Article
Apr 23

Beauty in Differences – James Gwee

Posted at 10.01 AM | No Comments | POST A COMMENT

“Beauty In Differences”

Setiap manusia diciptakan dengan keunikannya masing-masing. Keunikan inilah yang kemudian menjadikan dunia indah. Tapi terkadang, keindahan ini tidak dinikmati oleh semua manusia. Banyak sekali mereka yang menggerutu, berselisih bahkan berdebat menghadapi perbedaan yang mereka temukan pada orang-orang disekeliling mereka. Padahal, berbeda itu indah kalau kita mau merendahkan hati untuk bersama dalam keseragaman.

Lihatlah pelangi, begitu indah menghiasi langit karena warna warninya. Perbedaan diciptakan Tuhan agar kita bisa saling melengkapi, bukan saling menyalahkan.

Seorang sahabat Merry, James Gwee, adalah salah satu orang yang bisa menemukan sisi indah dari perbedaan yang ia temukan. Beliau adalah seorang Speaker dan Trainer berkewarganegaraan Singapura yang kini lebih banyak beraktivitas di Indonesia, setelah menikah dengan seorang warga negara Indonesia.

Awalnya tentu tidak mudah baginya untuk menerima perbedaan tersebut. Banyak sekali hal-hal baru di Indonesia, yang kadang tidak sesuai dengan harapannya. Mulai dari rasa makanan, kultur budaya, kondisi lalu lintas, dan bahasa. Tapi semuanya itu ia hadapi dengan positif, sehingga Indonesia bukan lagi negara asing baginya, tapi menjadi rumah kedua untuknya.

Beristrikan kewarganegaraan Indonesia, membuat beliau berpikir kreatif untuk menaklukan perbedaan di antara mereka. Keterbatasan bahasa yang mereka hadapi, membuat mereka terpaksa menggunakan 3 bahasa dalam berkomunikasi. Melayu, Inggris dan Mandarin. Tapi justru itu menjadi keseruan tersendiri bagi mereka.

Ada sebuah pengalaman unik yang pernah James alami, bersama pacarnya dulu yang sekarang telah menjadi istrinya. Waktu itu, beliau hendak pergi bersama istri ke suatu tempat. Setelah mendekati sebuah prapatan ia bertanya kepada istrinya, “kita mau kemana, belok kiri atau kanan?” Istrinya menjawab “lempeng..” Karena tidak mengerti, James mengulangi pertanyaanya lagi. “No.. no.. kiri atau kanan?” Sekali lagi, istrinya menjawab “lempeng..” James yang tidak mengerti arti kata “lempeng..” pun bertanya pada istrinya. Sejak saat itu, James baru tau, bahwa lempeng itu artinya lurus.

Keterbatasan bahasa tidak membuat mereka frustasi, tapi justru membuat mereka belajar banyak sekali hal baru, bahasa baru, dan istilah-istilah baru. The beauty in differences.

Seperti apa Chinese New Year Eve di Singapura? Merry pun penasaran. James mulai menceritakan tradisi wajib yang selalu ia lakukan ketika masih di Singapura. Saat menjelang New Year Eve, ornamen-ornamen merah sudah menghiasi rumah James Gwee. Warna merah sebagai simbol kegembiraan, kebahagiaan dan keberhasilan, selalu tergantung rapih di setiap renda-renda jendela rumahnya. Kain merah juga harus terpajang didepan pintu besar. Para pria harus menggunting rambut, sebagai simbol bahwa ia sudah meninggalkan hal-hal yang lampau. Membersihkan seluruh bagian rumah dan pergi bersama keluarga ke wihara untuk sembahyang.

Semua anggota keluarga juga sudah harus mandi bersih sebelum jam 6 sore untuk menyambut tahun yang baru. Dan tradisi yang paling ditunggu-tunggu adalah acara makan besar, dimana satu keluarga berkumpul kembali untuk duduk dan menyantap makanan bersama sama.

Bagi warga keturunan Tionghoa, merayakan Tahun Baru Imlek tidak lengkap tanpa kehadiran pohon jeruk imlek. Pohon Jeruk Imlek diyakini sebagai pembawa rezeki. Pada saat Imlek biasanya ada tradisi saling memberi jeruk imlek. Dengan tukar-menukar jeruk ini maka setiap orang akan mendapat ucapan dan pemberian peruntungan dari orang lain.

Jeruk Imlek juga merupakan lambang keharmonisan dan kekayaan. Warna kuning cerah yang berarti sama dengan simbol warna emas atau kekayaan yang dipercaya oleh masyarakat Tionghoa.

Khusus di hari pertama imlek kegiatan menyapu atau membersihkan rumah dilarang dilakukan karena dipercaya akan menyapu semua keberuntungan yang berdatangan.

Ritual-ritual inilah yang membuat James sangat excited menyambut perayaan Imlek.

Berbeda dengan yang ia rasakan, saat pertama kali datang pada ke Indonesia. Karena pada saat itu, Indonesia belum ada perayaan Imlek seperti sekarang ini.

Tahun 1990, James pertama kali datang ke Indonesia sebagai seorang franchisor. Banyak menghabiskan waktu di Indonesia, membuat James harus segera beradaptasi dengan kebiasaan-kebiasaan baru. Kemacetan ibu kota yang sangat amazing, menjadi shock therapy baginya selama kurun waktu 2-3 tahun. Namun, James sadar bahwa mengeluh dan marah tidak akan merubah apapun.

“..you cari makan di sini ya, you live with it. So, make a choice either you cannot take it, return to Singapore, or you stay here and accept it.” Kata James menjelaskan bagaimana ia akhirnya dapat menerima perbedaan keadaan yang cukup signifikan dengan negara asalnya, Singapura.

Untuk dapat melihat keindahan dalam perbedaan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima perbedaan tersebut dengan positif. Setelah dapat menerima perbedaan, barulah mengambil langkah untuk beradaptasi dengan situasi. Seperti yang James katakan, mengeluh tidak akan menjadikan situasi lebih baik.

Perbedaan dalam persepsi dan mindset mungkin sering terjadi pada setiap individual, apalagi pada hubungan yang sangat dekat. Karena kadang kedekatan membuat kita cenderung melihat seseorang dari sisi negatifnya ketimbang sisi positifnya. Seperti ada peribahasa, mengatakan Gajah di pelupuk mata tak tampaksemut di seberang lautan tampak.

“Bagaimana cara Pak James bisa menerima perbedaan?” tanya Merry ke James yang hari itu menggunakan kemeja panjang garis-garis. “Take one or two steps back and appreciate the whole thing.” Ucap James mengutarakan kisi-kisinya yang pertama. Kedua adalah berempati. Anda harus mampu melihat setiap keadaan dari sisi yang berbeda. Tempatkan diri Anda pada posisi mereka, dari latar belakang mereka, dan dari sudut pandang mereka. “Put yourself in the other person’s shoe..” tutur James mengakhiri tipsnya.

Berbeda itu tidak salah. Berbeda bisa jadi sangat indah, karena menjadikan hidup penuh warna. Seperti yang dikatakan Semboyan Negara Kita, Bhinneka Tunggal Ika, Berbeda-beda tetapi Tetap Satu.

Sebelum mengharapkan bahwa semua orang harus memahami kita 100%, ingatlah bahwa kita semua berbeda-beda. Pasangan yang luar biasa akan mencari persamaan dan menghormati perbedaan, di antara keduanya.

The Merry Riana Show

8 Februari 2013

Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Beauty in Differences – James Gwee

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article