yang dinamakan duplikasi, dan dunia akan menjadi lebih baik dengan cara ini. Merry Riana telah melakukannya, dan aku juga akan melakukannya dan mengajak orang lain untuk melakukannya.

 

“Dunia punya kebiasaan memberi tempat bagi orang yang kata-kata serta tindakannya menunjukkan ia tahu akan ke mana”


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Aku dan Merry Riana by Retno

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article