Article
Dec 24

“The Billionaire”

Posted at 09.55 AM | No Comments | POST A COMMENT

“The Billionaire”

 

Kalau Anda sering nongkrong di 7-Eleven mungkin Anda akan familiar dengan ‘Tao Kae Noi’, cemilan rumput laut terlaris dari Thailand yang dibuat oleh pemuda bernama Tob Ittipat.

Oktober 2013 lalu, jauh-jauh dari Asia Tenggara, Tob si Billionaire dari Thailand datang ke Indonesia untuk menjadi pembicara disebuah seminar di Jakarta. Merry yang kebetulan juga diundang sebagai pembicara, tak mau melewatkan kesempatan emas itu begitu saja. Merry mengundang Tob untuk berbagi kisah suksesnya di The Merry Riana Show.

Setelah selesai mengisi acara, Tob kembali ke ruang tunggu. Disana sudah ada Merry yang telah siap bersama tim dari Sonora untuk melakukan interview singkat dengan Tob. Merry menjabat tangan Tob dengan hangat. Tob melepas kacamata hitamnya dan menyambut Merry dengan senyuman.

Tob tidak fasih berbahasa inggris. Itu sebabnya, selalu ada penerjemah disampingnya. Merry sudah lama penasaran dan ingin tau kisah lengkap dari A young billionaire from Thailand yang kisahnya sudah diangkat di layar lebar.

Tiap-tiap orang pasti mengalami turning point dengan cara yang berbeda-beda. Seperti halnya dengan yang Tob alami, ia mengalami turning point justru ketika begitu banyak masalah yang mendesak dirinya.

Diusia yang baru menginjak 18 tahun, Tob sudah mendapat pergumulan hebat dalam hidupnya. Keluarganya bangkrut dan meninggalkan hutang sebanyak 40 juta Baht atau sekitar 12 milyar rupiah. Tob pun putus sekolah. Yang Tob lakukan bukan mengeluh, bukan pasrah atau kecewa pada Tuhan, tapi yang ia lakukan adalah mencari cara untuk membangkitkan kembali perekonomian keluarganya. Alasannya sangat sederhana, Tob tak ingin melihat sang ibu menangis karena hutang yang membengkak. Tob nekat untuk terjun ke jalur bisnis.

Tidak pernah merasa merana dan lelah dalam menjalani bisnisnya. Sebaliknya, ia sangat senang dan menikmati pekerjannya. Setiap hari, Tob bangun pagi-pagi, mandi, berpakaian dan pergi ke cabang-cabang chesnutnya untuk memeriksa pekerjaan karyawannya. Ia lakukan itu setiap hari dengan penuh semangat, karena ia tau apa passionnya, apa keinginannya, dan apa maunya, yaitu menjadi seorang bisnis man.

Dalam kisah hidup Tob, setidaknya ada banyak hal yang telah ia korbankan untuk mencapai kesuksesannya hari ini. Ia harus keluar dari sekolah untuk berjualan kacang. Ia harus bekerja keras diusianya yang masih muda, ia harus putus dengan pacarnya, tidak punya waktu untuk bersosialisasi dengan teman-temannya. Bahkan pakaian yang Tob pakai adalah pakaian yang sama selama hampir tiga tahun.

Merry sangat mengerti bagaimana kerasnya usaha yang Tob lakukan. Tak mudah untuk memulai bisnis, apalagi tanpa bekal pengalaman. Memang pengorbanan itu tidak mudah dan terkadang tidak menyenangkan. Waktu, tenaga, pikiran, perasaan, kadang harus dikorbankan dalam waktu yang bersamaan. Namun, seperti yang dituai oleh Tob. Merry percaya, tak ada usaha yang sia-sia.

Dalam film kisah hidup Tob yang berjudul “The Billionaire”, Tob mengaku, bahwa ia tetap senang dengan film The Billionaire, karena film tersebut bisa menjadi inspirasi bagi banyak orang di dunia.

Sama seperti kisah Merry yang pernah ditipu. Tob pun, tercatatat pernah beberapa kali mengalami kegagalan dan penipuan. Hatinya terlalu kuat. Baginya, kekalahan dan kemenangan adalah guru terbaik.

Merry menyimpulkan banyak sekali pelajaran yang dapat di temukan dari kisah hidup Tob. Jika kita bertanya pada Tob, dari manakah kesuksesannya berasal, pasti ia akan menjawab dari masalah.

Jika saja keluarganya tidak terlilit hutang, pasti Tob tidak akan memulai berbisnis chestnut panggang. Jika saja toko chesnut panggangnya tidak menghadapi masalah bau dan asap yang mengotori langit-langit digerainya, Tob tidak akan berpikir untuk menemukan produk baru dan tidak akan menjual rumput laut goreng.

Bagi Tob, masalah bukanlah hambatan, tetapi sebuah unsur keberhasilan, yang membuatnya lebih kuat. Pengalaman telah mengajarkannya bahwa masalah adalah kesempatan.

Tak terasa, 1 jam cepat sekali berlalu. Tob sudah bersiap kembali ke Hotel untuk beristirahat. Tob berpamitan dengan Merry. Dan The Merry Riana Show kali ini kembali meninggalkan jejak inspirasi.

Ketika menghadapi masalah, Anda tidak boleh menyerah. Karena jika Anda menyerah, hidup akan berakhir. Namun, jika Anda tidak menyerah, hidup akan berlanjut.

 

Live Your Best Live for Indonesia.


You may also like :




  • About Merry Riana

Post a comment

Post a comment to “The Billionaire”

To reply to this message, enter your reply in the box labeled "Message", hit "Post Message."

TV
Aku & Merry Riana – by Andriani
Radio
News & Article