Article
Sep 07

Success, Leadership & Entrepreneurship

Posted at 04.36 PM | No Comments | POST A COMMENT

Sukses memang bisa diraih dengan usaha dan kerja keras. Tapi masih ada satu hal yang penting yang tidak boleh dilupakan, yaitu mempertahankan kesuksesan itu sendiri.

 

Kalau dari kemarin kita sudah belajar tentang bagaimana cara sukses. The Merry Riana Show episode kali ini, Merry Riana akan mengajak semua pendengar untuk sama-sama belajar bagaimana cara mempertahankan kesuksesan melalui seni leadership yang baik.

 

Dan bintang tamu hari ini pun sangat luar biasa, ia adalah Group CEO Bank Mandiri, Budi G Sadikin.

 

Ini bukan kali pertamanya Budi G Sadikin menjadi pembicara dan membagi ilmunya seputar leadership dan entrepreneurship. Budi G Sadikin juga aktif menjadi salah satu mentor di Jalan Pemimpin, sebuah wadah yang membuka kesempatan bagi generasi muda untuk belajar dari para pemimpin yang ada saat ini melalui metode mentoring selama 1 tahun.

 

Meski lulusan Sarjana Fisika Nuklir, sejak kecil, Budi G Sadikin diprediksikan akan menjadi seorang bankir oleh sang Ibu karena sifatnya yang agak pelit. “Wah kamu pelit sekali, nanti cocoknya jadi bankir.” Ucap Budi, mengingat kata-kata Sang Ibu.

Setelah lulus kuliah, Budi G Sadikin mengawali karir di sebuah perusahaan minyak. Setahun setelah itu, ia melamar di IBM yang sedang mencari tenaga kerja di Tokyo. Tahun 1994, Budi G Sadikin diajak untuk bergabung di Bank Bali. Disitulah asal mulanya, Budi G Sadikin terjun ke dunia perbankan. “Mengalir aja seperti air.” katanya. Hingga pada tahun 2013, ia resmi dilantik menjadi Group CEO Bank Mandiri.

“Dari background fisika nuklir bisa dipraktekin gak ke perbankan sekarang?” tanya Merry.

 

Apa yang ia pelajari semasa kuliah, tak sia-sia begitu saja. Kerap Budi G Sadikin pun tak merasa khawatir untuk mempraktekan teori Fisika Nuklir yang ia pelajari dalam melakukan tugasnya di bidang perbankan. Salah satunya adalah statistik Monte Carlo yang dibuat oleh fisikawan peraih nobel. Statistic Monte Carlo yang biasa dipakai fisika nuklir untuk menentukan distribusi dalam suatu reaktor, ternyata sering dipakai juga oleh ahli ekonometri untuk membuat harga option.

 

Hal ini membuktikan bahwa, ilmu apapun yang kita dapatkan bisa dipraktekan ke bidang manapun. Kesuksesan itu tidak bergantung dari latar belakang pendidikannya.

 

Berbicara soal sukses, setiap orang pasti punya persepsi yang berbeda-beda. Bagi Budi G Sadikin, sukses adalah kalau apa yang di impikan bisa direalisasikan.

 

Meski mimpi setiap orang berbeda-beda, Budi G Sadikin berbagi kiat-kiatnya. Hal yang utama dapat dilakukan untuk bisa sukses adalah mencari tau ingin jadi apa kita kelak, apa yang membuat kita senang dalam hidup ini, apa yang membuat kita merasa berhasil dalam hidup ini. “Mesti punya mimpi.” Katanya menyimpulkan. Setelah mimpi sudah ada, tinggal mengejar mimpi tersebut dengan ulet dan tekun.

 

Jabatan sebagai Group CEO yang ia sandang hari ini, tidak lain adalah hasil kerja kerasnya selama ini. Ketika bekerja di IBM, Budi G Sadikin sudah terbiasa bekerja dengan budaya excellent. Ia hanya menjadi diri sendiri dan melakukan yang terbaik. Tak luput juga ia menyertakan Tuhan dalam setiap langkah-langkahnya. Be the best, be your self and be in God. Itulah mottonya.

 

“Jangan hanya berdoa pas usaha lagi mengalami kesulitan, tapi juga berdoa saat sedang berusaha.” Kata Merry menambahkan.

 

Bagaimana sukses yang seharusnya? Merry Riana berpendapat, kesuksesan yang sempurna itu bila kita bisa memberi menfaat dan menjadi inspirasi bagi banyak orang.

 

Seperti halnya dengan apa yang sering dilakukan Budi G Sadikin. Ditengah tanggung jawabnya memimpin ribuan karyawan, ia masih menyempatkan diri untuk berbagi. Salah satunya adalah mengajar tentang karakter pemimpin kepada pelajar SMA, dalam rangka mendukung salah satu program BUMN.

 

Berbicara soal kepemimpinan. Budi G Sadikin berpendapat bahwa seorang pemimpin harus memiliki integritas. Sayangnya, ia menilai banyak orang yang membuat keputusan yang salah karena mereka kurang lugas, mudah berkompromi dan susah menolak. “Kalau sudah tidak sesuai dengan prinsip kita, bilang saja enggak. Banyak keputusan yang dibuat bukan yang terbaik tapi karena banyak kompromi.”

 

Jika seni leadership sudah dikuasai, karir maupun usaha akan berhasil.

 

Kapan saat tepat memulai wirausaha?” tanya Merry kepada Budi G Sadikin.

“Lebih dini lebih baik.”  Jawabnya.

 

Dulu wirausaha dinilai bukan profesi yang bagus. Tapi kini, profesi ini udah lebih maju. Berkaca dari pengalaman Indonesia yang pernah mengalami beberapa kali krisis ekonomi. Budi G Sadikin beranjur, agar para entrepreneur bisa lebih realitis dan pintar menahan diri, saat krisis, pengusaha lebih baik tidak terlalu agresif agar tidak mengalami kerugian. “Kalau kondisi badan sedang tidak enak, jangan terus lari hujan-hujanan.” Katanya, menganalogikan.

 

Budi G Sadikin sendiri pun dikenal sebagai seorang pemimpin yang tegas. “Seorang ayah yang baik, seorang pemimpin yang baik, tidak mungkin tidak keras.” Ia orang yang apa adanya. Keras bukan karena dendam dan benci tapi untuk memaksimalkan potensi anak buah dan anak didiknya.

 

Baginya, seorang leader harus bisa cerita dan sharing mimpi mereka yang bisa mengajak seluruh karyawannya untuk jalan mengejar mimpi itu bersama-sama.

Live Your Best Live for Indonesia.


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Success, Leadership & Entrepreneurship

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article