Article
Nov 11

Membangun Rumah Untuk Rakyat

Posted at 04.49 PM | No Comments | POST A COMMENT

Merry Riana punya kebiasaan khusus untuk mengisi liburannya. Ia selalu mengunjungi rumah sang kakek tercinta yang kini usianya sudah 98 tahun dan tinggal di Bogor. Setiap kali Merry Riana pergi mengunjungi sang kakek di Bogor, ia selalu teringat masa kecilnya yang selalu menghabiskan weekend di rumah sang kakek.

Menurut Merry, dulu daerah sekitar Bogor tidak seperti sekarang yang sudah banyak perumahan. Kini, dihampir sepanjang daerah Bogor terdapat perumahan-perumahan bagus yang sederhana. Berbicara soal perumahan di Bogor, pasti masyarakat disana kenal dengan Elang Gumilang. Seorang wirausaha muda yang berada di balik pembangunan perumahan-perumahan sederhana di Bogor.

Jauh dari Bogor, Elang memenuhi undangan Merry sebagai bintang tamu di salah satu episode The Merry Riana Show. Ini bukan pertama kalinya Merry dan Elang bertemu. 2 tahun yang lalu, mereka sama-sama pernah diundang dalam acara Kick Andy.

Elang mengulang kembali kisah masa lalunya kepada Merry. Sama seperti orang sukses kebanyakan, Elang pun harus mengalami jatuh bangun dalam merintis bisnis.

Sejak kecil, CEO Elang Group ini memang sudah punya jiwa wirausaha. Otak bisnisnya tak pernah mati. Apapun ia jual,dari berjualan koran, korek, tanah liat, sepatu, minyak goreng sampai berdagang donut. Elang ingin independen dalam masalah ekonomi. Ia bahkan terpacu untuk memodali kuliahnya dari uang hasil jerih payahnya sendiri. Sayang, aksi berjualannya itu tercium oleh orangtuanya. Elang dipaksa berhenti berjualan.

Seperti ada pepatah yang mengatakan : Banyak jalan menuju Roma. Elang tak putus ide untuk mencari cara lain menghasilkan uang. Ia ikut berbagai lomba dan memenangkannya. Hadiah yang ia dapatkan dari hasil hunting lomba, bukan hanya uang tapi prestasi yang menghantarkannya ke perguruan tinggi negri.

Mendengar latar belakang kisah Elang yang banyak dihabiskan dengan berjualan dan mengikuti lomba, Merry Riana jadi bertanya-tanya : Apa yang membuat Elang bisa sampai ke bisnis properti?

“Kepepet…jawab Elang yang mengaku terjun ke bisnis properti karena faktor keterdesakan.

Elang mulai merangkak di dunia properti sebagai sales perumahan. Hingga suatu hari, ia mengumpulkan modal sebesar Rp 340 juta hasil meminjam dari kerabatnya dan mulai beralih menjadi kontraktor. Proyek pertamanya laris manis, dalam waktu satu setengah tahun. Itulah awal kecanduan Elang pada bisnis properti.

 

Bersama Elang Group, ia membuat rumah untuk kalangan ekonomi bawah, komplit dengan fasilitas pendukung di dalamnya, seperti klinik 24 jam, angkot 24 jam, rumah ibadah, sekolah, lapangan olahraga, dan juga dekat dengan pasar.

Darimana keterampilan Elang merintis bisnis ini?

Kuncinya hanya 1 : “Saya adalah orang yang meyakini ketika kita berani menanggung tanggung jawab besar kita akan diberikan kekuatan besar oleh yang di atas.Katanya kepada Merry.

 

Bagi Elang, Ilmu bukan hanya bisa didapat dari belajar, tapi juga dengan mengajar kepada orang lain. Merry pun sependapat dengan Elang, menurutnya kesuksesan itu didapatkan bukan karena warisan atau karena menang undian tapi karena adanya usaha untuk mewujudkannya.

 

Kalau gak punya modal. Apa mungkin bisa jadi property developer?sebuah pertanyaan dari Friends Sonora dibacakan oleh Merry.

 

Sama dengan awal karir Elang yang tak punya modal apa-apa, ia pun sadar bahwa uang bukan satu-satunya modal yang harus dimiliki seseorang untuk membangun usaha. Bagi Elang selain uang, integritas harus dimiliki seseorang.

 

Meski sudah menjadi orang sukses, pemuda sederhana lulusan Insititut Pertanian Bogor ini tak lupa daratan. Dalam setiap proyek yang ia buat, Elang selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. Sejumlah prestasi juga telah ia kantongi, meraih Asia Pasific Entrepreneur Award Indonesia 2010 untuk kategori “Most Promising Entrepreneur” adalah salah satunya. Bahkan ia pernah mendapatkan penghargaan dari Menpora dan diundang ke Istana Negara sebagai pemuda andalan nusantara untuk bertemu Presiden RI dan Barack Obama.

 

Salah satu prinsip Elang, yang ia peroleh sejak masik kanak-kanak adalah “Tidak ada yang gratis di dunia ini,” Itu sebabnya, Elang selalu berusaha untuk mengejar apa yang ia inginkan, sampai ia dapatkan.

Merry pun menutup perbincangan dengan Elang hari itu, dengan sebuah pesan :

Hidup itu sebuah pilihan. Apa yang anda pilih, menentukan masa depan anda. Pilihlah yang baik, dan niscaya Anda akan menuai yang terbaik.

 

Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Membangun Rumah Untuk Rakyat

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article