BAGAIMANA MENJADI ORANGTUA YANG EFEKTIF? – (PART 1)

 

 

 

Smart Parents,

 

Om Ciputra pernah bilang,

 

“Mengatur 40.000 karyawan lebih mudah dibanding mengatur 4 anak.”

 

Kok beliau sampai bilang begitu???

 

Ternyata, beliau pernah kebingungan anak-anaknya di luar negeri tidak mau kembali ke Indonesia untuk melanjutkan kerajaan bisnisnya karena takut sama papanya.

 

Sampai suatu hari, Om Ciputra dapat informasi di sebuah koran tentang training bagaimana menjadi orangtua yang efektif dari Thomas Gordon.

 

Hasil training tsb membuahkan hasil.

 

Anak-anak Om Ciputra mau kembali ke Indonesia dan melanjutkan bisnisnya, bahkan tinggal di dekatnya.

 

Sejak saat itu, Om Ciputra mengundang Thomas Gordon ke Indonesia dan mengikutkan karyawan-karyawannya (yang sudah berkeluarga) untuk mengikuti training tsb.

 

Nah, apa sebenarnya yang diajarkan di dalam training tsb sehingga begitu ngefek?

 

Ada 4 cara Parenting yang disaripatikan dari buku karangan Thomas Gordon tentang bagaimana menjadi orangtua yang efektif.

 

Agar lebih ringkas, saya akan sharing kan 1 dulu.

 

  1. Mulai dari Topik Obrolan yang Menarik dan Relevan dengan Minat Anak.

 

Contoh kecil…

 

Biasanya, pas anak pulang sekolah, apa yang kebanyakan orangtua tanyakan?

 

“Gimana sekolahnya?”

 

“Baik.” (Jawab anak)

 

“Gimana pelajarannya?”

 

“Baik.” (Jawab anak)

 

Parents, kalau pola komunikasi orang tua dan anak hanya sebatas itu-itu saja, maka anak Anda akan merasa bosan dan terbiasa menjawab Anda asal-asalan.

 

Kalau sudah begitu, besok-besok begitu pulang sekolah insting anak sudah bisa menebak.

 

Inilah cikal bakal buruknya kualitas komunikasi dan hubungan antara orangtua dan anak.

 

Efeknya?

 

– Anak cenderung tertutup kepada orang tua karena dianggap bukan temen curhat yang menyenangkan.

 

– Anak semakin tidak dekat dengan orang tua.

 

– Anak cenderung lebih memilih mengambil keputusan apapun sendiri dibanding minta nasehat orang tua.

 

Solusinya?

 

Ajak anak ngobrol dengan topik yang sesuai dg minat dan kesukaannya terlebih dahulu. Itulah pintu menuju hatinya!

 

Contoh:

 

Kalau anak suka bola, bisa ajak ngobrol seputar dunia bola. Misal:

 

“Eh, menurut kamu, gimana performa Juventus sejak setahun ini ada CR7?”

 

(Kemungkinan besar, anak akan langsung menjawab dengan excited dan obrolan pun menjadi panjang)

 

Dijamin, anak tidak akan asal jawab dan bosan karena relevan dengan minatnya. 🙂

 

Dengan begitu, ia akan merasa nyambung dengan orangtuanya. Merasa dekat bahkan merasa orang tuanya temen cerita yang lebih menyenangkan dari teman-teman pergaulannya. Sehingga setiap kali ada sesuatu apapun itu, anak Anda akan terbuka kepada Anda.

 

Bukankah itu yang Anda harapkan? 🙂

 

Semoga bermanfaat.

 

Bingung bagaimana mendidik anak berkarakter?

Isi data diri Anda di bawah ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *