Article
Jun 11

Menembus Batas – Angkie Yudistia

Posted at 10.51 AM | No Comments | POST A COMMENT

Pagi itu adalah pengalaman yang sungguh berbeda bagi Merry. Karena apa? Karena bintang tamu The Merry Riana Show pagi itu benar-benar berbeda dan spesial.
 
Sosok bintang tamu Merry pagi itu terlihat sangat cantik dan menawan. Kalau sekali lihat, jelas tidak akan kita sadari ada perbedaan di dalam dirinya yang membuatnya jauh lebih special daripada tamu-tamu yang lain yang pernah menemani Merry di studio Sonora.
 
Dia adalah Angkie Yudistia. Apa yang membedakan dia dari yang lain? Karena gadis cantik ini adalah seorang tuna rungu. Saat Merry mulai menyapa dirinya, ia bicara tanpa ada hambatan. Tidak ada yang berbeda.
 
Angkie memulai ceritanya kepada Merry, tentang bagaimana ia bisa kehilangan pendengarannya. Awalnya, Angkie terlahir sebagai anak perempuan yang normal. Ia bisa mendengar dengan baik dengan segala kesempurnaan di tubuhnya yang melengkapi. Sampai pada umur sepuluh tahun, tiba-tiba saja Angkie tidak menoleh saat dipanggil. Sesuatu pasti ada yang salah, sehingga Ibunda Angkie membawanya untuk berobat ke THT. Ternyata memang ditemukan perbedaan dan masalah pada pendengaran Angkie yang tidak bisa dijelaskan penyebabnya oleh dokter. Saat itu Angkie cuek, karena ia masih bisa mendengar. Namun lama kelamaan, semakin bertambah usianya, Angkie semakin sulit mendengar. Barulah ia menyadari pendengarannya semakin lama semakin tidak berfungsi.
 
Kepada Merry, Angkie mengungkapkan bahwa saat itu adalah saat tersulit baginya. Ia harus mengalami apa itu yang namanya tekanan dari lingkungan sekitarnya. Angkie harus menerima cercaan dari teman-temannya yang mengatakan bahwa ia adalah ciptaan gagal. Produk gagal dari Tuhan.
 
Hati Angkie tentu sangat sakit. Ia merasa hal yang menimpa dirinya sangatlah tidak adil. Tidak pernah meminta untuk jadi seorang tuna rungu, membuatnya sering bertanya pada Tuhan , kenapa semua ini harus menimpa dirinya.
 
Tapi, kekuatan datang dari sang Ibunda yang tidak pernah menangis di depan Angkie. Hal itulah yang membuat Angkie menjadi kuat dan tidak pernah menangis di depan orang. Angkie tidak pernah menunjukkan kesedihannya kepada orang lain. Ia cukup bilang, “saya baik-baik saja.”
 
Mata Merry sempat berkaca-kaca mendengar bagaimana Angkie menceritakan masa-masa beratnya di sekolah. Sedangkan Angkie tetap tersenyum dan menceritakan semuanya dengan tenang.
 
Semua keterbatasan yang dimiliki Angkie tidak menghalangi dirinya untuk terus menjalani kehidupan normal dan terus berprestasi. Orang tuanya bahkan menyekolahkannya ke sekolah biasa. Mereka tidak mengijinkan Angkie untuk sekolah di sekolah luar biasa. Tekanan lain justru makin menempa Angkie. Tatapan-tatapan aneh dari teman-temannya, selalu menjadi makanan sehari-hari bagi Angkir. Tapi ia mengubah semua itu menjadi berkat, menjadi sesuatu yang bisa disyukuri. Angkie percaya bahwa segala masalah tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Angkie sadar bahwa ia tidak boleh menyerah pada keadaan.
 
Dengan semangat inilah Angkie akhirnya bisa menyelesaikan pendidikannya. Ia bahkan berhasil meraih gelar master dalam bidang komunikasi. Tak peduli dengan kenyataan bahwa sang Ibunda sempat meragukannya saat ia bermaksud untuk masuk ke kuliah komunikasi. Dokter dan teman-temannya juga meragukannya, Angkie meyakinkan diri sendiri dan terus melangkah maju. Sungguh luar biasa. Bukan hal yang mudah bagi seorang tuna rungu untuk menempuh jenjang pendidikan setinggi itu.
 
“Tough People Will Win”, ucap Angkie Yudistia, menyuarakan kata favoritenya kepada Merry. Angkie tahu bahwa hanya orang-orang yang terus bertahanlah yang akan menang di dalam kehidupan ini. Keterbatasannya tak menghalangi dirinya untuk berprestasi. Ini terbukti dari Angkie Yudistia yang berhasil menjadi Finalis Abang None mewakili Jakarta Barat pada tahun 2008, menjadi Most Fearless Female Cosmopolitan dan juga model iklan.
 
Semua pencapaian itu adalah bukti dari usaha keras Angkie untuk keluar dari zona nyamannya.  Ia tahu ia harus bertemu dengan dunia luar, menghadapi semua orang yang benar-benar baru dalam hidupnya. Di selang ajang bergengsi itu jugalah Angkie belajar untuk mengakui keterbatasan yang dia miliki, yang sebelumnya sempat ia malu untuk akui. Tapi semakin lama semakin Angkie belajar untuk jujur kepada dirinya sendiri dan kepada orang lain. Kejujurannyalah yang justru membuat orang lain lebih menghormati seorang Angkie Yudistia.
 
Tak berhenti disitu. Kejujurannya tak selalu membawanya kepada hal yang baik seperti yang didapatkannya di waktu-waktu sebelumnya. Keterbatasan dan kejujurannya kembali menempanya ketika ia berusaha mendapatkan pekerjaan. Begitu banyak perusahaan yang menolak dirinya karena Angkie Yudistia adalah seorang tuna rungu. Tapi sekali lagi, Angkie tidak menyerah.
 
Angkie kini telah mengeluarkan buku “Perempuan Tuna Rungu Menembus Batas” yang berisi begitu banyak kata ispiratif yang akan menguatkan orang-orang difable lainnya. Angkie juga berbagi dengan mendirikan This Able Enterprise,  sebuah social mikro entreprise. This Able Entreprise ini didirikannya bersama mitranya untuk mensupport para disabilitas untuk terus maju dan menjadi mandiri dan menunjukkan eksistensinya. Melalui This Able Entreprise, Angkie mencoba untuk membantu dengan membuka begitu banyak kesempatan yang disediakan bagi para kaum disabilitas.
 
Perbincangan Merry dengan Angkie hari itu sungguh sangat berkesan dan spesial. Sosok Angkie Yudistia seakan menjadi pecut bagi Merry dan bagi pendengar sekalian, untuk terus maju dan berkarya dan berprestasi. Sungguh tak ada alasan lagi bagi kita untuk terus mengeluh dan mempersalahkan keadaan. Karena seorang Angkie Yudistia sudah membuktikannya sendiri.
 
Bahwa keterbatasan yang ia miliki yaitu tuna rungu, tidak bisa menghalanginya untuk berprestasi. Ia menelan semua tatapan aneh, keraguan, dan cemooh sebagai suatu suplemen untuk membantunya terus maju dan menjadi tangguh. Lalu apa lagi yang harus Anda keluhkan?
Berhentilah mengeluh, karena kita bisa. Teruslah berkarya!
Live Your Best Life for Indonesia!
 
The Merry Riana Show

Menembus Batas – Angkie Yudistia


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Menembus Batas – Angkie Yudistia

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article