Article
Dec 16

Second Chance

Posted at 11.22 AM | No Comments | POST A COMMENT

Second Chance

Kesempatan kedua. 2 kata yang begitu indah bila dibayangkan. Hampir semua dari Anda pasti tidak akan menolak bila mendapatkan kesempatan kedua. Kesempatan untuk memilih, kesempatan untuk memperbaiki, maupun kesempatan untuk melakukan hal yang pernah terlewatkan.

Tapi sayangnya, tidak semua orang seberuntung bintang tamu The Merry Riana Show kali ini, yang bisa mendapatkan kesempatan kedua. Dia adalah Laura Lazarus, mantan pramugari sebuah maskapai penerbangan yang lolos dari maut pada sebuah kecelakaan penerbangan pada tanggal 30 November 2004. Tragedi mengenaskan yang merenggut 31 nyawa ini merupakan tragedi yang mengubah hidup Laura.

Setiap pekerjaan pasti memiliki resikonya masing-masing. Begitupula dengan pekerjaan sebagai pramugari. Impian besarnya berangkat dari peristiwa pahit dalam hidupnya. Laura lahir dan tumbuh di daerah kumuh. Ingin keluar dari garis kemiskinan dan mendapatkan hidup yang lebih baik, Laura bertekad untuk menjadi seorang pramugari.

Impiannya begitu kuat. Walau sempat ditolak beberapa kali dan sempat tidak lolos seleksi, dengan ketekunan Laura berhasil menjadi pramugari di usia 17 tahun. Profesinya memberikan kesenangan tersendiri untuk Laura. Hingga suatu hari, peristiwa tragis menimpanya.

30 November 2004 adalah hari yang tak akan terlupakan untuk Laura. Sebuah peristiwa yang sangat mengubah hidupnya. Maspakai penerbangan tempat Laura bekerja, mengalami kecelakaan saat mengudara ditengah cuaca yang buruk. Pada waktu mau mendarat, pesawat MD-82 milik Lion Air keluar landasan, menabrak pagar dan berhenti diatas kuburan. Peristiwa nahas itu membuat 31 penumpang dan teman baiknya meninggal.

Laura melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri dalam waktu beberapa detik saja. “Itulah saat-saat yang mengerikan bagi saya.” Kata Laura dengan suara yang bergetar.

Di anggap sebagai korban yang tak selamat, Laura ditumpuk diantara mayat-mayat. Dengan sisa kekuatan yang ada, ia merintih kesakitan sampai ditemukan oleh pembersih jenasah dan dilarikan ke rumah sakit. Takdir berkata lain, Laura mendapatkan kesempatan kedua untuk hidup dan merubah hidup Laura seutuhnya. Ketika sadar ia sudah berada di ruang ICU dengan tubuh yang rusak parah. Tulang pipi sebelah kanannya remuk dan dagingnya tercabik, pundak sebelah kanan bergeser dari pangkalnya, pinggang dan tulang betis kanan patah membuat dagingnya tercabik parah.

Sewaktu koma, Laura hanya teringat kalau dirinya sedang berjalan searah jarum jam mengikuti suatu sinar yang terang. Ditempat yang sangat nyaman dan membuat hatinya senang itu, sebuah suara bergema, “Kamu harus kembali, masih ada yang perlu kamu ceritakan.” Suara itu membangunkan Laura dari koma. Lewat mukjizat yang telah Tuhan kerjakan dalam hidupnya, Laura menyerahkan seluruh hidupnya untuk menjadi pelayan Tuhan di gerejanya saat ini. Pengalamannya ini menjadi inspirasi dan kekuatan bagi banyak orang yang mendengarkan kesaksian.

“Apa yang Laura rasakan ketika tersadar?” tanya Merry tentang perasaan Laura. Kaget, terpukul dan merasa terpuruk ketika melihat tubuhnya yang tak utuh lagi. Suatu hantaman yang besar bagi Laura.

Lewat perjalanan yang panjang dan menyakitkan, Laura harus melalui kelumpuhan selama 6 bulan, 1 tahun diatas kursi roda, 1 tahun berjalan dengan tongkat, dan 4 tahun menjalani operasi sebanyak 17 kali.

Setelah pernah putus asa, Laura tersadar untuk bisa merubah dirinya dari orang yang tidak mau hidup menjadi orang yang bersemangat menghadapi masa depan. “Semangat yang patah mengeringkan tulang.” Ucap Laura. Peristiwa yang Laura hadapi, membentuknya menjadi seorang wanita yang kuat dan tegar.

Merry percaya, Tuhan bukan hanya mengijinkan cobaan yang dihadapi setiap manusia, tapi Ia juga memberikan lengkap dengan jalan keluarnya juga kekuatan untuk menghadapinya. Memang gak gampang, butuh proses yang panjang. Tapi proses itulah yang membuatnya kuat. Karena cara Tuhan mendewasakannya sungguh sempurna.

“Tuhan memberikan kita hidup bukan karena kita membutuhkannya. Tapi Tuhan memberikan kita hidup karena ada orang-orang yang justru membutuhkan kita.” ujar Merry.

Cobaan hidup yang Laura alami seperti tangga-tangga kecil baginya untuk melangkah dan naik ke sesuatu yang lebih besar, yang telah disediakan Tuhan di masa depan.

Semua hal dalam hidup ini, terjadi karena sebuah alasan. Bila Anda bisa mendapatkan kesempatan pertama, jangan menunggu untuk yang kedua. Karena tidak semua orang mendapatkan kesempatan kedua. Setiap hari adalah kesempatan kedua bagi setiap manusia untuk melakukan yang lebih baik lagi.

 

Live Your Best Life for Indonesia!


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Second Chance

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article