Article
Feb 25

Konsumen Baru Asia Tenggara

Posted at 12.00 PM | No Comments | POST A COMMENT

Hallo,

Nama saya Budi. Di MRI (PT Merry Riana Indonesia), saya bertugas sebagai Assistant Digital Specialist .

Berikut adalah informasi dari HSBC yang mungkin bisa membantu kesuksesan Anda:

——

Meledaknya status perekonomian di Asia Tenggara menciptakan kelas menengah baru, yang akan membantu menyeimbangkan tuntutan global yang akan terjadi beberapa dekade ke depan; membuka kesempatan untuk regional dan untuk dunia.

Pertumbuhan ekonomi anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN*) tidak lagi didorong oleh ekspor dan manufaktur mengingat Asia Tenggara kini menjadi salah satu lahan perekonomian terkemuka di dunia.

Negara-negara ASEAN hanya berisi sekitar setengah dari populasi India atau sekitar 600 juta orang, namun secara kolektif mereka menghasilkan PDB lebih besar dan diperkirakan akan tumbuh sebesar rata-rata 6% per tahun di 2020 dan bernilai sekitar 4.7 triliun USD.

Menurut International Monetary Fund (IMF), Asia akan menjadi rumah bagi lebih dari setengah populasi kelas menengah secara global pada tahun 2020, dan ASEAN diharapkan akan memberikan lebih dari 2 triliun USD lahan konsumsi baru. Setengah dari populasi ASEAN yang dimaksud akan berusia di bawah 30 tahun.

Dengan meningkatnya daya beli maka datanglah aspirasi yang lebih besar, mendorong besarnya permintaan untuk properti, mobil, pendidikan dan kesehatan. Selama populasi ini bertumbuh, dibutuhkan metode-metode baru dalam menabung untuk hari tua, dana kesehatan, dan kepastian perlindungan asuransi yang memadai saat sistem jaminan sosial sedang tidak stabil.

Pola konsumsi cenderung berbeda di berbagai area. Konsumen di negara berkembang cenderung menggunakan sebagian besar pendapatan untuk meningkatkan standar hidup secara umum, sementara konsumen di pasar yang lebih mapan akan cenderung ke arah konsumsi dan investasi.

Misalnya, kebijakan pengeluaran dari populasi kelas menengah yang lebih mapan di Singapura, Malaysia dan Thailand bisa jauh lebih jelas. Sementara pola belanja di Indonesia dan Filipina masih terfokus pada kendaraan, peralatan dan layanan pendidikan untuk peningkatan kualitas hidup. Vietnam memiliki tingkat kepemilikan kartu kredit yang paling tinggi dari semuanya, tapi biasanya pasar kelas menengah hanya melirik barang-barang mewah.

Tingkat kekayaan di ASEAN diatur untuk tumbuh lebih cepat dari perkembangan Cina selama lima tahun ke depan. Ini akan cenderung mendorong perkembangan di pasar keuangan dan berpotensi untuk mengubah bentuk tabungan dan pilihan investasi. Saat ini, ASEAN memiliki salah satu tingkat tabungan tertinggi di dunia (sekitar 30%) dan cadangan devisa sebesar 800 miliar USD.

Kini mayoritas aset keuangan masih tetap terpusat dalam bentuk tunai, dan terkonsentrasi pada aset tunggal seperti saham di pasar-pasar tertentu. Banyak peristiwa di seluruh dunia yang menunjukkan bahwa penciptaan kekayaan bisa mengubah perilaku konsumen dalam berinvestasi. Itu berarti, populasi pemilik dana atau pemain di pasar ASEAN tengah merintis diversifikasi portofolio dari aset yang diinvestasikan di luar pasar lokal mereka. Integrasi keuangan regional dan liberalisasi pasar, seperti yang berlangsung di Cina, akan memungkinkan untuk diversifikasi yang lebih efisien.

Sangat mudah untuk terkesan dengan potensi dari lahan yang akan menjadi pasar konsumen yang besar di dunia ini, namun sangat sulit untuk mengabaikan tantangan-tantangannya. Anggota ASEAN perlu meningkatkan infrastruktur mereka, menstabilkan pasar tenaga kerja mereka dan mempersempit kesenjangan pendapatan untuk memastikan bahwa manfaat dari integrasi regional dapat tersebar luas. Transparansi yang lebih besar dalam pasar keuangan dan peraturan untuk memfasilitasi arus investasi juga sangat diperlukan untuk membangun industri jasa keuangan dan perekonomian yang lebih matang.

Munculnya kelas menengah akan terus menjadi berita utama bagi perekonomian di Asia Tenggara pada tahun-tahun mendatang. Potensi pertumbuhan yang menjanjikan akan mengubah salah satu daerah yang paling diabaikan di dunia menjadi salah satu yang terpenting di masa depan.

PS. Artikel ini juga muncul di South China Morning Post di bulan Mei 2015.

*Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) terdiri dari Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

—–
Touching Hearts Changing Lives,
Budiman Susilo
Assistant Digital Specialist
PT Merry Riana Indonesia
Telp : 021 583 54154
www.MerryRiana.com


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Konsumen Baru Asia Tenggara

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article