Article
Sep 28

Talking with Confidence for Teenagers

Posted at 04.42 PM | No Comments | POST A COMMENT

Kemampuan komunikasi erat kaitannya dengan kepercayaan diri seorang anak. Bahkan kebanyakan anak yang terampil dalam komunikasi biasanya mampu tampil lebih percaya diri dibanding anak-anak yang lain.  Tapi gimana cara untuk mendidik anak agar percaya diri berbicara didepan umum? The Merry Riana Show episode kali ini bisa menjawab pertanyaan Anda.

 

Seperti biasa, jumat pagi Merry Riana kembali menyapa Friends Sonora dengan hangat. Kali ini, Merry mengajak Becky Tumewu, MC kondang Tanah Air yang nampak eksis diberbagai acara dan sering diundang sebagai pembicara dalam seminar tentang public speaking.

 

Khas dengan keramahannya, Becky hari itu tampil sangat fresh dengan baju hitam dibaluti syal merah. Siapa sangka, pendiri sekolah Public Speaking ini dulunya hanya digaji Rp 4.000 per-jam.

 

Sama halnya dengan Merry yang mencapai kesuksesan melalui proses yang panjang, demikian juga dengan Becky Tumewu. Alih-alih ingin menjadi penyiar radio, serangkaian tes dan training harus ia lewati dulu. Setelah resmi mendapatkan status penyiar, ia pun tidak langsung bisa berbicara didepan microfone untuk membawakan acara. Ia hanya boleh mengoperasikan alat dan memutarkan lagu saja. Setelah mengantongi ijin, jam siaran Becky hanya diberi jatah 10 jam selama 1 bulan. “Bulan pertama saya mulai sebagai kerennya penyiar radio itu, saya siaran 1 bulan 10 jam. Per jam nya Rp 4000,- jadi karena 1 bulan hanya 10 jam, ya Rp 40.000 aja.” Kenang Becky mengingat kecilnya upah yang ia dapat saat awal berkarir.

 

“Apa itu cita-cita pengen jadi seorang penyiar?” tanya Merry.

 

Lucunya, Becky tak pernah sekalipun membayangkan dirinya akan menjadi seorang penyiar. Beragam peristiwa pahit pernah ia alami. Dari diupah murah, MC non-stop selama 12 jam, sampai fee dibawa kabur oleh panitia. Tapi hal tersebut tak membuat Becky kecewa. Justru ia bersyukur, karena ilmu yang ia dapatkan dari pekerjaannya membawa ia kepada pencapaiannya sampai saat ini. “Tempat saya bekerja itu tempat saya belajar. Ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan itu gak akan kebeli dari sekolah mahal manapunungkap Becky yang pernah menjadi penyiar termahal di era nya.

 

Kalau Anda pernah melihat Becky Tumewu membawakan sebuah acara, mungkin Anda akan sependapat dengan Merry Riana yang menilai Becky sebagai wanita yang penuh percaya diri. Percaya diri yang Becky miliki juga tak luput dari gerusan sebuah proses. Sama dengan orang pada umumnya, Becky pun pernah mengalami krisis percaya diri, ketika harus membawakan acara didepan para alumnus lulusan universitas Amerika. “Saya ga pernah sekolah di luar negri. Can i do this?” Becky awalnya sempat ragu setengah mati pada dirinya. Di hari ia harus bertugas, ia memutuskan untuk datang lebih awal dan mengenal audiens yang akan ia hadapi di atas panggung. Becky melakukan pendekatan dan berkomunikasi dengan para alumnus. “Saya mempersiapkan diri saya bahkan lebih baik lagi. Waktu saya membangun hubungan dengan mereka sebelum on stage, ternyata inggrisnya lebih oke saya loh.” paparnya. Hasil observasi yang Becky lakukan di detik-detik sebelum ia manggung, ternyata membuatnya jadi lebih percaya diri.

 

Merry memberi kesimpulan, bahwa percaya diri harus dimiliki oleh semua public speaker. Dan kalaupun seseorang belum percaya diri, hal itu tidak menjadi masalah asalkan ia punya keinginan untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi sebelum tampil di depan umum.

 

“Percaya diri terbangun dari waktu ke waktu. Terbangun oleh pengalaman. Terbangun oleh banyaknya kegagalan yang sudah kita lewati. tambah Becky.

 

Becky sangat menikmati perannya sebagai ibu dari kedua putrinya, Tara dan Kayla yang telah beranjak dewasa. Hal ini mengundang banyak tanya dari benak Merry, terutama cara Becky mengajarkan percaya diri kepada sang anak.

 

Becky berpendapat, kesalahan yang banyak dilakukan oleh para orangtua adalah menuntut sang anak untuk percaya diri tanpa memberikan mereka kebebasan untuk memilih. Orangtua harus sadar dulu, bahwa mereka membawa peranan yang besar untuk membangun percaya diri sang anak. Mengawali pembentukan percaya diri kepada sang buah hati, dilakukan Becky sejak mereka kecil. Contohnya dengan mengajak ngobrol, diskusi, dan tidak memaksakan kehendaknya. “Instead of telling you, how to.. i ask you to join me doing this.” kata Becky memberikan tips.

 

Orangtua bisa membentuk rasa percaya diri anak dari hal-hal kecil, seperti memberikan pertanyaan yang akan melatih anak untuk belajar mengungkapkan apa yang mereka inginkan. Contoh : Kepingin apa? Mau makan apa? Mau main apa?

 

Ketika sang anak selalu diberi kesempatan untuk mengungkapkan perasaan dan pendapat, mereka akan percaya untuk bercerita kepada orangtua. Orangtua jangan berharap anak untuk berani mengungkapkan pikiran mereka kalau orangtuanya otoriter.

 

“Harus diberi ruang agar sang anak mulai berkomunikasi dari lingkungan keluarga.” tambah Merry.

 

Jika orangtua ingin menanamkan pemikiran-pemikiran tertentu, hindari melakukan dengan cara menyuruh tapi dengan cara mengajak sang anak untuk melakukannya dengan cara yang lebih fun.

 

Memang diakui bahwa tidak semua orangtua yang pandai berkomunikasi, tapi itu bukan masalah yang besar. Asalkan orangtua sadar bahwa komunikasi itu penting dan mau belajar bersama anak untuk lebih terbuka.

 

Anak remaja pada umumnya akan mulai punya pemikiran sendiri. Tidak sedikit dari mereka juga mengalami dilema, mulai dari masalah pertemanan, keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Anak adalah peniru yang ulung. Dan orang terdekat yang bisa menjadi idola bagi mereka adalah orangtua, oleh sebab itu sebagai orangtua harus memberikan contoh sikap yang baik bagi anak-anaknya.

 

Kerap, Becky juga sering melakukan cara kreatif untuk membuat sang anak terbiasa public speaking. Contohnya, saat sang anak merengek meminta padanya sebuah kamera. Becky akan meminta anaknya untuk membuat proposal secara tertulis dan membacakan didepannya. “Anak saya waktu itu udah masuk belasan tahun, dan bikin proposal, why i need this camera? bikin tertulis kemudian dibacain ke mama sama papa. Walaupun mungkin dia belum tau konsep presentasi tapi dia mulai terlatih.” Cerita Becky memberikan cara simple dan praktis yang membuat anaknya terlatih dan percaya diri saat harus presentasi di sekolah.

 

Membangun kemampuan komunikasi juga bisa dilakukan dalam aktivitas sehari-hari, misalnya saat nonton televisi. Orangtua bisa bersama-sama menonton acara yang khusus untuk anak-anak dan bisa mengajak sang anak untuk menceritakan kembali acara yang mereka tonton.

 

Berbicara tentang tips mendidik anak, tentu masih banyak lagi hal-hal yang bisa dilakukan oleh para orangtua. Sayangnya, 1 jam tidak cukup membendung inspirasi dari Becky tentang bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri untuk anak remaja.

 

Merry Riana menutup acara The Merry Riana Show hari ini dengan dengan  sebuah pesan, Ketika Anda mengajak anak untuk mengungkapkan pendapat. Jangan lupa untuk berikan mereka kesempatan untuk memilih. Ketika Anda ingin anak Anda belajar menghormati orang lain. Jangan lupa untuk memberi contoh bagaimana cara mengasihi.”

 

 

Live Your Best Live for Indonesia.


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to Talking with Confidence for Teenagers

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article