Article
Mar 16

Aku dan Merry Riana by Debbie Arintika

Posted at 08.14 PM | 1 Comment | POST A COMMENT

art2

Aku dan Merry Riana

Suatu hari seorang rekan bertanya kepadaku, “Siapakah tokoh yang paling menginspirasi hidupmu?” Dua nama yang pertama kali terlintas di otakku adalah Steve Jobs dan Merry Riana. Semua orang pasti tahu Steve Jobs. Seorang revolusioner di dunia teknologi yang telah mengguncang dunia. Sementara Merry Riana, adalah seorang wanita yang begitu hebat di mataku. Muda. Cantik. Sukses. Tangguh. Mandiri. Ia adalah definisi dari sosok wanita ideal di benak saya; gambaran dari karakter wanita yang selalu ingin Aku miliki. Aku ingin menjadi wanita yang seperti itu.
Aku mengenal nama Merry Riana dari Twitter, beberapa tahun lalu ketika salah seorang temanku me-retweet sebuah tweet dari akun beliau. Oleh karena tweet tersebut terasa menarik, Aku pun mulai mencari tahu mengenai beliau. Dan semakin banyak Aku tahu tentang sosok Merry Riana, semakin Aku tertarik dengan kisah hidupnya. Aku pun membeli buku Mimpi Sejuta Dollar yang begitu populer kala itu. Dari sinilah, sosok Merry Riana semakin menginspirasiku dan Aku pun semakin mengidolakan beliau. Semua teman-teman Aku tahu betapa Aku mengidolakan sosok Merry Riana. Aku tidak pernah bosan membagikan apa yang Aku dapat dari kisah seorang Merry Riana kepada mereka. Beberapa dari mereka yang belum pernah mendengar tentang Merry Riana pun, mulai mengenalnya. Bahkan, ada juga yang turut membeli buku-buku Merry Riana.

Mengapa Aku begitu mengidolakan sosok Merry Riana? Sederhana Aku tersentuh membaca kisah hidupnya karena saya menemukan ada kemiripan antara kondisi Merry Riana di awal kisah hidupnya ketika hendak menjadi mahasiswi, dengan hidup yang Aku jalani. Awalnya, Aku juga hanya mahasiswi biasa yang tidak pernah punya mimpi yang muluk-muluk. Aku anak perantauan dari daerah yang kuliah di Jakarta. Keluargaku tidak kaya, tapi Aku bersyukur kepada Tuhan bahwa kami berkecukupan. Tidak sekalipun Aku bermimpi untuk bersekolah di luar negeri karena Aku tahu betul bagaimana kondisi finansial keluargaku. Aku berkuliah di kota orang, jauh dari orang tua, juga hanya dengan sebuah mimpi sederhana, Aku ingin dapat bekerja di perusahaan dan memiliki gaji yang cukup untuk membawa orang tuaku berlibur ke luar negeri. Klise. Tapi itulah mimpi Aku kala itu. Aku merasa tidak perlu berusaha terlalu keras karena Aku berpikir bahwa asalkan Aku memiliki IPK yang bagus, itu sudah cukup. I stayed a lot in my comfort zone. Tapi kisah Merry Riana telah membuat Aku berpikir satu hal, yaitu: ‘Apakah benar begini saja cukup? Benarkah menjadi pegawai perusahaan dengan gaji memadai adalah tujuan akhirku?’ Ternyata hatiku menjawab tidak.

Bagaimana bisa Aku hanya berdiam diri di dalam zona nyaman, hidup mengikuti arus, tanpa ambisi, tanpa tantangan; sementara beberapa tahun yang lalu ada seorang pemudi yang kondisinya kurang lebih sama seperti Aku telah berjuang habis-habisan untuk meraih sukses yang diinginkannya? Atau perlukah Aku menunggu sampai badai itu datang seperti yang dialami Merry Riana pada tahun 1998 baru Aku tersadar dan mulai bergerak? Aku merenung setelah membaca buku itu. Aku banyak bertanya pada diriku sendiri, sampai kemudian Aku sampai pada sebuah tekad: Aku tidak akan menjadi mahasiswi yang biasa-biasa saja. Why should I be an ordinary person, when I believe that I can be the extraordinary one? Aku pun mulai bergerak. Kehidupan perkuliahan Aku yang awalnya hanya ‘kupu-kupu’ atau ‘kuliah-pulang, kuliah-pulang’ berubah 180 derajat. Aku mulai bergabung dalam organisasi, mengikuti berbagai macam kegiatan. Aku mulai memiliki ambisi. Aku mulai berani mengambil setiap tantangan yang datang. Aku mulai berani untuk mengambil resiko. I step out from my comfort zone.

Mimpi Aku pun menjadi semakin besar, yaitu: Aku tidak mau sekedar menjadi pegawai di perusahaan, tapi Aku ingin menjadi pemilik perusahaan. Ya, Aku ingin memimpin perusahaanku sendiri kelak. Aku juga ingin mengambil S2 di luar negeri. Aku mulai aktif mencari tahu dan mendaftar berbagai kesempatan beasiswa, meskipun sampai saat ini belum ada satu pun yang lolos. Tapi, Aku tidak akan menyerah. Dan sampai di titik ini, Aku mulai melihat some impossible things are starting to turn to be the possible ones. I have an extraordinary God who gave me an extraordinary capacity, so I believe that I can reach my dreams someday when I never give up! Aku bersyukur bahwa Aku memiliki kesempatan untuk mengenal sosok Merry Riana yang telah menyadarkan dan mengubah hidupku. Aku tidak akan menyerah!
* * *


You may also like :




  • About Merry Riana

One Response

  1. Astit Astykawati

    Terimakasih Debby sudah membagikan kisahnya, benar banget ! Kita punya Tuhan yang luar biasa yang memberikan kita kapasitas yang luar biasa. Jadi harus dipergunakan sebaik dan semaksimal mungkin, itulah cara kita bersyukur atas segala akal dan pikiran yang diberikannya. Hidup di dunia hanya sekali jadi jangan biarkan semua ini hanya biasa-biasa saja. Sekali lagi Terimakasih Debby dan Miss Merry..semoga saya dan anak-anak muda lainnya pun demikian ,selalu semangat dan pantang menyerah akan mimpi, Apalagi habis baca artikel ini. Fightting spiritt !! Take it higher ! 🙂

Post a comment

Post a comment to Aku dan Merry Riana by Debbie Arintika

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article