Article
May 13

From Borneo to Bloomberg

Posted at 01.58 PM | No Comments | POST A COMMENT

From Borneo to Bloomberg

Berkarir di negri sendiri dan sukses tentu bukan hal yang mudah, apalagi kalau harus berkarir di negri orang. Tapi tantangan ini tak membuat pria asal Borneo, Kalimantan yang satu ini gentar. Serentetan tantangan mengiringi perjalanan karirnya. Berbekal bahasa inggris dan latar belakang akademis yang pas-pasan, ia nekat mengadu nasib di negara kangguru, Australia. Namun jatuh bangun yang ia alami, tak pernah membuatnya patah semangat. Kerja kerasnya berbuah manis. Siapa sangka, dari anak sungai Kalimantan, Iwan  menjelma menjadi raja property di Sydney.

Hari itu, jauh dari negri yang membesarkan namanya, Iwan datang bersama timnya. Rapih dengan jas hitam, ia memasuki studio Sonora dan menerima sambutan Merry Riana dengan mantap. Ditangan kirinya tergengam erat buku From Borneo to Bloomberg, buku hasil karya tangannya sendiri.

Awalnya, Iwan tak terlalu ingin diekspos. Hingga suatu hari, seorang sahabat menyadarkan dirinya bahwa ada banyak orang yang memerlukan inspirasi-inspirasi dari orang-orang seperti Iwan. Pengalaman pribadi setiap orang memang unik, tapi ada prinsip yang sama untuk seseorang bisa berhasil. Dan keyakinan tersebut yang mendorong Iwan untuk membeberkan kisah hidupnya melalui buku dengan harapan setiap orang yang membacanya bisa mengadopsi hal-hal positif darinya.

Seperti sebuah dongeng, kisah hidup Iwan memang mengesankan banyak orang. Iwan lahir sebagai anak yang biasa-biasa saja. Lahir di sebuah desa kecil di belakang hutan, Iwan tumbuh besar dirumah kecil, di atas sungai. Tak ada prestasi akademis yang ia capai semasa kecil. Iwan pernah tidak naik kelas karena malas belajar. Lalu bagaimana turning point dalam hidupnya?

Everything happens for a reason. Sebuah kisah tragis yang berhasil menyadarkan Iwan. Kala itu, Iwan sedang berlibur di Bali. Ia terhantam oleh sebuah truk tangki hingga mengalami patah tulang dan koma selama 5 hari. Setelah tau dirinya masih diberi kesempatan untuk hidup, Iwan pun tak menyia-nyiakan kesempatannya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Dari situlah ia terbiasa untuk memacu dirinya untuk terus maju.

Tahun 1985, Iwan terbang ke Australia untuk melanjutkan kuliah. Awalnya, Iwan ke Austali untuk tujuan akademis. Namun seiring berjalannya waktu, ia justru menjadi pengharum nama Tanah Air melalui prestasinya, bersama Crown Group. Dengan jerih payah, ia berhasil membawa perusahaannya naik daun melalui portofolio yang mengesankan senilai lebih dari 30 triliun. “To be better first.. then bigger will follow.” Begitulah misi yang coba Iwan tanamkan pada Crown Grop, yang membawanya meraih penghargaan untuk apartemen dan gedung terbaik di Sydney dan seluruh Austali. Kini, Crown Group berada di garis depan industry property Australia yang selalu memberikan inovasi tanpa henti.

Banyak orang bertanya padanya, bagaimana membangun perusahaan besar? “I learn to do small things in a big way.” Begitulah prinsip hidup Iwan. Sembari kuliah, ia mulai bekerja sebagai perancang rumah meskipun dari proyek kecil yang kadang tak dibayar. Mulai dari menggambar dapur, pagar, kamar mandi, ia lakukan dengan rendah hati. Iwan percaya, memulai dari yang kecil akan memberikan kesempatan baginya untuk belajar step by step ke hal yang lebih baik. Rendah hati, kuncinya. Banyak orang menurutnya yang sampai saat ini belum bisa berhasil karena mereka gengsi untuk belajar.

Tidak peduli betapa sibuknya ia saat ini, Iwan selalu menempatkan Tuhan dan keluarganya dalam prioritas utama. Bahkan, ia tak pernah absen mengantar buah hatinya ke sekolah sebelum berangkat ke kantor. “Family is everything” kata Iwan. Tak ada artinya punya bisnis yang besar bila keluarga terbengkalai. “Kesuksesan kita bisa dilihat dari kesuksesan anak-anak kita.” Kata Merry menambahkan pendapatnya.

Iwan selalu rendah hati. Ia ramah kepada setiap orang, khususnya kepada anak muda yang ingin belajar banyak hal dengannya. Sayangnya ia menilai, ada banyak sekali anak muda yang motivasinya luar biasa tapi ketika harus melaksanakan keinginannya, mereka jadi kebingungan.

Motivasi – strategi = frustasi

Bagi iwan, berbisnis itu seperti memasak. Untuk berhasil, kita harus tau apa resepnya. Kini, Iwan lebih sering berada di Indonesia untuk berbagi resep kesuksesannya melalui seminar maupun interview media.  Bisnis adalah suatu alat bukan tujuan akhir baginya. Iwan bercita-cita ingin menghilangkan kefrustasian anak muda di Indonesia dalam berbisnis.

45 menit perbincangan Merry bersama Iwan telah berlangsung. Tibalah Merry kepada sesi pertanyaan dari Friends Sonora yang telah membanjiri account twitternya. Merry membacakan salah satu dari antaranya, yang bertanya tentang tips untuk berbisnis property kepada Iwan Sunito.

Properti memang bisnis yang menjanjikan. PropertI bisa menghasilkan uang sekalipun saat Anda sedang tertidur. Berkaca dari pengalaman Iwan dulu, ia yakin bahwa segala sesuatu memerlukan 10000 jam terbang untuk menjadi luar biasa. 10000 jam memerlukan waktu 10 tahun. Iwan teringat bagaimana ia selama 6 tahun mengerjalan proyek-proyek kecil. Dan selama 5 tahun merintis perusahaan yang hampir buntung. Iwan bertekun dan tetap mencintai pekerjaannya sampai kini ia berhasil menuai hasil kerja kerasnya.

“Apa pesan untuk anak muda di Indonesia?” lanjut Merry kembali membacakan pertanyaan dari Friends Sonora.

Bagi Iwan, setiap orang itu unik dan dianugrahi aset yang besar dari surga. Focus dengan kelebihan yang Anda punya adalah kunci utama. Jangan tanggung-tanggung dalam melakukan sesuatu. Ketika Anda suka sesuatu lakukan terus sampai berhasil. Lakukan pekerjaan kecil dengan semangat yang panjang. Karena sama seperti Merry Riana sering bilang, hidup itu adalah perjuangan yang harus dimenangkan.

Indonesia patut berbangga hati. Selain punya Merry Riana yang menjadi inspirasi se-Asia dan Indonesia. Indonesia juga punya Iwan Sunito sebagai salah satu anak bangsa yang tak pernah berhenti berinovasi melalui property bergengsi yang menghiasi kota Sydey, Australia. Setiap kata yang terucap dari lidah bibir Iwan Sunito, selalu bearomakan inspirasi yang tak pernah padam.

Hidup ini sangatlah sederhana, jangan bersikeras untuk membuatnya rumit.

Tapi bersikeraslah untuk membuatnya menjadi hidup paling baik yang pernah Anda miliki.

 

Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to From Borneo to Bloomberg

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article